TRENDING
Hati-hati, Sulit Berbicara & Halusinasi Bisa Jadi Gejala Baru COVID-19
Kurnia Yustiana | HaiBunda
Jumat, 22 May 2020 06:00 WIBPandemi corona belum berakhir. Gejala baru virus corona pun masih bermunculan.
Selain batuk dan demam yang sudah umum, pakar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut ada lagi gejala baru yang perlu diwaspadai oleh masyarakat.
Dilansir Metro, Kamis (21/5/2020), WHO menyatakan kesulitan berbicara bisa menjadi gejala virus corona. Kesulitan bicara itu diikuti pula dengan kurangnya gerak tubuh.
"Gejala serius: kesulitan bernapas, nyeri atau tekanan di dada, sulit berbicara atau bergerak. Segeralah periksa jika merasakan gejala serius," begitu pernyataan pakar WHO.
Kesulitan berbicara ini dapat menjadi tanda dari dampak virus corona pada kesehatan mental. Peneliti dari Orygen dan La Trobe University Melbourne mengatakan, sejumlah pasien sampai mengalami episode psikosis akibat COVID-19.
Virus corona memang kerap membuat stres, terlebih mereka yang memiliki kebutuhan kompleks. Isolasi maupun tak lagi kontak dengan keluarga dalam waktu yang lama diyakini memicu tekanan psikososial sehingga seseorang bisa mengalami episode psikosis.
Para peneliti juga telah melaporkan adanya pasien yang mengalami gejala neurologis. Seperti diberitakan The Conversation, dalam studi yang dilakukan China dan Prancis menunjukkan 36 persen pasien memiliki gejala neurologis.
Gejala itu kebanyakan ringan, termasuk sakit kepala atau pusing yang disebabkan oleh respons imun yang kuat. Sedangkan gejala yang parah meliputi hilangnya bau atau rasa, otot yang lemah, stroke, kejang, bahkan halusinasi.
Sejumlah gejala itu kerap muncul pada kasus pasien COVID-19 yang parah. Sekira 46-84 persen kasus positif COVID-19 menunjukkan gejala-gejala neurologis tersebut.
Simak juga video cara membuat masker sendiri tanpa mesin jahit: