sign up SIGN UP search


trending

Demi Biayai Hidup & Sekolah di AS, Farah Quinn Pernah Jadi Pelayan Restoran

Yuni Ayu Amida Rabu, 15 Jul 2020 13:16 WIB
Farah Quinn caption
Jakarta -

Sebelum sukses seperti saat ini, chef cantik Farah Quinn rupanya pernah menjalani masa-masa sulit ketika menimba ilmu di Amerika Serikat (AS), Bunda. Ia bahkan pernah menjadi pelayan untuk menghidupi dirinya.

Diceritakan Farah, awal dirinya bisa pergi ke Amerika karena pertukaran pelajar. Kemudian ia memutuskan untuk kuliah jurusan finance di sana.

"Awalnya kenapa bisa nyasar di Amerika itu karena pertukaran pelajar, terus sekolah finance karena ya masa itu belum kepikiran passion, cuma mikirnya sekolah yang bagus biar nanti pulang bisa bikin uang yang banyak," kata Farah Quinn dilansir YouTube Helmy Yahya Bicara.


Usai menjadi sarjana keuangan, suatu ketika teman sekamarnya di Amerika mengatakan bahwa Farah memiliki bakat yang sangat baik di bidang kuliner. Sangat sayang jika hal tersebut tidak difokuskan. Berangkat dari sana, mulailah Farah serius menggeluti dunia kuliner.

Hanya saja, saat itu kedua orang tua Farah mengatakan bahwa mereka tidak punya cukup uang untuk membantu Farah tetap berada di Amerika. Farah pun sempat ditawarkan untuk pulang ke Indonesia, namun ia menolak.

"Waktu krisis moneter 98, ibu bapak udah bilang, kalau tetap ingin di Amerika kita enggak bisa menolong, tapi kalau balik ke Indonesia kita bisa bantu," jelasnya.

"Waktu itu lagi seneng-senengnya dong tinggal di Amerika, ngapain pulang ke Indonesia biar di sini saja. Dari situlah Farah kepikiran kalau harus bayar sendiri, hidup sendiri, jadi ngambil sekolah yang sesuai passion, jadi ngambil culinary school," sambungnya.

Anak sulung farah quinnAnak sulung farah quinn/ Foto: Instagram @farahquinnofficial

Ia pun melakukan semua sendiri, Bunda. Mulai dari mendaftar sekolah sendiri hingga membiayai hidupnya sendiri. Bahkan sampai lima tahun Farah sempat tidak bertemu kedua orang tuanya karena tidak bisa balik ke Indonesia.

"Itu daftar dewek (sendiri), bayar dewek, pokoknya semua ngurusin sendiri, sempat sampai lima tahun ndak jingok (tidak melihat) orang tua, tidak ketemu sama orang tua lima tahun. Karena orang tua juga enggak ada duit untuk datang ke Amerika, kita juga berjuang mati-matian enggak ada duit pulang ke Indonesia," ujar Farah dengan logat Palembang.

Farah menimba ilmu di Pittsburgh Culinary Institute dan mengambil keahlian khusus dalam bidang pastry. Di samping sekolah, Farah juga menjadi pelayan restoran untuk menyambung hidup.

"Jadi waktu di Pittsburgh sekolah masak, itu dari pagi sampai sore sekolah masak, sore sampai malam kerja di restoran, jadi pelayan. Cuma capek banget, waktu belajar pun kadang enggak ada, kalau off itu bersihin rumah," tuturnya.

Kehidupannya yang ia rasa cukup keras itu memberikan pelajaran untuknya. Saat ini, Farah yang sudah menjadi seorang ibu berusaha bekerja lebih keras untuk memberikan yang terbaik untuk anaknya. Ia berharap anaknya tidak merasakan kesulitan seperti yang dialaminya dulu.

"That way kita kerja keras dan berusaha gimana caranya biar anak kita enggak melewati masa susah kayak gitu," ujarnya.

Simak juga video berikut ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(yun/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi