sign up SIGN UP search


trending

Ibunda Ragukan Editor Metro TV Meninggal Bunuh Diri, Ini 7 Faktanya

Siti Hafadzoh Sabtu, 25 Jul 2020 22:00 WIB
Ilustrasi: pembunuhan, mayat, bunuh diri, garis polisi, police line caption
Jakarta -

Editor Metro TV, Yodi Prabowo ditemukan tewas di pinggir jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) Ulujami pada 10 Juli lalu. Polisi menduga, Yodi Prabowo tewas karena bunuh diri.

Namun, ibunda Yodi, Turinah meragukan dugaan tersebut, Bunda. Ia mengungkap ada beberapa kejanggalan dari kematian putranya itu.

Turinah menyebut, salah satu kejanggalannya adalah di jasad Yodi ada banyak luka tusukan. Menurutnya, luka tersebut cenderung dalam, korban tidak berdaya menusuk dirinya sendiri berkali-kali.


Namun, polisi menyebut itu termasuk luka percobaan yang tidak terlalu dalam. Lalu bagaimana sebenarnya hasil penyidikan polisi terkait tewasnya editor Metro TV ini?

Berikut HaiBunda rangkum tujuh fakta tentang kasus kematian editor Metro TV.

1. Polisi telah lakukan serangkaian penyidikan

Polisi telah melakukan penyelidikan dan penyidikan selama kurang lebih dua minggu, Bunda. Hasilnya, diduga kuat bahwa Yodi Prabowo meninggal karena bunuh diri.

Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengatakan, kesimpulan itu didapat setelah polisi melakukan serangkaian penyidikan. Mulai dari metode saintifik dan pemeriksaan saksi-saksi.

Beberapa metode dilakukan kepolisian untuk mengungkap fakta kematian Yodi. Misalnya, olah TKP, pemeriksaan laboratorium forensik, pemeriksaan dokumen, hingga melihat rekaman CCTV.

2. Ada luka

Berdasarkan keterangan ahli, penyidik meyakini bahwa tindakan bunuh diri selalu dimulai dengan bukti permulaan berupa luka percobaan. Di tubuh Yodi Prabowo, ada empat luka sayatan di dada yang tidak terlalu dalam.

"Yang dua atau tiga diantaranya itu adalah luka dangkal yang tidak sampai 2 cm. Itulah yang dianggap sebagai luka dengan melukai dengan percobaan," kata Tubagus dikutip dari CNN Indonesia.

3. Barang yang ada di TKP adalah milik korban

Salah satu hal yang memperkuat dugaan Yodi Prabowo bunuh diri adalah tidak ditemukannya jejak keterlibatan orang lain, Bunda. Dari hasil olah TKP, sejumlah barang yang ditemukan adalah milik korban.

Barang-barang tersebut hanya memperlihatkan sidik jari dan DNA milik Yodi Prabowo. Penyidik juga telah melakukan pengujian kepada orang-orang di sekeliling korban. Tapi, hasilnya tidak ada yang identik dengan barang yang ada di TKP.

4. Ada pisau di TKP

Diduga kuat, pisau yang ditemukan di TKP menjadi alat untuk Yodi melukai dirinya sendiri. Tubagus menyatakan, penyidik menemukan rekaman CCTV yang memperlihatkan Yodi membeli pisau itu di sebuah toko ritel di wilayah Rempoa.

"Beberapa hari yang lalu (waktu pembelian), kemudian di cek CCTV-nya dan didapatkan fakta bahwa yang membeli pisau itu adalah korban sendiri," kata Tubagus.

5. Sempat ke rumah sakit

Selain itu, polisi juga menemukan adanya transaksi pembayaran yang dilakukan Yodi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Ia mendatangi rumah sakit itu untuk pemeriksaan kesehatan dengan dokter ahli penyakit kulit dan kelamin.

Setelah konsultasi dengan dokter, korban melakukan tes HIV. Tubagus mengatakan, ini sangat terkait adanya dugaan bunuh diri dengan kemungkinan munculnya depresi.

6. Urine mengandung amphetamine

Dari hasil tes, di dalam urine korban terdapat amphetamine. Ini adalah salah satu zat yang terkandung dalam narkoba jenis tertentu.

Tubagus menyebut, berdasarkan pemeriksaan, Yodi pernah memakai narkoba. Tapi, belum dipastikan sejak kapan korban menggunakannya.

7. Sempat cuti

Menurut Tubagus, penggunaan narkotika ikut berperan dalam dugaan bunuh diri. Ia menjelaskan, Yodi diduga bunuh diri lantaran diduga depresi.

Namun, sang ibu membantah dugaan tersebut, Bunda. Turinah mengatakan, sebelum ditemukan tewas, Yodi seperti orang yang ketakutan.

"Enggak (depresi), pas akhir-akhir ini saja sih, pas dia cuti empat hari kan, sebelum dia berangkat malam Rabu, dia sudah cuti empat hari sebelumnya. Itu sempat ditanya sama adiknya, 'Mas, kok enggak masuk terus, sih?', terus dijawab sama masnya, 'Enggak, Dek, Mas capek' sudah gitu aja jawabnya," kata Turinah dikutip dari detikcom.

Turinah mengatakan, ia merasa Yodi seperti ketakutan karena dalam tekanan. Menurutnya, Yodi seperti ingin menyampaikan sesuatu.

Lihat juga cerita Donna Agnesia menjalani rumah tangga dengan Darius yang selisih 6 tahun berikut ini, Bunda.

[Gambas:Video Haibunda]

(sih/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi