HaiBunda

TRENDING

Kaitan Nasi Putih dengan Risiko Diabetes Menurut Penelitian

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Senin, 14 Nov 2022 12:05 WIB
Kaitan Nasi Putih dengan Risiko Diabetes Menurut Penelitian/ Foto: iStock
Jakarta -

Sejak dahulu nasi putih selalu dianggap sebagai penyebab diabetes. Kandungan dalam nasi putih dianggap bisa menaikkan kadar gula darah, Bunda.

Meski begitu, tak semua penelitian mengatakan bahwa nasi putih adalah makanan terburuk untuk disajikan. Dilansir Times of India, sebuah studi tahun 2012 menemukan bahwa setiap tambahan porsi nasi bisa meningkatkan risiko diabetes sebesar 11 persen. Namun, temuan ini berubah tergantung tempat atau negara, Bunda.

Studi tersebut dilakukan pada 45.000 peserta dan tidak ditemukan peningkatan signifikan diabetes dengan konsumsi nasi putih. Untuk menjelaskannya, studi terbaru dibuat dengan melibatkan 21 negara dalam penelitian.


Berdasarkan hasil penelitian tahun 2020, konsumsi nasi putih bisa menimbulkan risiko diabetes. Risiko ini lebih umum terjadi di populasi Asia Selatan.

Studi yang dilakukan pada sekitar 130.000 orang dewasa selama 10 tahun di 21 negara, menunjukkan hasil yang berbeda tentang nasi putih. Studi ini dipimpin oleh Bhavadharini Balaji dari Population Health Research Institute, Hamilton Health Sciences dan Universitas McMaster, Kanada, dan dipublikasikan dalam jurnal Diabetes Care.

Proses penggilingan dan pembersihan nasi putih bisa menghilangkan nutrisi seperti vitamin B. Selain itu, menyebabkan kenaikan kadar gula darah karena indeks glikemiknya tinggi.

Makan nasi putih/ Foto: iStock

Ditemukan bahwa orang-orang di Asia Selatan memiliki kecenderungan genetik terhadap diabetes. Alasannya karena gaya hidup dan biologis. Data temuan ini membandingkan antara negara India, Bangladesh, dan Pakistan. Peserta penelitian ini berusia antara 35 sampai 70 tahun. Dari 132.373 peserta, 6.129 di antaranya mengembangkan diabetes selama 9,5 tahun.

Seperti kita tahu, konsumsi beras paling tinggi ada di negara Asia, yaitu Asia Selatan sebesar 630 gram sehari, disusul Asia Tenggara dan China sebesar 238 gram dan 200 gram per hari. Konsumsi yang tinggi ini dikaitkan dengan konsumsi makanan rendah serat, produk susu, dan daging.

China dan India menjadi dua negara terbesar di dunia yang menjadikan nasi putih sebagai makanan pokok. Namun, peneliti tak menemukan kaitan antara makan nasi putih dengan penyakit diabetes di China. Ini mungkin karena faktor gaya hidup orang di negara itu dan konsumsi nasi ketan.

Penelitian telah menunjukkan bahwa mengganti nasi putih dengan beras merah bisa menurunkan indeks glikemik sebesar 23 persen. Selain itu, bisa menurunkan respons insulin puasa sebesar 57 persen pada orang India di Asia yang kelebihan berat badan.

Sementara itu, orang yang mengonsumsi nasi putih sebagai makanan pokok dapat memadukan dengan jenis makanan lain, seperti kacang-kacangan dan sayuran hijau untuk menurunkan risiko diabetes.

Simak juga enam tanda tubuh kelebihan gula, di video berikut:

(ank/som)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

9 Artis yang Kaget dengan Kehamilannya, Ada Aurel Hermansyah

Kehamilan Annisa Karnesyia

3 Kalimat yang Harus Dihindari Orang Tua agar Anak Tumbuh Lebih Percaya Diri

Parenting Nadhifa Fitrina

7 Kebiasaan Orang Sukses Setiap Hari yang Bisa Ditiru Sejak Sekarang

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Apakah Diet Karnivora Aman? Kenali Manfaat, Risiko, hingga Menu

Mom's Life Amira Salsabila

Momen Lucu Chua dan Tantri 'Kotak' Beli Cilok usai Manggung di Solo

Mom's Life Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ciri Orang yang Benar-benar Percaya Diri, Sering Ucapkan 11 Kalimat Ini Menurut Psikolog

9 Artis yang Kaget dengan Kehamilannya, Ada Aurel Hermansyah

3 Kalimat yang Harus Dihindari Orang Tua agar Anak Tumbuh Lebih Percaya Diri

Apakah Diet Karnivora Aman? Kenali Manfaat, Risiko, hingga Menu

7 Kebiasaan Orang Sukses Setiap Hari yang Bisa Ditiru Sejak Sekarang

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK