sign up SIGN UP search

trending

Pernah Amuk Menkes Terawan, dr Tirta Siap Jadi Tameng Najwa Shihab

Annisa Afani Rabu, 07 Oct 2020 19:08 WIB
Dokter muda caption
Jakarta -

Presenter Najwa Shihab dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh relawan Jokowi Bersatu, Bunda. Laporan tersebut karena wanita yang akrab dipanggil Mba Nana ini melakukan wawancara 'bangku kosong', yang seolah-olah dianggap sebagai Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto.

Laporan tersebut menjadi pusat perhatian. Banyak pro dan kontra menanggapi laporan tersebut, salah satu influencer Indonesia, dr Tirta Mandira Hudhi atau yang dikenal dengan dr Tirta.

Melalui akun Instagramnya, dr Tirta mengungkapkan bahwa dirinya tidak begitu setuju dengan apa yang dilakukan Najwa Shihab. Menurutnya, mewawancarai bangku kosong merupakan tindakan yang tak elegan.


Meskipun begitu, dia juga tak mendukung tindakan langsung lapor polisi, Bunda. Menurutnya, ada cara lain yang bisa dilakukan selain melaporkan ke polisi.

"Saya ga akan setega itu tiba-tiba lapor. Ada cara lain kan? Karena ini terkait persepsi. Tidak setuju bukan berarti harus melaporkan. Ini pelapor pakai bawa-bawa relawan presiden pula," kata Dr Tirta melalui postingannya di akun @dr.tirta, dikutip Haibunda pada Rabu, (7/10/2020).

Menurut dr Tirta, melaporkan Najwa Shihab ke polisi menjadi salah satu tindakan yang mencederai kebebasan berpendapat, Bunda. Ia juga menambahkan bahwa apa yang Najwa Shihab lakukan merupakan haknya untuk mengekspresikan diri.

"Kalau enggak suka, ya lawan dengan narasi argumenmu. Satu per satu teman saya dilaporkan. Nanti siapa yang berani lagi bersuara kalau begini," tulisnya.

Dr Tirta menambahkan jika Najwa Shihab benar-benar dilaporkan, maka dia siap pasang badan sebagai tameng terdepan untuk membela Najwa Shihab, lho.

"Jika mbak Nana beneran dilaporkan, saya siap pasang badan sebagai tameng terdepan. Ini hak setiap orang untuk berpendapat. Sara juga kagak kok, cuma caranya doank yang kontroversial," tuturnya.

Sementara itu, dr Tirta pernah mengamuk Menkes Terawan dan juru bicara penanganan Covid-19 saat itu, Achmad Yurianto atas pernyataan mereka yang dianggap blunder. 

"Pak Menkes dan jubir, asal kalian tahu bahwa kami ini tenaga medis berjuang di depan itu mempertaruhkan nyawa, banyak teman-teman saya sudah meninggal Pak, dan banyak guru saya sudah meninggal, dan ratusan teman saya itu lagi dirawat Pak. Asal Bapak tahu nih, Pak Yuri dan Pak Terawan, kalau ngomong tuh dipikir Pak, tolong banget Pak," katanya.

"Jubir Menkes hari ini melakukan blunder lagi dengan mengeluarkan statement yang menurut saya sangat mengecewakan, yang jujur kontroversial," imbuhnya.

Saat itu, dia meminta Terawan untuk tidak mengeluarkan pernyataan yang tidak menimbulkan perdebatan di masyarakat, Bunda. Pernyataannya terkait orang miskin menularkan virus Corona kepada orang kaya, menurutnya tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Sebelum Terawan, dr Tirta lebih dahulu mengamuk ke Jokowi. Itu dilakukan karena banyaknya dokter yang meninggal saat menangani Corona, Bunda.

"Asal Bapak Jokowi tahu, dan teman-teman pemerintahan yang duduk di istana dan teman-teman DPR yang duduk di kursi paripurna, asal kalian tahu, ketika kalian duduk di singgasana kalian sendiri, satu dokter setiap hari meninggal! Dan satu tenaga medis tiap hari meninggal," ujarnya.

Bunda, simak juga tips aman naik commuter line selama pandemi dalam video berikut ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!
Rekomendasi
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!