sign up SIGN UP search


trending

Nahas, Satu Keluarga di Bojonegoro Meninggal Tersengat Listrik dari Jebakan Tikus

Annisa Karnesyia Selasa, 13 Oct 2020 18:04 WIB
Colour backlit image of the silhouette of a woman with her hands on her head in a gesture of despair. The silhouette is distorted, and the arms elongated, giving an alien-like quality. The image is sinister and foreboding, with an element of horror. It is as if the 'woman' is trying to escape from behind the glass. Horizontal image with copy space. Nahas, Satu Keluarga di Bojonegoro Meninggal Tersengat Listrik dari Jebakan Tikus/Foto: iStock
Jakarta -

Kejadian nahas menimpa satu keluarga di Bojonegoro, Jawa Timur. Suami istri beserta dua anaknya tewas tersengat listrik dari jebakan tikus di sawah.

Korban tewas terdiri dari Parno (55), istrinya Riswati (50), serta dua anaknya, Jayadi (32) dan Arifin (21). Peristiwa ini terjadi pada Minggu (11/10/2020).

Menurut penuturan warga, Parno dan anak pertamanya, Jayadi, pergi ke sawah selepas Magrib. Keduanya diduga terkena jebakan tikus listrik sebelum tiba di sawah milik mereka dan tewas di tempat.


Sekitar pukul 22.00 WIB, istri Parno dan anak keduanya menyusul ke sawah karena Parno dan Jayadi tak kunjung pulang. Nahas, ibu dan anak ini juga mengalami nasib sama, tersetrum jebakan tikus listrik dan meninggal di lokasi.

"Cerita awal dari keterangan warga, bapak dan anak pertama ke sawah habis magrib. Tak kunjung pulang hingga pukul 10 malam. Adik dan ibunya nyusul ke sawah," kata Kapolsek Kanor, Iptu Hadi Waluyo.

Keempat korban ditemukan sekitar jam 6 pagi. Tak jauh dari tubuh korban, ditemukan jebakan tikus listrik.

"Pagi tadi sekitar jam 6 ada yang lihat korban tergeletak tak berjauhan di sawah milik tetangganya. Ditemukan tiang bambu dan kawat jebakan tikus dalam posisi roboh," ujar Hadi, dikutip dari detikcom.

Dari hasil visum, ditemukan luka bakar di tubuh para korban. Luka tersebut ada di dada, tangan, dan kaki.

Jenazah satu keluarga ini telah dimakamkan di pemakaman desa yang berjarak 500 meter dari rumah duka. Warga desa setempat membantu proses pemakaman para korban.

"Sudah dimakamkan dengan liang lahad berjajar di pemakaman Desa Tambahrejo," kata Kepala Desa Tambahrejo, Sumono.

Kepergian empat keluarga ini meninggalkan duka mendalam bagi warga sekitar. Keluarga Parno dikenal baik oleh para tetangganya, Bunda.

"Banyak warga, terutama ibu-ibu keluarga, tetangga yang tadi nangis, dan ada yang sempat pingsan, di rumah maupun di sawah," ujar kerabat korban, Sumatri.

"Keluarga Pak Parno dengan tetangga selama hidupnya baik. Jadi warga sangat prihatin dan sangat berduka," sambungnya.

Pihak kepolisian masih menyelidiki kasus ini. Proses hukum akan diambil setelah mendengarkan keterangan dari para saksi.

Simak juga firasat aneh istri Bani 'Seventeen' sebelum suaminya meninggal dunia, di video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi