sign up SIGN UP search


trending

Dibesarkan Ortu Beda Agama, dr Tirta Jadi Mualaf Usai Dapat Hidayah dari Mimpi

Asri Ediyati Jumat, 08 Jan 2021 16:19 WIB
dr Tirta Mandira Hudhi caption
Jakarta -

Nama dr.Tirta mulai jadi perbincangan publik ketika dirinya andil dalam penanganan COVID-19. Dahulu dikenal sebagai pencinta sepatu, lulusan FK UGM ini punya segudang cerita tentang masa mudanya, termasuk ketika menjadi mualaf.

dr.Tirta mengungkap sedikit masa kecilnya yang bisa dibilang kelam. Ia merupakan anak berdarah Jawa-China. Kedua orang tuanya kala itu berprofesi sebagai karyawan bank. Ayahnya muslim, sementara sang ibunda yang keturunan Tionghoa itu non muslim.

Besar di Kampung Baturan, Solo, Jawa Tengah, Tirta yang saat itu masih berusia 7 tahun ditinggal sendiri karena kedua orang tuanya sibuk bekerja. Sejak kecil, ia dipandang sebelah mata karena merupakan anak campuran.


Ia juga sempat mengalami krisis identitas lantaran kedua orang tuanya berbeda keyakinan. Maju ke 2013, Tirta mengungkap bahwa dirinya mualaf. Ia mantap berpindah dari agama Katolik jadi Islam ketika berusia 22 tahun.

"Di usia 22 tahun tuh, kan Bokap gue Muslim. Gue dari jaman kecil karena gua sendiri, gue sering mampir ke TPA (taman pendidikan Al-Qur'an) pada Kamis," kata Tirta, dilansir YouTube Denny Sumargo.

"Tapi Minggunya ke sekolah minggu, karena Tirta kecil berpikiran kalau kedua tempat ibadah voucher gue ke surga tambah banyak. Gue belajar aja dua-duanya," katanya.

Pria 29 tahun ini masih ingat pelajarannya tentang agama Islam. Ia mengingat, kalau gagal atau tidaknya seorang pria muslim, sementara istrinya non muslim, itu tergantung anaknya.

"Kalau anaknya ini non Muslim, bokapnya dianggap gagal, bisa diadili di sana. Ceritanya Bokap gue curhat sama nyokap, pada saat itu di SMA," ucapnya.

Ayahnya saat itu mengutarakan pada ibunya bahwa saat menjalankan ibadah umrah, ia dihujat satu pesawat lantaran gagal mendidik anaknya masuk ke agama Islam.

"Wah, di situ gue panas banget kan. Itu terpendam dari umur 17 sampai akhirnya di usia 22 gue memutuskan, oke gue Muslim. Bokap gue sempat nangis, kalau elo Muslim enggak ada yang temani mama. Gue bilang akan tetap respek," ujar Tirta.

Tirta pun mengaku ada hidayah sebelum memeluk Islam dan membuatnya semakin mantap untuk menjadi mualaf. Hidayahnya ia dapat dari mimpi. Saat itu, di usia 22 tahun, ia merasa lelah dan tidur di sore hari.

"Gue mimpi lihat tubuh gue sendiri. Tubuh gue diangkat ke atas ada bangunan tuh gede banget hitam. Terus dijaga dua malaikat. Gue mau masuk pintu itu enggak diizinin. Sama malaikat itu disuruh masuk ke rumah kecil warna hijau ternyata itu adalah rumahnya Kiai Zumroni (kiai yang membimbingnya masuk Islam)" ungkapnya.

Baca kelanjutannya di halaman berikutnya, Bunda.

Simak juga kiat mengenalkan agama pada anak:

[Gambas:Video Haibunda]

Artis penyintas COVID-19



(aci/kuy)
dr Tirta Jadi Mualaf Usai Dapat Hidayah dari Mimpi
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
Share yuk, Bun!

Rekomendasi