TRENDING
Viral Vaksin COVID-19 Jokowi Disebut Gagal, Simak Penjelasan Profesor
Annisa Afani | HaiBunda
Rabu, 20 Jan 2021 17:42 WIBBelakangan ini ada broadcast atau pesan berantai yang muncul di media sosial hingga grup-grup pesan singkat, Bunda. Dalam narasinya, dikatakan bahwa vaksinasi COVID-19 Presiden Jokowi gagal.
Dalam pesan yang beredar tersebut pun tercantum nama seorang dokter yang menyimpulkan berita tersebut. Katanya, vaksinasi yang Jokowi harus diulang karena teknik penyntikannya tidak benar.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Satgas COVID-19 dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Profesor Zubairi Djoerban pun menjawab melalui akun Twitter miliknya.
"Selain Kristen Gray, yang meresahkan lagi adalah beredarnya pesan berantai di media sosial dan WAG tentang vaksinasi @jokowi yang dianggap gagal dan harus diulang. Pertanyaan ini diajukan terus oleh jurnalis kepada saya, entah kenapa," tulisnya, dikutip HaiBunda dari akun @ProfesorZubairi pada Rabu, (20/1/2021).
Lebih lanjutnya, Prof. Zubairi pun menjelaskan dari awal apa saja yang menjadi masalah dari dugaan yang disebar oleh sang dokter. Sebagaimana yang dokter tersebut tulis, ini dimulai karena injeksi vaksin Sinovac seharusnya intramuskular atau menembus otot, sehingga penyuntikan seharusnya dilakukan dengan tegak lurus atau 90 derajat.
Lebih lanjut, dokter tersebut pun mengatakan bahwa vaksin yang diterima Jokowi tidak menembus otot, itu karena penyuntikannya tidak sesuai dengan aturan yang ia jelaskan. Sehingga, dia menganggap itu tak masuk ke dalam darah, dan hanya sampai di kulit atau subkutan.
Agar tak mendapat informasi salah, Prof. Zubairi pun memberikan penjelasan dengan lengkap terkait hal tersebut, Bunda.
"Biar clear, berikut jawaban saya," lanjutnya.
Bunda, simak juga apa saja persiapan tenaga kesehatan saat menyiapkan vaksinasi dalam video berikut:
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Duh! 116 Ribu Dosis Vaksin COVID-19 AstraZeneca Kedaluwarsa di Bengkulu, Kok Bisa?
Siswi SD Jombang Alami KIPI Vaksin COVID-19, Sempat Opname sebelum Meninggal
Bun, Orang dengan 4 Kriteria Ini Tidak Boleh Divaksin COVID-19
Bun, Ini Daftar Kelompok Prioritas Penerima Vaksin COVID-19 Pertama
TERPOPULER
Cara Mengenali Orang yang Kesepian Secara Mental dan Emosional dari Obrolan Sehari-hari
Tak Asal Bicara, Ini 7 Kalimat yang Dihindari Orang dengan EQ Tinggi
Bayi Usia 8 Bulan Disebut Sudah Mulai Bisa Berbohong, Normalkah?
Bayi Baru Lahir Kini Bisa Langsung Punya Akta Kelahiran, Begini Penjelasannya
LPS Financial Festival 2026 Sambangi Lampung, Yuk Tingkatkan Literasi Keuangan!
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Scalp Serum untuk Mengatasi Ketombe dan Rambut Rontok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Cara Mengenali Orang yang Kesepian Secara Mental dan Emosional dari Obrolan Sehari-hari
Bayi Usia 8 Bulan Disebut Sudah Mulai Bisa Berbohong, Normalkah?
Bayi Baru Lahir Kini Bisa Langsung Punya Akta Kelahiran, Begini Penjelasannya
LPS Financial Festival 2026 Sambangi Lampung, Yuk Tingkatkan Literasi Keuangan!
Tak Asal Bicara, Ini 7 Kalimat yang Dihindari Orang dengan EQ Tinggi
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Sepatu Lari Empuk Buat Pemula? PUMA Softride Enzo 5 Wajib Kamu Cek
-
Beautynesia
Simak Cerita Jung Hae In dan Ha Young Tentang Chemistry Mereka di Drakor Our Sticky Love
-
Female Daily
no na Tampil Memukau di Head In The Clouds 2026, Intip Fashion Colorful Mereka
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Sinopsis Khali The Killer, Film Thriller Kriminal dengan Twist Emosional
-
Mommies Daily
Drama Hayoung yang Bisa Masuk Daftar Tontonan Mommies, Terbaru Our Sticky Love