HaiBunda

TRENDING

Dear Bunda, Menikahkan Anak di Usia Dini Bukan Jalan Memperbaiki Ekonomi

Mutiara Putri   |   HaiBunda

Jumat, 12 Feb 2021 20:31 WIB
Ilustrasi menikah/ Foto: iStock
Jakarta -

Wedding organizer bernama Aisha Weddings baru-baru ini diketahui sempat bikin geger, Bunda. Bagaimana tidak, WO ini diduga telah mempromosikan perkawinan anak. Tak hanya itu, mereka juga menyarankan nikah siri dan poligami.

Dalam website yang sudah dihapus tersebut, Aisha Weddings dengan jelas menuliskan bahwa pernikahan harus dilakukan pada usia 12 hingga 21 tahun saja dan tidak lebih.

Terkait hal tersebut, Selina Patta Sumbung, CEO sekaligus ketua gerakan bersama untuk penghapusan kekerasan pada anak di Indonesia atau Indonesia Joining Force to End Violence Against Children (IJF EVAC), angkat bicara.


"Perkawinan anak adalah bentuk kekerasan terhadap anak. Kami ingin menekankan lagi kepada pelaku usaha, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat bahwa isu ini bukan hanya soal perkawinan," ujarnya.

Selina mengatakan bahwa perkawinan terhadap anak juga menyangkut masalah perampasan hak-hak anak akan kelangsungan hidup, tumbuh kembang, perlindungan, dan partisipasi.

Dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) terungkap bahwa 94 persen anak perempuan dan 91 persen anak laki-laki yang dikawinkan adalah mereka yang putus sekolah. Kemudian data dari WHO pada 2016 menunjukkan bahwa anak yang dikawinkan kemungkinan besar akan hamil dan melahirkan dengan risiko yang besar.

Kebanyakan kehamilan yang terjadi pada anak usia dini akan menyebabkan komplikasi pada saat kehamilan dan persalinannya, Bunda. Hal ini juga yang menjadi penyebab utama kematian bagi anak perempuan usia 15 hingga 19 tahun di seluruh dunia.

"Biasanya salah satu alasan keluarga menikahkan anaknya adalah karena ekonomi. Padahal menikahkan anak bukan jalan untuk memperbaiki ekonomi. Justru menjerumuskan anak dalam kemiskinan," kata Sindy (16), anggota Children & Youth Advisory Network (CYAN) Save the Children Indonesia.

Lantas adakah Undang-Undang yang mengatur tentang masalah ini? Klik baca halaman berikutnya ya, Bunda.

Simak juga video tips pernikahan langgeng ala Dewi Gita dan Armand  Maulana:



(som)
UPAYA PEMERINTAH AKHIRI PERKAWINAN ANAK

UPAYA PEMERINTAH AKHIRI PERKAWINAN ANAK

Halaman Selanjutnya

Simak video di bawah ini, Bun:

Ajari Anak Mandiri dengan Makan Sendiri

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi

Mom's Life Annisa Karnesyia

7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja

Mom's Life Arina Yulistara

5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama

Parenting Annisa Karnesyia

3 Cara Membuat Tempe Goreng Tepung Renyah dan Tahan Lama Meski Sudah Dingin

Mom's Life Amira Salsabila

Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat

Parenting Kinan

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi

Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat

5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama

7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja

5 Kebiasaan Ini Bisa Melatih Kecerdasan EQ di Tempat Kerja

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK