sign up SIGN UP search

trending

5 Pelajaran Rumah Tangga yang Bisa Dipetik dari Film Noktah Merah Perkawinan

Annisa A   |   Haibunda Senin, 23 Jan 2023 19:25 WIB
Film Noktah Merah Perkawinan caption
Jakarta -

Film Noktah Merah Perkawinan tengah menjadi perbincangan. Tayang pada 15 September 2022 lalu, film ini sudah masuk ke layanan streaming Netflix.

Noktah Merah Perkawinan adalah karya sutradara Sabrina Rochelle Kalangie yang diadaptasi dari sinetron tahun 1996 yang dibintangi oleh Ayu Azhari dan Cok Simbara.

Saat ini, Noktah Merah Perkawinan hadir kembali lewat jajaran pemain yang baru yaitu Marsha Timothy dan Oka Antara. Film ini mengangkat kisah tentang lika-liku kehidupan rumah tangga.


Mereka adalah Ambar (Marsha Timothy) dan Gilang (Oka Antara) yang telah menikah selama lebih dari 10 tahun. Suatu ketika, muncul berbagai masalah kecil yang membuat rumah tangga mereka di ambang kehancuran.

Mengusung tema hubungan rumah tangga yang kompleks, film Noktah Merah Perkawinan memiliki banyak nilai moral di dalamnya. Bunda, berikut ini 5 pelajaran yang bisa dipetik dari film Noktah Merah Perkawinan:

1. Bersikap terbuka dalam menjalin komunikasi

Ambar dan Gilang dikisahkan sebagai pasangan suami istri yang telah menikah selama belasan tahun. Namun pernikahan mereka diuji lewat hal-hal kecil yang terkesan sepele.

Masalah berubah semakin membesar ketika ibunda Ambar meminjam uang kepada Gilang dan meminta untuk merahasiakannya. Gilang pun tak pernah bercerita ke Ambar hingga akhirnya sang istri mengetahui hal itu.

Sikap Gilang yang tertutup menjadi pemicu masalah komunikasi di antara mereka. Bagi Ambar, seseorang tidak seharusnya menyembunyikan masalah sendiri. Ia juga memegang prinsip bahwa masalah akan selesai apabila dibicarakan bersama.

Ada kalanya kita tak ingin berbagi dan memilih untuk bersikap tertutup, ya? Akan tetapi, Ayah dan Bunda harus bisa memilah mana hal yang bisa disimpan dan mana yang seharusnya dikomunikasikan.

Kebiasaan bersikap tertutup akan membuat kita terbiasa menutup diri dan memicu masalah baru. Perlu diingat bahwa suami istri tak hanya berbagi tempat tinggal, melainkan juga kehidupan mereka.

2. Tidak menghindar jika ada masalah

Sikap Gilang yang lebih banyak diam dan menghindar ketika memiliki masalah kerap membuat Ambar geram. Bagi Ambar, suaminya itu lebih memilih kabur dari masalah.

Hal itu membuat Ambar sampai mendatangi konselor pernikahan. Ia meminta bantuan pihak ketiga sebagai upaya mediasi karena memerlukan orang sebagai jembatan di antara mereka.

Akan tetapi, Gilang tak bersikap kooperatif saat diajak menemui konselor pernikahan. Ia enggan membicarakan masalah rumah tangga mereka di depan orang lain.

Meski sebagian orang lebih memilih menyelesaikan masalah secara privat, Ayah dan Bunda harus memastikan masalah tersebut selesai dengan tuntas. Jangan hanya diam dan memilih kabur dari masalah setiap kali pasangan membuka topik tersebut.

Noktah Merah PerkawinanNoktah Merah Perkawinan/ Foto: (Instagram/Oka Antara)

3. Menyelesaikan masalah dengan kepala dingin

Ambar sering memiliki inisiatif untuk membuka topik permasalahan dan mencoba untuk mendiskusikannya dengan Gilang.

Akan tetapi, Ambar juga memiliki kelemahan kala ia mudah tersulut amarah. Menyelesaikan masalah dengan emosi hanya akan memicu pasangan Bunda ikut marah, seperti halnya Gilang yang tampak terganggu dengan suara keras Ambar.

Ambar juga kerap bersikap ketus dan judes meski sedang tidak berdebat dengan Gilang. Hindari bersikap dingin agar tak membuat ketegangan semakin terasa.

Selesaikan masalah dengan kepala dingin adalah kunci terbaik untuk mencapai titik tengah. Kontrol perasaan sehingga emosi menjadi lebih stabil, meski sedang berdebat.

4. Anak jangan sampai jadi korban

Ketika Ayah dan Bunda bertengkar, anak adalah orang yang paling dirugikan di situasi tersebut. Apalagi ketika orang tua bertengkar di hadapan mereka.

Ambar merasa sangat bersalah ketika putranya menyaksikan pertengkaran hebat mereka. Hal itu membuat sang putra ikut merasa tertekan setiap kali merasakan ketegangan di antara orang tuanya.

Ketika akan menyelesaikan masalah, pastikan Ayah dan Bunda tidak sedang berada di dekat anak. Perlihatkan sikap tenang di depan anak untuk menjaga perasaan mereka.

Selain itu, Bunda juga bisa mendengarkan sisi dari sudut pandang anak. Seperti ketika putra Ambar menilai ibunda tidak adil karena tak menerima permintaan maaf dari sang Ayah.

5. Tidak ikut campur di rumah tangga anak yang sudah menikah

Konflik rumah tangga tak hanya terjadi di antara suami istri. Hubungan dengan mertua kerap kali menjadi duri di rumah tangga.

Oleh karena itu, penting supaya mertua tidak bersikap menggurui dan menghakimi anak serta pasangannya. Keharmonisan hubungan mertua dan menantu bisa meminimalisir konflik rumah tangga.

Apabila memiliki anak yang sudah menikah, Bunda dan pasangan sebaiknya memberikan privasi agar mereka mampu menyelesaikan masalah. Hindari ikut campur di setiap aspek kehidupan mereka.

Bunda, saksikan juga video tentang tips mengatasi konflik rumah tangga, menurut para ahli:

[Gambas:Video Haibunda]



(anm/pri)
Share yuk, Bun!
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bundapedia
Ensiklopedia A-Z istilah kesehatan terkait Bunda dan Si Kecil
Rekomendasi
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!
ARTIKEL TERBARU
  • Video
detiknetwork

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!