HaiBunda

TRENDING

5 Fakta 2 Pendaki Perempuan Meninggal Dunia di Puncak Carstensz Papua karena Hipotermia

Mutiara Putri   |   HaiBunda

Senin, 03 Mar 2025 13:47 WIB
Ilustrasi Pendaki Perempuan/Foto: iStock
Jakarta -

Kabar duka datang dari dunia pendakian, Bunda. Belum lama ini diberitakan dua pendaki wanita bernama Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono, meninggal dunia.

Keduanya mengembuskan napas terakhir ketika mendaki Puncak Jaya atau Piramida Carstensz di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Lilie dan Elsa diduga meninggal dunia karena hipotermia.

Kedua pendaki itu sebelumnya telah mencapai puncak Carstensz bersama rombongannya pada Jumat (28/2/2025). Nahasnya, Lilie dan Elsa kemudian dilaporkan meninggal dunia pada Sabtu (1/3/2025) dini hari.


Lilie dan Elsa meninggal dalam perjalanan turut dari puncak gunung setinggi 4.884 meter di atas pemukaan laut (mdpl). Diketahui. Lilie merupakan pendaki asal Bandung, sedangkan Elsa tinggal di daerah Jakarta.

Fakta Lilie dan Elsa yang meninggal di puncak Carstensz:

Melansir dari laman detikcom, berikut ini Bubun rangkumkan beberapa fakta tentang Lilie dan Elsa:

1. Hipotermia dan AMS

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo membenarkan adanya insiden dua pendaki yang meninggal karena hipotermia, Bunda. Benny pun menyebabkan kondisi ini sering terjadi pada pendaki di ketinggian yang ekstrem.

"Dua pendaki lokal yang meninggal dunia dikarenakan hipotermia di Taman Nasional Carstensz," ungkap Benny dalam keterangannya, Minggu (2/3/2025).

"Kejadian tragis ini diduga kuat diakibatkan oleh acute mountain sickness (AMS)," sambungnya.

2. Kronologi dua pendaki wanita meninggal dunia

Kedua korban dan rombongan pendaki mulanya terbang dari Bandara Timika menuju Lembah Kuning atau Yellow Valley pada Rabu (26/2/2025) pukul 07.00-09.50 WIT. Para pendaki pun melakukan penyeberangan di Jembatan Tyrolean pada Jumat (28/2/2025) sekitar pukul 10.51 WIT.

Pada hari yang sama di siang harinya, korban dan rombongan dilaporkan sudah sampai puncak. Sekitar pukul 19.20 WIT, rombongan pun melakukan perjalanan turun gunung hingga kehilangan komunikasi karena baterai handy talky (HT) melemah.

"Informasi dari pendaki Octries Ruslan dan Abdullah yang sudah berhasil turun menyampaikan bahwa, semua sudah di summit atau puncak dan ada 2 orang Indira dan Saroni terkena gejala AMS di area bawah puncak (teras besar), sedangkan tim tamu dan guide berada sebelum Tyrolean," papar Benny.

Lantas, seperti apa kronologi lengkapnya?

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

(mua/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

5 Penyebab Seseorang Sering Terbangun di Jam 3 atau 4 Pagi

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Anggun Pulang Kampung, Ajak Suami Bule Kumpul Lebaran Bareng Keluarga Besar

Mom's Life Annisa Karnesyia

Imbauan Terbaru Menaker: Karyawan Swasta hingga BUMN WFH 1 Kali Seminggu

Mom's Life Annisa Karnesyia

Bongkar Beragam Mitos Tentang Kehamilan dan Risiko Autisme, Ketahui Faktanya Bun

Kehamilan Indah Ramadhani

7 Tanda Orang Cerdas yang Terlihat dari Kebiasaan Sehari-hari

Mom's Life Annisa Karnesyia

Benarkah Menyusui Eksklusif Bantu Cegah Autisme pada Bayi? Simak Penjelasannya

Menyusui Dwi Indah Nurcahyani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Anggun Pulang Kampung, Ajak Suami Bule Kumpul Lebaran Bareng Keluarga Besar

Imbauan Terbaru Menaker: Karyawan Swasta hingga BUMN WFH 1 Kali Seminggu

Benarkah Syawal adalah Bulan Baik untuk Menikah?

Benarkah Menyusui Eksklusif Bantu Cegah Autisme pada Bayi? Simak Penjelasannya

Bongkar Beragam Mitos Tentang Kehamilan dan Risiko Autisme, Ketahui Faktanya Bun

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK