HaiBunda

TRENDING

Cerita WNI yang Disandera Israel: Alami Kekerasan Diikat hingga Disetrum

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Jumat, 22 May 2026 14:40 WIB
Ilustrasi Cerita WNI yang Disandera Israel: Diikat dan Ditendang Sebanyak 4 Kali/Foto: Getty Images/iStockphoto/Daniel Tadevosyan
Jakarta -

Sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) relawan Global Sumud Flotilla 2026 akhirnya telah dibebaskan setelah sebelumnya sempat ditahan oleh tentara Israel.

Salah satu relawan, Rahendro Herubowo, kemudian membagikan kesaksiannya terkait situasi yang dialami saat penahanan. Ia menggambarkan kondisi yang cukup mencekam bersama para relawan lainnya.

Heru mengungkapkan bahwa dirinya mengalami kekerasan fisik selama ditahan. Ia menyebut sempat ditendang beberapa kali di bagian depan tubuh, diinjak dari belakang, hingga mengalami sengatan listrik.


"Saya mengalami kekerasan ditendang mungkin tiga-empat kali di bagian depan, di belakang saya diinjak, dan terakhir disetrum," kata Rahendro atau Heru, dikutip dari laman detikcom, Kamis (22/5/2026).

Hingga saat ini, Heru masih merasakan sakit di bagian pinggang atas dan dada. Ia juga menyebut rasa sakit itu semakin terasa ketika batuk atau mengangkat tangan.

"Jadi sekarang nih saya kalau batuk sakit di sini ketarik, angkat tangan juga ketarik. Mudah-mudahan nggak ada apa-apa ya, kita periksa di sini, kalau sekiranya di sini masih harus ada pemeriksaan lanjutan di RS Indonesia lah kita periksa lagi," jelasnya.

9 relawan WNI tiba di Istanbul usai dibebaskan

Rahendro bercerita bahwa saat ini dirinya bersama relawan lainnya sedang menjalani medical check up. Mereka baru saja melakukan pengambilan darah dan akan melanjutkan konsultasi medis.

"Alhamdulillah sekarang kita lag ini medical check up tadi habis ambil darah, terus kita mau konsultasi," katanya.

Sementara itu, relawan lainnya, Andre Prasetyo Nugroho, juga turut menceritakan pengalamannya. Ia mengaku mengalami kekerasan selama penahanan, termasuk tindakan penyiksaan fisik.

"Disetrum di sini (lutut-paha). Karena gua bagian terakhir, kepala kita harus kayak gini (berlutut tangan di belakang, kepala di lantai). Sudah enggak kuat gua," ungkap Andre.

Sebanyak sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi relawan Global Sumud Flotilla (GSF) telah tiba di Istanbul, Turki. Saat ini, mereka sudah berada bersama pihak Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Indonesia di Istanbul.

"Konjen RI di Istanbul saat ini telah bersama dengan 9 relawan WNI yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0. Saya juga senang dapat berkomunikasi langsung dengan teman-teman para relawan melalui video call," tutur Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, melalui akun Instagram @menluri.

"Pemerintah Indonesia akan terus memastikan proses pemulangan seluruh WNI ke tanah air berjalan dengan lancar dan dapat tiba kembali dengan selamat & sesegera mungkin," sambungnya.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

5 Cara Menghadapi Pasangan yang Abusive, Jangan Takut Bun!

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ciri Orang dengan IQ Tinggi Tapi Suka Menyendiri Menurut Penelitian

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Mengenal Potpourri, Pewangi Ruangan Estetik yang Lagi Viral dan Mudah Dibuat

Mom's Life Angella Delvie & Fauzan Julian Kurnia

Ketahui Hukum Jual Daging Kurban, Haramkah?

Mom's Life Amira Salsabila

Kesalahan Pola Asuh Orang Tua yang Jadi Penyebab Utama Anak Depresi

Parenting Indah Ramadhani

Aturan Baru Kemendikdasmen, Anak Masuk SD Tidak Harus Berusia 7 Tahun

Parenting Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ciri Kepribadian Orang yang Tak Suka Posting Kehidupan Pribadi di Media Sosial

Kesalahan Pola Asuh Orang Tua yang Jadi Penyebab Utama Anak Depresi

Ketahui Hukum Jual Daging Kurban, Haramkah?

Cerita WNI yang Disandera Israel: Alami Kekerasan Diikat hingga Disetrum

Mengenal Potpourri, Pewangi Ruangan Estetik yang Lagi Viral dan Mudah Dibuat

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK