aktivitas

Cerita Haru di Balik Hadiah Gitar dari Ed Sheeran untuk Seorang Bocah

Amelia Sewaka Rabu, 07 Mar 2018 - 20.00 WIB
Cerita Haru di Balik Hadiah Gitar dari Ed Sheeran untuk Seorang Bocah / Foto: Facebook/Karina Marie Driscoll Cerita Haru di Balik Hadiah Gitar dari Ed Sheeran untuk Seorang Bocah / Foto: Facebook/Karina Marie Driscoll
London, Inggris - Musisi ternama Ed Sheeran memberikan sebuah gitar pada anak 11 tahun, Melody Driscoll. Si kecil Melody adalah fans berat Ed dan dia diketahui mengidap penyakit langka, Bun.

Keluarga sangat berterima kasih ke Ed atas hadiah istimewanya buat Melody. Ya, Ed mendonasikan gitar bertanda tangan dirinya untuk membantu keluarga ini mengumpulkan dana lho. Apalagi di gitar itu juga tertulis sedikit pesan dari Ed untuk Melody, "Mainkan gitar ini, banyak cinta dari Ed".

Melody yang divonis penyakit langka bernama sindrom Rett pertama kali bertemu dengan Edward Christopher Sheeran atau Ed Sheeran pada November 2016. Ed Sheeran saat itu menawari alat instrumen yang dibubuhi tanda tanganga untuk kedua orang tua Melody, Karina dan Nigel Driscoll.

Hadiah ini diberi Ed untuk membantu keluarga Melidy mengumpulkan dana sekitar Rp 900 juta untuk 'pertempuran legal' dengan King's College Hospital mengenai obat penghilang rasa sakit Melody.

Nggak hanya itu, penyanyi, gitaris, penulis lagu, produser sekaligus aktor ini juga tetap menjaga komunikasinya dengan Melody lho, Bun. Bahkan Ed mengiriminya pesan dan menggelar 'konser' pribadi untuk Melody tepat sebelum dirinya manggung di O2 Arena di London tahun lalu.



"Mereka punya hubungan yang cukup dekat, Ed mengirim pesan video dan ia juga membelikannya Ipad sehingga Melody bisa terus mendengar musik," kata Karina kepada Independent.

Karina melanjutkan, Melody jelas sangat sayang pada Ed. Saat dirawat di RS aja dia 'dikelilingi' Ed Sheeran, dari mulai bantal hingga boneka semua berbentuk Ed Sheeran. Buat Ed Sheeran, Melody adalah sumber inspirasinya.



Sindrom Rett yang dialami Melody disebut tidak dapat disembuhkan karena sindrom ini memengaruhi perkembangan otak sehingga menyebabkan bocah itu tidak bisa berjalan, bicara dan bisa meninggal kapan saja. Para dokter di Rumah Sakit London's King's College memberi Melody dengan morfin dan Streoid untuk meringankan sakit perut Melody.

"Kedatangan Ed untuk Melody sangat indah karena kami benar-benar kewalahan melihat Melody yang kesakitan," kata Karina dilansir Mirror.

Karina melanjutkan, Melody memang tidak mampu untuk bicara tapi ia sangat menakjubkan dengan kepribadiannya yang ceria. Namun dunia keluarga ini seketika hancur ketika dokter mengumumkan bahwa pengurang rasa sakit yang diberikan Melody bisa memicu gangguan pada livernya.

Sang ibu berkata, ia lebih memilih Melody punya hidup satu tahun dengan kebahagiaan dibanding 5 tahun dengan kesakitan. Kedua orang tua Melody sangat takut melihat anaknya berjuang melawan kesakitan.

"Kami seperti mendengar Melody berteriak kesakitan sambil menunjuk ke perutnya seolah berkata, 'Kenapa ibu tidak menolongku?'," tutur Karina.

Dikutip dari Mayo Clinic sindrom Rett adalah kelainan genetik neurologis dan perkembangan genetik yang memengaruhi perkembangan otak, menyebabkan ketidakmampuan progresif untuk menggunakan otot dalam gerakan mata dan tubuh dan ucapan. Umumnya sindrom ini terjadi pada anak perempuan.

Sebagian besar bayi dengan sindrom Rett berkembang normal pada awalnya, namun setelah berusia sekitar 6 bulan, mereka kehilangan kemampuannya. Misalnya kemampuan merangkak, berjalan, berkomunikasi atau menggunakan tangan.

Seiring berjalannya waktu, anak-anak dengan sindrom Rett mengalami peningkatan masalah dengan penggunaan otot yang mengendalikan gerakan, koordinasi dan komunikasi. Sindrom Rett juga bisa menyebabkan kejang dan kecacatan intelektual.

Meskipun tidak ada obat untuk sindrom Rett, perawatan potensial sedang dipelajari. Perawatan saat ini berfokus pada serta peningkatan gerakan dan komunikasi dan memberikan perawatan dan dukungan untuk anak-anak dan orang dewasa dengan sindrom Rett dan keluarga mereka.

(rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi