aktivitas

Ajarkan Keselamatan Berkendara Juga Bisa Bangun Karakter Anak Lho

Amelia Sewaka 11 Mar 2018
Ajarkan Keselamatan Berkendara Juga Bisa Bangun Karakter Anak Lho/ Foto: Dok. Thinkstock Ajarkan Keselamatan Berkendara Juga Bisa Bangun Karakter Anak Lho/ Foto: Dok. Thinkstock
Jakarta - Jika berharap kelak disiplin berlalu lintas tercipta, maka sejak dini kita perlu banget menanamkan keselamatan berkendara. Nah, mengajarkan keselamatan sejak dini ini juga berarti kita tengah berikhtiar membangun karakter anak.

Terkait keselamatan berkendara, coba lihat deh, Bun, di jalanan masih banyak yang belum peduli dengan keselamatan anak saat saat berkendara. Misalnya masih banyak ditemukan anak-anak yang belum usianya sudah mengendarai sepeda motor. Padahal surat izin mengemudi (SIM) baru diberikan saat anak berusia 17 tahun. Kalau belum punya SIM tentu belum boleh mengendarai sepeda motor atau mobil.

"Keselamatan itu harus diajarkan sejak dini pada anak, karena dari situ bukan hanya keselamatan yang kita ajarkan ke anak tapi juga karakter buildingnya juga," papar Wahyu Minarto, founder komunitas Safe Kids Indonesia dalam acara 'Carseat Chat' di Routine Coffee & Eatery, Bintaro, Minggu (11/3/2018).



Kata pria yang akrab disapa Paman Billie ini, perilaku merupakan sesuatu yang tercipta karena kebiasaan. Kalau anak berperilaku aman maka itu bisa membentuk karakternya pula. Misal anak jadi tahu usia yang diperbolehkan untuk mengemudi, atau anak juga jadi tahu menyebrang jalan hendaknya di zebra cross bukan di sembarang tempat.

Menurut Paman Billie, keselamatan anak adalah segala daya dan upaya mengenali bahaya dan mereduksi risiko untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas cedera bagi anak. Ini penting lantaran selama ini beberapa orang tua masih ada lho yang miskonsepsi soal keselamatan.

"Merasa selalu hati-hati, dan terbiasa akan sesuatu tapi tidak berimbas apa-apa terutama pada anak jadinya ya sudah pede aja jadi nggak melakukan proteksi apapun," ungkap Paman Billie.

Lalu orang tua pikir yang namanya safety itu hanya berlaku pada suatu industri dan tidak terlalu berlaku pada urusan keluarga. "Merasa anak di rumah dan sudah diawasi dan merasa nggak akan terjadi apa-apa jadi nggak mempersiapkan apapun soal keselamatan anak apalagi ketika berkendara sama anak," tutur Paman Billie.

Miskonsepsi yang lain adalah, kecelakaan yang terjadi itu adalah takdir. Ya memang benar sih, Bun, itu udah takdir tapi nggak berarti kita diam aja kan? Karena kita bisa lho berikhtiar melalui tindakan pencegahan.



Safety sendiri terdiri dari standardisasi dan regulasi. Misal seperti pemakaian carseat. "Pemakaian car seat nggak bisa asal anak yang penting pakai car seat. Harus dicek juga standardisasi sama regulasinya," tutur Paman Billie.

Dari pengalaman, Paman Billie menuturkan, kebanyakan orang tua masih ragu pakai carseat karena menjauhkan anak dan ibunya sehingga nggak bisa bonding. "Sebenarnya banyak kok parents yang ingin tahu (soal car seat) tapi kadang kurang dapat informasi dan edukasi," imbuh Paman Billie. (aml/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi