aktivitas

Seorang Ibu Dipecat karena Tingkah Putrinya di Instagram

Asri Ediyati 17 Mei 2018
Seorang Ibu Dipecat karena Tingkah Putrinya di Instagram/ Foto: Instagram Seorang Ibu Dipecat karena Tingkah Putrinya di Instagram/ Foto: Instagram
Los Angeles, California - Bintang media sosial cilik umumnya mengunggah konten positif di akunnya karena pasti banyak fans yang akan melihatnya. Tapi, gadis cilik asal California ini menarik perhatian yang cukup besar di Instagram sebab tingkahnya yang dianggap menyimpang.

Ia dikenal sebagai 'Lil Tay', bintang Instagram yang masih berusia sembilan tahun. Tahu nggak, Bun? Bahkan konten di Instagram Lil Tay menyebabkan ibunya dipecat dari pekerjaan. Lil Tay mulai mengundang perhatian publik pada bulan Februari tahun ini. Kontennya yang sensasional membuat warganet marah dan miris.

Foto-foto Instagram menunjukkan dia memegang tumpukan uang tunai, berpose dengan mobil-mobil mahal dan mengenakan pakaian buatan desainer ternama. Tapi statusnya sebagai 'gadis kaya' bukan satu-satunya hal yang menarik perhatian orang. Soalnya Lil Tay juga sering mengucapkan kata-kata yang kurang pantas. Anak itu menyebut dirinya 'flexer (tukang pamer) termuda abad ini' dan dengan bebas menghina orang secara online.

"Ini harganya Rp 2,8 miliar dan saya baru berusia 9 tahun. Saya nggak punya SIM tapi saya bisa mengendarai mobil sport ini. Rapper favoritmu bahkan tak bisa melakukannya seperti Lil Tay," katanya di salah satu video di Instagram-nya.

Lil Tay sendiri telah berkolaborasi dengan beberapa rapper dan sesama selebriti internet seperti Jake Paul. Sebagian besar orang-orang menontonnya hanya untuk lelucon. Namun nggak sedikit juga komentar-komentar di video Instagram-nya yang menyebutnya 'palsu', manja dan anak [https://www.haibunda.com/mom-life/d-4001018/kata-sabai-dieter-tentang-posting-foto-anak-di-medsos] yang nggak tahu apa-apa.

[Gambas:Instagram]


Diberitakan Vice, ibu Lil Tay, Angela Tian yang bekerja sebagai agen real estate di Pacific West Realty di Vancouver, Kanada, dipecat karena video anaknya. Dalam sebuah wawancara dengan Global News, mantan bos Angela, David Yang mengungkapkan Angela memberikan Mercedes Benz 500 SL milik David pada putrinya tanpa izin untuk kebutuhan video Lil Tay.



Namun, sang ibu sendiri mengaku nggak sadar anaknya sedang merekam video untuk Instagram. Dia juga mengizinkan putrinya untuk memamerkan kekayaannya yang palsu di sebuah apartemen mewah yang sedang dalam proses penjualan. Angela mengaku mengundurkan diri. Tapi Jim Lew, direktur pengembangan bisnis untuk Pacific Place Group, mengatakan kepada Daily Hive bahwa Angela secara resmi dipecat.

"Ketika kami mengetahui tentang kegiatan ini minggu lalu, kami harus memecatnya," kata Lew.

Setelah berita tentang status pekerjaan Angela menjadi viral, orang-orang dengan cepat menyalahkan Lil Tay. Orang-orang berpikir bocah sembilan tahun itu terlalu berlebihan dengan perilaku buruk dan bahasa kotornya.

"Good job untuk membuat ibumu dipecat," tulis seorang pengguna Instagram.

Tetapi banyak warganet lain yang menyalahkan Angela karena membiarkan putrinya bertindak seperti itu. Memang, kalau anak masih berumur sembilan tahun seperti Lil Tay seharusnya bisa dikendalikan dan di bawah supervisi orang tuanya ya, Bun. Soal akun medsos anak, menurut psikolog anak dari Tiga Generasi, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, memang berisiko membuatkan akun medsos untuk anak karena kan sebenarnya untuk punya akun medsos pastinya ada batasan usia tertentu.

"Tapi tetap sih semua keputusan atas apa yang dilakukan adalah hak orang tua masing-masing asalkan tahu risikonya," ungkap Vera.

Adapun kalau orang tua nggak teliti ketika membuatkan akun medsos anak bisa berdampak macam-macam. Kata Vera. mungkin kalau orang tua bisa menjaga segala risiko, pasti akan baik-baik saja. Tapi kalau terlalu berlebihan dampak jangka panjangnya anak bisa jadi bentar-bentar selfie dan akhirnya jadi self centered, terlalu fokus sama dirinya sendiri karena medsos-nya berisi dirinya semua.

Wah, ini bisa jadi peringatan kita sebagai orang tua agar lebih hati-hati lagi ketika mengenalkan medsos ke si kecil ya, Bun. Mungkin belum terlihat sekarang, tapi dampak jangka panjangnya akan sangat berpengaruh terhadap psikologis anak.

(aci/rdn)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi