aktivitas

So Sweet! Cerita Persahabatan 2 Balita dengan Down Syndrome

Asri Ediyati 27 Mei 2018
So Sweet! Cerita Persahabatan 2 Balita dengan Down Syndrome / Foto: thinkstock So Sweet! Cerita Persahabatan 2 Balita dengan Down Syndrome / Foto: thinkstock
Grand Forks, North Dakota - Memang, menurut studi bayi lebih senang bertemu dengan bayi lain dibanding orang dewasa. Seperti Clara dan Cutler nih, keduanya memiliki down syndrome dan kekompakkan mereka seperti anak kembar. Padahal, mereka nggak punya hubungan darah.

Clara dan Cutler menghadiri sesi terapi fisik, okupasi, dan terapi wicara bersama dua kali seminggu. Mereka juga sering main bareng, nonton film, bahkan tingkah jahilnya pun kompak, lho. He-he-he.

"Semua orang terpesona dengan persahabatan mereka. Semua orang jatuh cinta pada mereka," kata ibu Cutler, Amy Sanders, dikutip dari SWNS.

Amy (34), menjelaskan bahwa dia dan teman masa kecilnya Lana Beaton (39) terhubung kembali ketika Lana hamil Clara dan menemukan Clara akan dilahirkan dengan kondisi down syndrome.

"Saya pikir berhubungan dengan Amy, kita mungkin menjadi pendukung yang baik satu sama lain. Saya mengiriminya pesan yang menanyakan apakah Cutler memiliki kromosom ekstra seperti Clara dan Amy membalasnya satu jam kemudian," tutur Lana dikutip dari Insider.

Clara juga dilahirkan dengan masalah kesehatan lain sehingga butuh operasi jantung terbuka pada usia 3 bulan dan sekarang ia diberi makan melalui G-tube di perutnya. Dia juga memiliki penyakit Hirschsprung, suatu kondisi yang memengaruhi saraf di usus besar. Amy dan Lana nggak cuma menemukan dukungan satu sama lain, tetapi hubungan antara Clara dan Cutler jelas terlihat dari pertemuan pertama mereka.

"Kami membaringkan bayi-bayi itu di atas selimut dan mereka mulai saling menyentuh. Kita bisa melihat ada hubungan di antara mereka," kata Lana.

So Sweet! Cerita Persahabatan 2 Balita dengan Down Syndrome So Sweet! Cerita Persahabatan 2 Balita dengan Down Syndrome / Foto: SWNS via Mirror




Amy mengatakan Clara yang lebih ekstrovert sangat berpengaruh pada putranya, Cutler, yang pendiam dan pemalu.

"Clara sangat ramah dan dia akan memberi tahu kita apa yang sedang terjadi. Cutler pemalu dan pendiam. Dia mengagumi orang dari jauh tetapi dia pasti lebih berhati-hati daripada Clara," tutur Amy.

Ketika Clara dirawat di rumah sakit karena berbagai kondisi, Lana mengatakan dia merindukan temannya dan sering menonton video Cutler dari tempat tidurnya di rumah sakit.

"Clara adalah anak yang rapuh secara medis, jadi kami selalu keluar masuk rumah sakit. Tapi mereka tetap berhubungan dengan video, dan itu bagus," ujar Lana.

Kedua ibu, yang telah membuat blog bernama Clara & Cutler untuk mendokumentasikan hubungan anak-anaknya mengatakan mereka berharap buah hatinya akan menemukan dukungan satu sama lain saat tumbuh dewasa.

"Cutler memiliki pertemanan luar biasa dengan Clara. Mereka membuat hati saya bahagia," tutup Amy.

(rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi