aktivitas

Dear Bunda dan Ayah, Jangan Lengah Saat Ajak Anak Bermain di Air

Melly Febrida Selasa, 06 Nov 2018 - 14.27 WIB
Ilustrasi anak main di air/ Foto: iStock Ilustrasi anak main di air/ Foto: iStock
Jakarta - Anak-anak umumnya senang banget saat main di air. Contohnya saat main di kolam renang, pantai, atau bak mandi. Tapi, Bunda dan Ayah nggak boleh lengah. Terutama bagi anak di bawah usia lima tahun, risiko mereka tenggelam besar banget.

Data statistik yang dikeluarkan Royal Life Saving Society menunjukkan ada 965 anak di bawah lima tahun yang meninggal akibat tenggelam di Australia dalam 25 tahun terakhir. Dari 965 kasus, kolam renang menjadi lokasi utama tenggelamnya anak usia 0-4 tahun. Sekitar 52 persen anak meninggal karena tenggelam terjadi antara 1 Juli 2002-30 Juni 2018.

"Kehilangan 965 anak-anak kecil karena tenggelam itu sungguh menyakitkan. Sebagai ibu dari anak laki-laki berusia 2 tahun, sangat menakutkan mengetahui bahwa tenggelam menjadi salah satu penyebab utama kematian yang tak disengaja pada anak-anak di bawah lima tahun," kata Manajer Kebijakan dan Penelitian Royal Life Saving Society, Amy Peden, kepada Kidspot.



Kata Amy, kebanyakan orang tua merasa lebih aman di rumah. Padahal, sebagian besar anak-anak tenggelam di lingkungan rumah, baik di kolam plastik, kolam renang atau bak mandi. Untuk itu, orang tua perlu menyadari bahaya anak beraktivitas di air dan melakukan tindakan pencegahan. Royal Life Saving Society pun mendesak semua orang tua dan walinya untuk lebih memperhatikan dan waspada saat anak berkegiatan di air.

Ilustrasi anak main di airIlustrasi anak main di air/ Foto: iStock
"Hanya perlu beberapa saat bagi seorang anak untuk menyelinap pergi tanpa diketahui, jatuh ke dalam air dan tenggelam," kata Justin Scarr, CEO Royal Life Saving Society Australia.

Menurut Justin, seringnya musibah tenggelam terjadi dengan cepat. Bagi orang tua, Justin menyarankan untuk mengawasi anak-anak. Pusatkan perhatian pada anak dengan nggak sibuk main gadget, main dengan anak lain atau meninggalkan anak meski hanya sebentar tanpa pengawasan orang dewasa lain.

Mengenai bahaya tenggelam ini, Bunda juga perlu ingat risiko anak tenggelam bisa juga terjadi saat berenang di kolam plastik, yang dapat ditiup-kempiskan sendiri di rumah.

"Hanya beberapa inchi air saja di kolam plastik, itu cukup berisiko menenggelamkan anak. Selama ini, kita sering berpikir risiko anak tenggelam hanya terjadi di kolam renang yang luas, memiliki kedalaman tertentu, dan merupakan fasilitas umum," tutur Dr Nina Saphiro, direktur THT Anak di Mattel Children's Hospital of the University of California, Los Angeles, dikutip dari Health Day.

Untuk itu, Bun, Royal Life Saving memberi tips keselamatan yang bisa dilakukan orang tua untuk mencegah anak tenggelam saat beraktivitas di air.

1. Aktif mengawasi anak-anak di sekitar air
2. Hindari asyik melakukan kegiatan lain, misalnya main gadget
3. Ajari anak agar lebih berhati-hati ketika berada di dekat air
4. Belajar memberi pertolongan pertama saat anak tenggelam

(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi