aktivitas

4 Tips agar Kolam di Rumah Tak Bahayakan Anak, Ortu Wajib Tahu

Siti Hafadzoh Jumat, 16 Nov 2018 - 12.00 WIB
Ilustrasi anak main di kolam/ Foto: iStock Ilustrasi anak main di kolam/ Foto: iStock
Jakarta - Membuat kolam renang atau kolam ikan di rumah memang menambah estetika. Tapi, keberadaan kolam bisa berbahaya bagi anak, Bun. Terutama bayi dan balita. Kemarin, cucu Menko Polhukam Wiranto yang bernama Achmad Daniyal Alfatih meninggal dunia. Bayi berusia 1 tahun empat bulan ini meninggal karena tercebur di kolam ikan yang ada di rumahnya.

Ayah Achmad, Abdi Setiawan sudah menerima ikhlas kepergian putra kecilnya itu. Ia mengatakan bahwa tidak ada yang sadar bahwa saat itu Achmad tercebur di kolam.

"Jadi Achmad itu lagi main di situ. Kebetulan di samping sana ada kolam ikan. Kemudian dia lompat karena sudah aktif gitu, akhirnya dia lompat ke air tanpa ada yang memperhatikan. Akhirnya, pas kembali, pas ada orang rumah lihat, langsung diambil tindakan terus dibawa," kata Abdi kepada detikcom.

Ketika memiliki kolam di area rumah, orang tua memang harus sangat berhati-hati dan memperhatikan keselamatan dan keamanan anak di sekitar kolam. Dilansir Parents, berikut 4 hal yang harus diperhatikan ketika memiliki kolam di area rumah.

1. Ketahui keberadaan anak setiap saat

Selalu awasi aktivitas anak ya, Bun. Terlebih kalau di rumah Bunda ada kolam atau bak mandi yang besar. Ketika anak menghilang dari pandangan, tempat pertama yang harus dicek adalah kamar mandi dan kolam. Dikhawatirkan, anak sedang bermain sendirian di dekat kolam.



2. Pasang pagar di sekitar kolam

Pagar pembatas ini bertujuan agar anak nggak bisa langsung mengakses langsung ke kolam. Idealnya, tinggi pagar sekitar 1,2-1,5 meter. Pasang juga pengait di pintu pagar. Pengait tersebut harus lebih tinggi dan sulit dijangkau oleh anak, terutama balita.

Ilustrasi anak main di kolamIlustrasi anak main di kolam/ Foto: iStock
3. Jangan tinggalkan mainan di dekat kolam

Anak akan tertarik untuk main di kolam kalau mereka melihat mainannya di sana. Selain itu, orang tua juga baiknya tidak menyimpan benda yang menyerupai mainan dan menarik perhatian anak.

4. Antisipasi keadaan gawat darurat

Bunda dan Ayah perlu menyimpan peralatan yang dibutuhkan ketika terjadi keadaan darurat di dekat kolam. Misalnya, P3K dan telepon. Penghuni rumah, termasuk pengasuh dan asisten rumah tangga juga perlu mempelajari CPR (Cardiopulmonary Resuscitation). CPR merupakan pertolongan pertama pada orang yang berhenti bernapas karena sebab tertentu.

Kejadian meninggalnya cucu Wiranto menjadi pelajaran bagi seluruh orang tua agar tidak melepaskan pandangan dari kegiatan anak di mana pun. Apalagi, ketika di rumah ada kolam renang atau kolam ikan. Jangan biarkan anak bermain-main di sekitar kolam tanpa pengawasan ya, Bun.

(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi