aktivitas

Stimulasi untuk Anak 0 - 24 Bulan Agar Tumbuh Kembangnya Optimal

Yuni Ayu Amida Selasa, 29 Jan 2019 - 16.09 WIB
Ilustrasi stimulasi anak/ Foto: iStock Ilustrasi stimulasi anak/ Foto: iStock
Jakarta - Tahukah Bunda bahwa 1.000 hari pertama kehidupan anak adalah masa emasnya. Di masa tersebut, penting bagi Bunda untuk memperhatikan tumbuh kembang si kecil, termasuk stimulasi yang diberi agar tumbuh kembangnya optimal.

Menurut psikolog anak dan keluarga, Dr Rose Mini Agoes Salim yang akrab disapa Bunda Romy, mengenai pertumbuhan buah hati terutama di 1.000 hari pertama kehidupan mereka tidak lepas dari kondisi psikologis sang ibu, baik saat mengandung sampai setelah melahirkan. Sangat wajar jika pada ibu timbul kecemasan. Nah, kecemasan ini yang harus diatasi agar tidak berpengaruh menjadi overstimulasi pada buah hati atau sebaliknya.

"Cara mengatasinya adalah ibu harus memperbanyak pengetahuan, memilah informasi yang mereka terima, dan melakukan stimulasi yang tepat yang tidak berdasarkan tren yang ada," kata Bunda Romy dalam Talkshow Perawatan Esensial di Momen Emas Kehidupan sang Buah Hati di Restaurant Seribu Rasa, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (29/1/2019).

Ilustrasi stimulasi anakIlustrasi stimulasi anak/ Foto: iStock
Lebih lanjut, Bunda Romy menjelaskan stimulasi perlu dilakukan untuk mengembangkan kemampuan kognitif, fisik, dan sosial emosi anak. Stimulasi saat 270 hari pertama dapat dilakukan lewat suara maupun sentuhan atau tekanan lembut. Sedangkan, stimulasi untuk anak usia 0-24 bulan dapat dengan aktivitas bermain maupun keseharian, misalnya saat menyusui.



Nah, berikut ini beberapa tips yang dapat Bunda terapkan untuk menstimulasi anak usia 0-24 bulan.

1. Cek apakah tumbuh kembang anak sudah sesuai usianya. Jika belum, konsultasikan lebih lanjut ke psikolog maupun dokter tumbuh kembang.

2. Gunakan aktivitas sehari-hari maupun bermain untuk media stimulasi yang dapat mengembangkan potensi.

3. Sesuaikan cara stimulasi dengan karakteristik dan tugas perkembangan anak.

4. Dampingi dan responsif terhadap setiap tindakan dan pertanyaan anak.

5. Beri kesempatan untuk mengeksplorasi lingkungan tanpa banyak larangan dengan tetap menjaga keamanan.

6. Harus ada kerjasama Bunda dan Ayah.




(yun/rdn)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi