sign up SIGN UP search


cerita-bunda

Aku Baby Blues karena ASI, Malah 'Diteror' Keluarga Beri Si Kembar Susu Formula

Sahabat HaiBunda Rabu, 27 Jan 2021 17:10 WIB
Teror keluarga bikin drama ASI
Menyusui caption

Ternyata menjadi seorang newmom berat dan penuh tantangan, setiap malam begadang, lelah mata sembab karena menangis saat berusaha menyusui, ditambah ASI yang menetes hanya sedikit sedangkan harus menyusui dua bayi. Tidak hanya susah menyusui bahkan puting saya harus lecet karena pelekatan saat DBF yang salah.

Inilah yang harus dilakukan para newmom bahwa perlu untuk datang ke klinik laktasi atau BKIA (Balai Kesehatan Ibu dan Anak) untuk belajar cara meng-ASI-hi yang benar tanpa rasa sakit.

Pertentangan Keluarga


Karena Hyolyn selalu menangis tiap kali menyusu, saya pun harus merasakan ‘intimidasi’ dari keluarga. Keluarga tidak tega melihat Hyolyn dan memaksa saya untuk memberikan susu formula, maklum orang tua masih berpikir bahwa bayi menangis karena lapar dan kurang susunya. Akhirnya suami memutuskan untuk menemani saya datang ke konselor laktasi ditemani kedua Ibu saya karena harus membawa Hyorin dan Hyolyn.

Pertemuan dengan konselor laktasi membuahkan hasil, di sisa masa cuti saya bekerja, saya mampu mengasihi secara langsung kedua putri saya. Namun saat saya harus kembali bekerja, saya harus merelakan untuk tidak bisa menyusui.

Ya pumping adalah jalan satu satunya saya tetap bisa memberikan hak asi untuk kedua putri saya. Dan benar di usia 4 bulan, putri saya kembali bingung puting bahkan tidak mau untuk direct breastfeeding lagi.

Tapi saya tak menyerah, saya tetap pumping di tengah kesibukan saya bekerja. Alhamdulillah dengan perjuangan full pumping hingga saat ini saya masih bisa mengASI-hi kedua putri saya yang sudah berusia 19 bulan.Bahkan ASI hasil pumping-an saya juga bisa bermanfaat untuk beberapa anak susuan saya.

Allah Maha Baik mencukupkan ASI untuk kedua putri saya dan beberapa anak susuan saya. Terima kasih kepada suami dan keluarga yang selalu mendukung saya memberikan hak asi untuk kedua putri kembar saya.

Semoga Hyorin dan Hyolyn tumbuh dan berkembang menjadi anak yang sehat.

Wassalamualaikum wr, wb.

(Cerita Bunda Cika, tidak memberikan lokasi)

(ziz/ziz)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi