sign up SIGN UP search


menyusui

5 Manfaat ASI Eksklusif, Cerdaskan Otak Bayi Hingga Langsingkan Tubuh Bunda

Tim HaiBunda Selasa, 19 Jan 2021 09:40 WIB
Young mother breastfeeding  her newborn baby boy at home caption
Jakarta -

HaiBunda! Memberikan ASI eksklusif bagi Si Kecil tercinta tentunya menjadi dambaan setiap Bunda. Mampu memberikan ASI tanpa hambatan selama 6 bulan pertama sebelum memberikan MPASI bisa jadi merupakan ikatan terindah yang Bunda dan Si Kecil rasakan. Apalagi bila Bunda mampu memberikan ASI hingga Si Kecil menginjak usia dua tahun.

Namun pada kenyataannya memberikan ASI eksklusif tidaklah semudah yang dibayangkan. Apakah Bunda juga mengalami hal serupa? Jika iya, yuk simak ulasan lengkap tentang pemberian ASI secara eksklusif berikut ini.

Pentingnya memberikan ASI eksklusif

Sejak beberapa tahun belakangan, pemerintah menyarankan pemberian ASI eksklusif. Berbagai cara dilakukan untuk mendorong para ibu agar mampu memberikan ASI secara eksklusif kepada bayi. Memang tidak mudah untuk memberikan ASI kepada buah hati mengingat ada banyak sekali hambatan dan kesulitan yang akan dihadapi.

Namun percayalah Bunda, bahwa ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi kita. Manfaat dari pemberian ASI eksklusif juga sangat banyak:


1. Bayi tidak gampang sakit

Bayi yang minum ASI secara eksklusif tidak akan gampang sakit. Justru bayi yang minum ASI tubuhnya akan jauh lebih kuat. Ini karena ASI mengandung banyak zat gizi yang sangat baik bagi bayi. Kandungan ASI meliputi zat antibodi yang mampu membuat tubuh bayi lebih kuat.

2. ASI cerdaskan otak bayi

ASI juga mengandung asam lemak yang baik bagi perkembangan otak Si Kecil. Oleh sebab itu, pemberian ASI mampu mencerdaskan otak si kecil.

3. Bayi tidak akan overweight sebanyak apa pun ASI diberikan

Bayi yang diberikan ASI eksklusif sejak kecil juga akan memiliki berat badan yang ideal. Tidak seperti susu formula, ASI mengandung sedikit insulin. Sehingga meski diberikan dalam jumlah banyak, ASI tidak akan menimbulkan timbunan lemak pada tubuh bayi. Sebaliknya, bayi yang diberikan ASI akan memiliki lebih banyak hormon leptin yang berperan dalam metabolisme lemak serta menekan nafsu makan.

Mother breastfeeding her baby boy in arms, sitting on bed.Ilustrasi menyusui/ Foto: iStock

4. ASI bikin tubuh langsing

Selain bermanfaat bagi bayi, pemberian ASI eksklusif juga sangat bermanfaat bagi Bunda. Sebab, ibu yang memberikan ASI akan mampu menurunkan berat badan lebih cepat dibandingkan ibu yang tidak menyusui. Setidaknya Bunda telah membakar 500 kalori setiap hari hanya dengan menyusui.

5. Bonding kuat dengan anak

Menyusui juga mampu meningkatkan ikatan emosi antara Bunda dan si kecil. Dengan begitu bonding terhadap buah hati akan lebih terasa. ASI juga bisa dijadikan sebagai KB alami. Keberhasilan metode KB alami melalui proses menyusui tingkat keberhasilannya cukup tinggi lho, Bun.

Mengenal kualitas ASI dengan baik

Saat ini ada banyak sekali informasi yang tersedia tentang pentingnya memberikan ASI eksklusif. Namun sebagian orang masih ragu untuk memberikan ASI eksklusif dikarenakan takut akan kualitas gizi dari ASInya. Agar Bunda juga tidak salah informasi, tidak ada salahnya kita sama-sama belajar tentang kualitas ASI.

Nilai gizi dari ASI memang sudah tidak diragukan lagi. Namun, tidak semua ASI yang dihasilkan oleh setiap ibu sama. Kita dapat mengenali kualitas ASI yang baik dari warnanya. Para ibu percaya bahwa normalnya warna asi adalah putih. Padahal warna ASI normal berbeda-beda tergantung dari jenis serta tingkat kematangan ASI.

Ibu yang baru melahirkan dengan ibu yang sudah pernah melahirkan akan memiliki warna ASI yang berbeda. ASI yang pertama kali keluar saat melahirkan akan berwarna kekuningan atau yang biasa kita kenal dengan istilah kolostrum. Setelah empat hari, ASI yang keluar akan berwarna putih dan lebih encer. ASI ini dikenal dengan ASI transisi.

Setelah satu hingga 2 minggu maka warna ASI akan berubah dan terbagi menjadi dua jenis; foremilik dan hindmilk. Foremilk adalah ASI bening yang dihasilkan di awal dan hindmilk adalah ASI yang kental agak kuning yang merupakan ASI akhir. Namun pada dasarnya semuanya baik dan berkualitas untuk bayi.

ASI tidak boleh diberikan jika berwarna hitam, hijau, pink, merah, oranye atau kecokelatan. Karena dipastikan ada masalah pada makanan dan kesehatan sang ibu. Jika Bunda mendapati ASI yang demikian sebaiknya Bunda segera melakukan konsultasi dengan dokter. Bunda bisa melakukan pumping dengan pompa ASI lalu membawa ASI berwarna tersebut ke dokter.

Tips agar ASI lancar

Memberikan ASI secara eksklusif tidak hanya bisa dilakukan oleh ibu yang tidak bekerja. Meski Bunda harus bekerja, memberikan ASI secara eksklusif tetap bisa dilakukan. Baik diberikan secara langsung maupun melalui ASI perah keduanya sama-sama memiliki manfaat yang baik bagi bayi.

Sedangkan untuk tetap mempertahankan ikatan batin antara Bunda dan si kecil, coba siasati dengan memberikan susu langsung pada saat Bunda berada di rumah. Kendala yang paling sulit untuk dihadapi adalah ketika produksi ASI menurun. Jika hal ini terjadi,Bunda jangan panik dan stres. Bunda bisa mencoba beberapa cara dan tips agar ASI lancar.

Selama Bunda mencoba, jangan sampai terjadi putus ASI karena bayi akan bingung dan kebanyakan kasus justru bayi tidak mau menyusu lagi. Cobalah bergabung dengan komunitas ASI dan minta bantuan bank ASI agar asupan ASI tetap lancar bagi Si Kecil. Sementara itu Bunda bisa mencoba dengan mengonsumsi ASI Booster.

Bunda bisa berkonsultasi kepada dokter atau ahli mengenai ASI booster yang baik dan sesuai dengan kebutuhan tubuh. Booster ASI tidak hanya berbentuk multivitamin ya, Bun. Tersedia juga booster ASI alami yang bisa Bunda dapatkan dengan mudah dan pastinya aman.

Booster ASI atau makanan pelancar ASI alami yang bisa Bunda coba adalah sayur-sayuran berwarna hijau. Bayam bisa menjadi salah satu asi booster pilihan Bunda. Sayuran hijau yang satu ini mengandung banyak sekali zat besi yang mampu meningkatkan produksi ASI.

Selain bayam, Bunda juga bisa mencoba daun katuk, jantung pisang dan juga pare. Meski rasanya kurang nikmat, jika baik bagi Bunda dan Si Kecil mengapa tidak?

ASI booster lainnya yang bisa Bunda coba adalah susu almond. Khasiat susu almond pelancar ASI sudah diketahui sejak beberapa lama namun belum banyak orang yang mengetahui. Beruntungnya Bunda karena kini ada banyak susu almond siap minum yang bisa didapatkan dengan mudah.

Tips lainnya agar ASI Bunda tetap lancar adalah dengan rutin memompa ASI. Jika Si Kecil sedang tidak ingin minum susu, Bunda bisa menyimpan ASI hasil perahan Bunda ke dalam kantong ASI.

Pastikan Bunda menyimpan ASI dengan benar ya. Bunda bisa menggunakan kantong ASI kualitas baik agar ASI tetap terjaga dengan baik dan tidak rusak selama disimpan. Alasan penyimpanan kantong ASI harus benar karena dengan cara menyimpan ASI yang baik dan benar maka ASI akan bertahan hingga berbulan-bulan.

Dalam suhu ruang atau dalam suhu sekitar 25 derajat Celsius, ASI bisa bertahan baik hingga 6 jam. Jika Bunda sedang berada di luar rumah Bunda bisa menggunakan ice pack dalam kotak pendingin. Dengan demikian ASI bisa bertahan hingga 24 jam.

Namun ingat, sesampainya di rumah, segera simpan ASI dalam lemari pendingin. ASI yang disimpan dalam lemari pendingin mampu bertahan hingga 5 hari. Sedangkan jika disimpan dalam freezer maka ASI bisa bertahan hingga 3 - 6 bulan lamanya. Jangan lupa untuk menuliskan tanggal dan waktu pemompaan ASI sebelum menyimpannya di dalam kulkas ya, Bun.

Itulah tadi penjelasan tentang ASI. Apapun keadaannya Bunda perlu ingat bahwa ASI eksklusif adalah hal terbaik yang bisa Bunda berikan untuk buah hati. Jangan menyerah dan ragu untuk terus berusaha.

Jika Bunda mengalami kesulitan itu wajar dan Bunda tidak sendiri. Banyak ibu lainnya yang mengalaminya. Itulah mengapa penting bagi Bunda untuk terus memantau informasi pada situs parenting yang baik. Ikutlah juga komunitas - komunitas tentang ASI yang akan bermanfaat bagi Bunda. (PK)

Lihat juga video berikut mengenai perjuangan Winda 'Idol' dalam menyusui eksklusif dan dilakukan dengan dua tangan tertancap jarum infus:

[Gambas:Video Haibunda]



(ziz/ziz)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi