sign up SIGN UP search


cerita-bunda

Siang Itu Aku Bertengkar dengan Ayah, Malamnya Beliau Berpulang ke Rahmatullah

Sahabat HaiBunda Jumat, 09 Jul 2021 17:14 WIB
Kata Terakhir Kami Penuh Kebencian
Silhouette of a happy father holding his little child's arms and spinning him in circles on a summer day. caption

Seusai pengajian, aku nimbrung kenalan sama kakak-kakak itu. Aku kagum karena mereka 'tuh bicara kayak bintang sinetron di TV dengan gaya baju yang keren. Ngga pernah ada di kampungku gaya seperti mereka.

Ayah ternyata melihat kesempatan itu untuk membuka mataku soal pendidikan. Beliau mulai perbincangan dengan para kakak itu soal di mana mereka berkuliah.

“Kak, tolong bilang sama anak Om nih. Dia ngga mau kuliah, padahal Om ada uang,” Ayahku mulai mengarah.


Mumpung Om masih ada uang, masih ada umur. Kapan lagi coba? Coba Kak tolong bilang sama dia,” Ayah masih berusaha.

Kakak-kakak sepupu yang baik itu hanya diam dan senyum. Kakak tertua cuma bilang,”Oke Om, nanti aku tunjukkin ya kuliah yang bagus di Jakarta apa aja.”

Aku hanya diam tapi kesal setengah mati. Menurutku Ayah mempermalukanku. Jadilah aku pulang ngambek. Sampe rumah, aku masuk kamar, banting pintu.

Ngga lama Ayah menyusul. Begitu masuk rumah, Beliau langsung marah dengan reaksiku yang dia anggap ngga sopan. Ayah marah-marah depan kamarku, bilang aku begini-begitu.

Aku ngga kalah marah dengan ikutan membentak dari balik pintu. Mamak dan adikku memisahkan, tapi kayaknya Ayah marah banget. Begitu pun aku. Huhu, sedih lagi ingatnya.

Setelah itu Ayah pergi ngga tau ke mana. Aku ngambek kayak bocah di kamar. Ayah baru pulang sore harinya dan kata Mamak dia kelelahan mau langsung tidur.

Aku ngga ketemu lagi sama Beliau habis itu, huhu! Menurut Mamak, saat mau magrib Ayah ngga bisa dibangunin. Saat digoayang-goyang, badan Ayah sudah dingin, Bun.

Mamak menjerit dan langsung membuat kami panik. Adikku lari menuju rumah bidan Puskesmas lalu membawanya ke rumah. Dari pemeriksaan medis, Ayahku dinyatakan meninggal dunia karena serangan jantung.

Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un…

Itulah hari terakhir aku bicara sama Ayah. Nyesalnya ampun-ampun, Bun. Selesai penguburan, aku langsung nyari universitas swasta dengan jurusan Ekonomi.

Aku memang ngga bisa menyenangkan Ayah saat masih hidup. Tapi aku akan berusaha meluluskan keinginannya agar Beliau bahagia di sana. Maafkan aku, Ayah.

(Cerita Bunda M)

Mau berbagi cerita, Bunda? Share yuk ke kami dengan mengirimkan Cerita Bunda ke [email protected] yang ceritanya terpilih untuk ditayangkan, akan mendapat hadiah menarik dari kami.

(ziz/ziz)
HALAMAN :
ARTIKEL SELANJUTNYA
Share yuk, Bun!

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!