sign up SIGN UP search


cerita-bunda

Bocah Tetangga Baru Usia 5 Tahun Sudah Toxic, Mem-bully Fisik & Mental Anak Saya

Sahabat HaiBunda   |   Haibunda Senin, 24 Jan 2022 17:00 WIB
Ilustrasi sibling rivalry Ilustrasi/Foto: iStockphoto
Jakarta -

Halo Bun, selamat sore..

Boleh ikutan curhat ya Bun, siapa tahu dapat ilmu dari Bunda-bunda yang lain. Saya ibu satu orang anak usia 3,5 tahun. Permasalahan saya sepele tapi cukup membuat saya sedih.

Di lingkungan saya ada anak tetangga perempuan usia lima tahun lebih. Anaknya pintar ngomong, dia paling besar di antara anak-anak kecil yang lain di sini. Awal kami pindah ke sini, si anak ini sudah enggak suka sama anak saya. Sering kali mau memukul anak saya. Tapi karena ada saya, jadi dia enggak berani.


Tapi tiap anak saya mendekat, dia langsung teriak. Pernah saya biarkan main bareng di rumah, eh malah rebutan mainan dengan anak saya. Dan, dia malah enggak mau berbagi mainan padahal itu mainan anak saya.

Banner Skincare Penghilang Flek HitamFoto: HaiBunda

Perlu Bunda tahun bahwa anak saya saat itu baru berusia dua tahun. Pernah dia memukul perut anak saya hanya karena main di pos jaga. Saya mau nangis pas lihat itu, padahal posisinya anak saya main sendiri dan enggak ganggu dia.

Saya tanya kenapa dia memukul anak saya? Dia bilang enggak suka karena anak saya main di pos. Pernah juga melempar pasir ke anak saya.

Anehnya anak ini ketika di depan orang tuanya, dia kayak yang baik banget. Sampai sekarang setiap anak saya main di luar rumah, dia pasti sering neriakin anak saya. Padahal anak saya enggak ngapa-ngapain dan cuma melihat dia main.

Pernah saya biarkan mereka main berdua tanpa pengawasan. Anak saya nangis ngadu tangannya sakit, saya lihat kemudian ada lecet. Terus saya tanya kenapa dan katanya tangannya dipukul pakai batu.

Kalau anak saya mainan dengan anak lain, pasti anak lain dibisikin agar jangan main dengan anak saya. Dia langsung merayu teman main anak saya untuk mainan sama dia. Otomatis anak saya jadi pengen ikutan main, tapi baru mendekat anak saya sudah dimarahin.

Saya sudah sounding ke anak saya agar tidak dekat dengan dia. Saya suruh mainan sendiri aja, tapi namanya anak 3,5 tahun, Bun jadi masih sangat polos dan belum ngerti bahwa dia disakiti.

Kalau saya pantau tiap anak tetangga ini main di luar ternyata enggak pernah dipantau sama orangnya. Saya jadi sedih, Bun padahal anak saya cuma mau ikut main tapi selalu diteriakin. Apa yang harus saya lakukan ya, Bun? Apa saya yang terlalu baper? Kalau dibiarkan, anak saya menangis di dalam rumah karena dengar suara main anak-anak di luar. Terima kasih sebelumnya.

(Bunda Novia, tidak memberi lokasi)

Mau berbagi cerita, Bunda? Share yuk ke kami dengan mengirimkan Cerita Bunda ke [email protected] yang ceritanya terpilih untuk ditayangkan, akan mendapat hadiah menarik dari kami.

Simak juga video berikut mengenai Meisya Siregar yang gemas dengan pengasuh genit:

(ziz/ziz)
Share yuk, Bun!
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!