sign up SIGN UP search


cerita-bunda

Dear Bayiku yang Spesial, Bunda Berdoa Semoga Allah Angkat Penyakitmu

Sahabat HaiBunda   |   Haibunda Rabu, 02 Nov 2022 17:40 WIB
Woman holding 40 days old newborn baby boy sitting on a sofa in a living room after feeding to help him burp at home. Mother hugging baby boy at home Ilustrasi Cerita Bunda: Dear Bayiku yang Spesial/ Foto: Getty Images/Stefan Tomic
Jakarta -

#HaiBunda Assalamu'alaikum... Semua ini berawal dari saat lahir anak ketiga. Alhamdulillah, dokternya temanku sendiri dengan dibantu doa dan zikir, semua dilancarkan.

Saat itu, kami terpisah karena bayiku lahir prematur dengan berat 2,2 kg, seharusnya bayi normal 2,5 kg. Setelah diazankan oleh suami, bayiku dipindah rawat di NICU. Langit-langit mulutnya tidak lengkap saat di observasi.

Rasanya, beda sekali pulang bolak-balik tanpa bayi. Akhirnya, hari ketiga baru pulang dan bisa memeluknya. Saat menyusu, ada bunyi dari mulutnya. Seharusnya, saat bayi menyusu nggak ada bunyinya. Ingin rasanya menyusui Si Kecil, tapi karena saat itu ASI baru keluar sedikit, terpaksa diberi susu formula pakai dot.


Hari demi hari terlewati, bayiku harus bolak-bolak sakit dan harus ke rumah sakit. Bayiku harus dipasang feeding plate oleh dokter orthodontic. Akhirnya, bayiku bisa minum susu tanpa ada bunyi. Tapi kalau menyusu langsung, bayiku bingung puting. Jadi, mau nggak mau pakai dot, minum ASI atau sufor.

Harus dioperasi tapi...

Sebelum itu, bayiku skrining di rumah sakit periksa paru dan jantung. Bayiku ada pembengkakan jantung juga, jadi diberikan obat. Dia jadi mudah sakit, apalagi kalau tertular pasti berat badannya turun lagi.

Kalau sudah sehat lagi, baru berat badannya naik sedikit-sedikit. Rencananya mau tindakan operasi atau katerisasi, tapi tergantung BB kalau bisa 9 kg. Kalau BB masih 6 kg, ada banyak catatan serius, Bunda.

Suamiku lagi mengurus BPJS untuk bayi kami tercinta. Semoga Sang Maha melancarkan semua urusan bayi kami, baik operasi atau pun tidak. Aku selalu berdoa, 'Yaa Allah, sehatkan dan angkat penyakit bayiku hingga dewasa nanti, sehat wal afiat.

Ada rasa sedih, kaget, syok, melihat bayiku tersayang saat sakit. Rewel, menangis, beradu jadi satu. Rasa bahagia saat melihat tawanya, membuatku ingin selalu memeluk dan menjaganya. Bersyukur, aku bisa terus di samping bayiku.

Semoga nanti apa pun takdirnya, semoga bayiku tegar dan kuat menghadapi hidupnya dengan berbagai macam kesedihan dan kebahagiaan. Kehidupannya masih panjang...

Aku dititipkan anak ketiga spesial memang dengan perlakuan yang berbeda dari bayi biasa yang cukup bulan. Semoga aku bukan sekadar kuat dan tegar, tapi bersyukur bahwa bayiku adalah anak hebat bisa hidup di dunia dan beradaptasi.

Semoga para Bunda di luar sana kuat menghadapi dunia dengan bayi spesial, yang dipilihkan Sang Maha untuk kita. Apapun jawabannya, itu yang terbaik...

-Bunda NF, domisili disamarkan-

Mau berbagi cerita juga, Bun? Yuk cerita ke Bubun, kirimkan lewat email [email protected] Cerita terbaik akan mendapat hadiah menarik dari HaiBunda.

Simak juga curahan hati Juliana Moechtar tentang anaknya yang hobi mengoleksi sampah, usai sang ayah meninggal dunia, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(muf/muf)
Share yuk, Bun!
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bundapedia
Ensiklopedia A-Z istilah kesehatan terkait Bunda dan Si Kecil
Rekomendasi
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
ARTIKEL TERBARU
  • Video
detiknetwork

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!