sign up SIGN UP search


haibunda-squad

Ini Hal Penting yang Perlu Bunda Pahami Sebelum Melakukan Tes IQ pada Anak

ANNISAAFANI   |   Haibunda Rabu, 01 Jun 2022 11:51 WIB
Portrait of little Asian boy sitting at his desk doing homework against white background. Ilustrasi tes IQ anak/Foto: Getty Images/iStockphoto/tylim
Jakarta -

Saat ini, hasil tes IQ atau intellectual quotient menjadi hal yang penting. Bahkan, beberapa sekolah saat ini juga menambahkan hasil tes tersebut dalam proses pendataan seperti pendaftaran.

Namun, sebenarnya seberapa pentingkah tes tersebut? Perlu untuk Bunda ketahui, tes IQ dilakukan untuk membantu mendiagnosis disabilitas intelektual atau mengukur potensi anak.

Dikutip dari Healthline, National Institute of Child Health and Human Development memaparkan tingkatan hasil tes IQ. Dalam informasi tersebut, disebutkan bahwa sebanyak 85 persen anak-anak dengan gangguan intelektual memiliki hasil tes IQ antara 55 dan 70.


Skor 100 dianggap sebagai nilai rata-rata, Bunda. Sedangkan hasil tes IQ tinggi atau di atas 100, biasanya dikaitkan dengan kecerdasan tinggi. Bila hasil tes 130 atau lebih, dianggap sebagai kecerdasan ekstrem.

Janin Terlilit Tali PusarFoto: Novita Rizki/ HaiBunda

Lalu, apakah hasil tes tersebut dapat berubah-ubah seiring dengan perkembangan anak maupun berjalannya waktu?

Dalam Live Instagram HaiBunda belum lama ini, Psikolog anak dan remaja Devi Sani, M.Psi menyebutkan bahwa hasil tes bisa berubah atau tidak, itu tergantung pada beberapa hal.

Hal pertama, Devi menyebutkan bahwa Bunda perlu memastikan alat tes yang digunakan valid atau kredibel. Dengan begitu, maka hasil yang diperoleh pun sesuai.

"Sebenarnya, tes IQ ini sudah sangat umum. Sangat sering yang datang ke klinik membawa hasil tes IQ, padahal bukan. Kalau tesnya tidak kredibel, di website-website, itu bisa berubah-berubah tuh hasilnya. Karena tidak jelas validitasnya, indikatornya," katanya.

"Kalau tes yang sudah jelas, valid, jika dalam bentuk inteligensi, skor IQ itu sangat jarang bisa berubah, relatif menetap," sambungnya.

Kemudian, Devi juga menjelaskan faktor lain yang mungkin dapat merubah hasil tes IQ anak. Katanya, ini terjadi jika tes dilakukan saat anak dalam kondisi tidak optimal.

"Kecuali kalau tesnya saat tidak optimal, saat anak tidak fit, sakit. Sehingga tidak perfom sebagaimana dirinya sehari-hari," tuturnya.

"Kalau kayak gitu, beberapa kasus (perubahan skor) akan ditemukan. Ya tadi itu, kalau enggak karena alat tesnya belum valid, atau ditesnya di waktu yang enggak optimal," lanjutnya.

Di sisi lain, dr. Istiani selaku psychometrician yang menjabat sebagai Head of Psychology Laboratorium Binus Bekasi juga angkat suara, Bunda. Katanya sebagai orang tua, kita perlu paham bahwa anak akan mengalami peningkatan kognitif.

Sangat wajar jika orang tua penasaran dengan hasil tes IQ anak. Namun, perlu dipahami bahwa ini hanya alat mengukur. Jadi, saat hasilnya mungkin tak sesuai dengan harapan, maka anak tak perlu ditempatkan dalam status tertentu.

"Manusia pada umumnya, kapasitas kognitif itu akan selalu berkembang. Sebagai orang tua, pasti corious (penasaran) 'Anak saya sampai mana nih perkembangannya?'. Jadi tes kecerdasan itu manfaatnya banyak, tapi bukan untuk judgement," tutur Istiani.

"Tes kecerdasan bisa tempatkan sebagai sebuah alat. Alat yang bisa membantu orang tua untuk mengetahui perkembangan kognitif anak sudah di level mana," sambungnya.

Yuk Bunda, download juga aplikasi Allo Bank di sini. 

Bunda, simak juga 7 makanan kaya vitamin untuk kecerdasan anak dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/fir)
Share yuk, Bun!
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!
Rekomendasi
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!