kehamilan

Cerita Meredith, Masih Lari 5K di Hari Perkiraan Melahirkannya

Melly Febrida Senin, 18 Dec 2017 08:10 WIB
Cerita Meredith, Masih Lari 5K di Hari Perkiraan Melahirkannya
Jakarta - Di hari perkiraan lahir (HPL), bunda yang satu ini masih ikut lari 5K lho, Bun. Wow banget ya.

Adalah Meredith Hodges Bumgarner, pemilik gym di North Carolina, Amerika Serikat, yang mengikuti kegiatan ini. Nggak sekadar ikut lari, tapi Bunda Meredith juga berhasil menyelesaikannya sampai garis finish.

Lauren Winkler Hart yang bekerja dengan Meredith, berbagi video tentang bosnya yang menyelesaikan balapan lari di tengah salju. Meredith terlihat bahagia meskipun super kedinginan.


"Saya merasa hebat bisa menyelesaikan perlombaan meski saya lamban seperti kura-kura," kata Meredith.



Meredith aktif berolahraga sejak sebelum hamil. Saat hamil pun dia masih aktif melakukan olah fisik. Bahkan Bun, ia sering lari maraton yang dilanjutkan dengan angkat beban.

"Mudah-mudahan bayi perempuan saya bisa melihat semua prestasi kami dan suatu hari nanti bangga," sambungnya.

Meredith memang senang olahraga. Tapi, selama kehamilannya ia nggak memaksakan dirinya saat berolahraga, maksudnya nggak berolahraga sekeras sebelum hamil. Kata Meredith, ia selalu mendengarkan tubuhnya hingga ke garis finish.

Sebenarnya boleh nggak lari saat hamil? Kalau menurut dokter kandungan, ibu hamil memang perlu tetap menjaga kebugaran tubuhnya. Pada pelari yang hamil, kuncinya adalah tetap terhidrasi.

"Kami tidak ingin wanita hamil terlalu kepanasan dan mengalami dehidrasi. Pada 5K, saya ragu dia akan mengalami kepanasan, yang penting dia cukup cairan," kata Mary Jane Minkin, profesor klinis di departemen kebidanan, ginekologi, dan ilmu reproduksi di Yale University School of Medicine.

Kalau Bunda nggak terbiasa lari sebelum hamil, pada saat hamil sebaiknya nggak memaksakan diri berlari seperti Meredith ya. Olahraga saat hamil penting banget, tapi harus disesuaikan sama kebiasaan kita sebelum hamil juga.

dr Sherry Ross, ob-gyn dan ahli kesehatan wanita di Pusat Kesehatan Providence Saint John di Santa Monica, California, menyarankan menunda latihan atletik ekstrem sampai melahirkan. "Kehamilan mempengaruhi stabilitas sendi, keseimbangan, koordinasi dan fluktuasi denyut jantung, jadi memilih latihan yang aman sangat penting," kata Ross.



Menurut Ross, olahraga terbaik saat hamil meliputi jalan cepat, jogging ringan, berenang, bersepeda, yoga, atau menggunakan mesin olahraga elliptical dan lainnya. (Nurvita Indarini)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi