HaiBunda

KEHAMILAN

Kaitan Konsumsi Parasetamol Saat Hamil dengan Risiko Anak Telat Bicara

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Jumat, 12 Jan 2018 14:06 WIB
Kaitan Konsumsi Parasetamol Saat Hamil dengan Risiko Anak Telat Bicara/ Foto: ilustrasi/thinkstock
Ada beberapa obat yang diperbolehkan dikonsumsi ibu hamil, salah satunya parasetamol. Namun, dalam penggunaannya harus dalam dosis yang dianjurkan dokter ya. Parasetamol biasanya diresepkan selama kehamilan untuk menghilangkan rasa sakit dan demam.

Nah, menurut studi yang baru-baru ini dipublikasikan secara online oleh jurnal European Psychiatry, konsumsi parasetamol dapat berisiko memperlambat kemampuan bayi untuk belajar bicara, Bun. Tetapi, penemuan ini berlaku untuk bayi berjenis kelamin perempuan.

Studi ini meneliti perkembangan bahasa dalam kaitannya dengan kadar parasetamol dalam urine. Peneliti menemukan adanya angka peningkatan speech delay pada anak perempuan yang berusia 30 bulan. Namun, hal yang sama tidak ditemukan pada ibu hamil dengan anak laki-laki.


"Kami meminta peserta melaporkan jumlah tablet parasetamol yang mereka konsumsi dan menguji konsentrasi dalam urine mereka. Informasi dikumpulkan dari 754 wanita Swedia dan dilaksanakan pada minggu ke-delapan sampai 13 kehamilan mereka," tulis CG Bornehag dikutip dari Mirror.


Frekuensi speech delay diukur dengan penilaian perawat dan kuesioner lanjutan yang diisi oleh peserta tentang kemampuan bahasa anak mereka pada usia 30 bulan. Sementara itu, data melaporkan bahwa sebanyak 59 persen ibu dari anak-anak yang mengalami keterlambatan bicara ini mengonsumsi parasetamol di awal kehamilannya.

Para peneliti mengatakan hasil studi ini konsisten dengan penelitian sebelumnya yakni ada risiko penurunan IQ dan meningkatnya masalah komunikasi pada anak yang lahir dari ibu yang menggunakan parasetamol lebih banyak selama kehamilan. Terlebih, dalam studi ditemukan juga jumlah tablet dan konsentrasi dalam urine berhubungan dengan peningkatan risiko keterlambatan bahasa pada anak perempuan yang signifikan.

Jadi, secara keseluruhan, hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan parasetamol pada kehamilan mengakibatkan terlambatnya perkembangan bahasa pada masa kanak-kanak. Parasetamol yang juga dikenal sebagai acetaminophen adalah bahan aktif dalam ratusan resep obat bebas dan resep.

"Mengingat prevalensi penggunaan asetaminofen dan hubungannya dengan perkembangan bahasa anak, menunjukkan bahwa wanita hamil harus membatasi penggunaan analgesik ini selama kehamilan. Penting bagi kita untuk melihat perkembangan bahasa karena telah terbukti menjadi salah satu indikator terhadap masalah perkembangan saraf lainnya pada anak-anak," kata salah satu penulis senior, Profesor Shanna Swan dari Icahn School of Medicine di Gunung Sinai di Amerika Serikat, dikutip dari Newsweek.

(aci/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Terpopuler: Potret Reza SMASH Resmi Menikah di KUA

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Waspadai 7 Gejala Diabetes Awal yang Terasa Saat Bangun Tidur

Mom's Life Amira Salsabila

9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi

Mom's Life Amira Salsabila

5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari

Parenting Nadhifa Fitrina

7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen

Kehamilan Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Waspadai 7 Gejala Diabetes Awal yang Terasa Saat Bangun Tidur

Terpopuler: Potret Reza SMASH Resmi Menikah di KUA

9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi

5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari

7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK