Jakarta -
Yeay! Hasil test pack bergaris dua dan saat cek ke dokter kita dinyatakan
hamil, Bun. Pastinya senang dong ya. Eh, tapi kok ada kekhawatiran yang menyusup ya?
Tenang, Bun. Kekhawatiran yang kita rasakan saat tahu kita hamil itu normal, demikian disampaikan psikolog klinis dewasa dari Tiga Generasi, Tiara Puspita yang akrab disapa Tita. Bahkan ketika kita merasa kehamilan itu adalah kehamilan yang diinginkan pasti ada kok kekhawatiran.
"Kehamilan memang sesuatu yang dinantikan, tapi bukan berarti segalanya positif kan. Maksudnya kita juga harus mengatur finansial dan menghadapi semua perubahan," kata Tita Grand Launching Buku 'Anti Panik Menjalani Kehamilan' oleh Tiga Generasi di Sheraton Grand Jakarta Hotel, Kamis (19/4/2018).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Termasuk perubahan fisik, emosional, finansial dan lingkungan. Tita menambahkan kekhawatiran nggak cuma dialami si ibu tetapi juga si ayah. Tapi, dia menekankan kekhawatiran itu wajar kok dialami. Nah, kapan kekhawatiran yang kita alami saat
hamil perlu mendapat perhatian?
Kata Tita, ketika kekhawatiran kita berlebih. Sampai-sampai kita nggak mau ngapa-ngapain karena saking takut dan parnonya terus nggak mau ngurus diri karena terlalu fokus sama kehamilannya. Atau, karena saking cemasnya hubungan kita sama suami berantakan. Kemudian, kalau kekhawatiran kita sampai ganggu proses kehamilan.
"Kalau kayak gitu, sebaiknya kita bicarakan sama pasangan atau keluarga apa kekhawatiran yang kita rasa supaya bisa diatasi. Kalau perlu konsultasi ke profesional," tambah Tita.
Dalam kesempatan sama, psikolog klinis dewasa Pustika Rucita atau Cita bilang masuk trimester tengah kehamilan sampai akhir ada kecemasan termasuk buat para ayah. Biasanya ini terkait perubahan setelah punya anak termasuk bakal kayak gimana hubungannya dengan sang istri terus suami mau jadi ayah yang seperti apa.
Kekhawatiran si calon ayah lainnya yaitu apakah dia bisa jadi ayah yang baik atau nggak dan kekhawatiran terkait segi finansial. Nggak cuma itu, perubahan lingkungan sosial setelah punya anak juga bisa menimbulkan kekhawatiran sendiri buat calon ayah saat si istri
hamil, Bun.
"Biasanya weekend bisa ketemu teman dan lalukan hobi lagi nggak. Bisanya juga ayah panik pas masuk proses melahirkan. Itu normal kok tapi kalau berlebihan mengganggu juga ya," kata Cita.
(rdn)