kehamilan

Perbedaan USG 2, 3, dan 4 Dimensi

dr Jolinda Johary Sabtu, 08 Dec 2018 19:29 WIB
Perbedaan USG 2, 3, dan 4 Dimensi
Jakarta - Seringkali beberapa pasangan begitu penasaran dengan bentuk serta raut muka janin di dalam kandungan, hingga memutuskan untuk melakukan scanning ultrasound untuk mengetahuinya. Selain itu, banyak pula dokter kandungan yang menyarankan bahkan mewajibkan scan ultrasound untuk kandungan, setidaknya beberapa minggu sekali.

Hal ini tentu berguna untuk mengetahui perkembangannya si kecil. Selain itu, permasalahan yang terjadi pada janin juga bisa diketahui lebih dini, Bun. Nah, biasanya scan ultrasound akan menggunakan 3 jenis gambar yaitu 2D, 3D, dan 4D. Yuk, ketahui informasi mengenai ketiganya!

1. 2D (2 Dimensi)


Scan ultrasound 2 Dimensi merupakan jenis scanning untuk janin yang paling umum digunakan dan dipraktikkan oleh rumah sakit-rumah sakit secara luas. Scan yang satu ini merupakan jenis scan paling dasar, di mana gambar didapatkan oleh komputer dengan cara mengirimkan gelombang suara tepat ke arah janin melalui satu sudut.

Sinyal atau gelombang suara yang dikirimkan ini kemudian akan dikirimkan kembali ke kompter, bolak-balik, seperti gema. Nah, gema inilah yang membentuk gambar yang bisa dilihat dalam 2 dimensi (panjang dan lebar). Selain menghasilkan gambar 2 dimensi, scan jenis ini juga lebih fokus pada penampakan organ dalam janin dibanding bagian permukaan kulitnya.

Dalam praktiknya, scan 2 dimensi hanya menggunakan kadar ultrasound dengan intensitas rendah, yang menyebar ke area luas. Sehingga, radiasi yang timbul sedikit. Karena itu, scanning 2 dimensi dikatakan paling aman dan secara rutin dapat Bunda lakukan di rumah sakit.
Namun, beberapa orang merasa bahwa gambar yang dihasilkan terlalu kabur dan kurang memuaskan, sehingga mereka lebih memilih metode scanning lainnya.

2. 3D (3 Dimensi)

Sejatinya, scanning 3 dimensi yang menggunakan ultrasound pada janin menggunakan teknik gelombang suara yang sama persis dengan scanning 2 dimensi untuk menghasilkan gambar.
Bedanya, scanning 3 dimensi menghasilkan gambar dengan 3 dimensi, yaitu panjang, lebar, dan tinggi. Karena kualitas gambar yang lebih bagus, scanning 3D memungkinkan Bunda untuk melihat wajah bayi di dalam kandungan secara lebih jelas.

ilustrasi usgilustrasi usg/ Foto: thinkstock
Tak hanya itu, gambar yang dihasilkan oleh scan 3D juga fokus pada bagian kulit bayi, tidak seperti scan 2D yang fokus pada bagian organ dalam. Melalui scan 3D, Bunda bahkan bahkan bisa melihat gambar di mana janin sedang menguap ataupun mengisap jari. Namun, scan 3D bukan jenis scan wajib atau umum yang bisa Bunda lakukan rutin di rumah sakit. Untuk tes ini, Bunda dan pasangan memerlukan sesi privat dan biaya yang lebih mahal.

Biasanya, dokter hanya mewajibkan scan ini jika terdapat indikasi gangguan kesehatan pada bayi.
Salah satu keuntungan dari scan ini adalah calon orang tua dan dokter dapat melihat lebih jelas perkembangan janin. Kemudian, bisa dengan cepat mendeteksi jika ada sesuatu yang tidak normal seperti bibir sumbing.

3. 4D (4 Dimensi)

Sesuai namanya, scanning 4 dimensi menghadirkan gambar yaitu panjang, lebar, tinggi, dan waktu. Adanya dimensi waktu berarti gambar yang dihasilkan adalah gambar bergerak yang tampak seperti video dalam pergerakan sangat lambat.

Teknik yang digunakan masih sama dengan ultrasound 2D dan 3D, hanya saja scan 4D membutuhkan paparan ultrasound yang lebih lama, sekitar 30 - 45 menit. Perbedaan scanning ultrasound 4D yakni Bunda bisa melihat pergerakan dan perkembangan janin dengan lebih jelas dan hidup.
Bunda bisa melihat bergerakan mulut, jari, bahkan menendang pada bayi. Tapi, para ahli menyebut scan 4D dilakukan hanya untuk mengambil foto janin sebagai kenang-kenangan atau kesenangan pribadi.

Pasalnya, scan 4D disebut bisa memberi paparan ultrasound lebih besar dan lama pada janin praktik. Sehingga, scanning ini lebih disarankan jika memang ada indikasi gangguan medis pada janin.

*dr Jolinda Johary saat ini bergabung dengan go dok (rdn/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi