kehamilan

Mata Minus, Haruskah Bunda Melahirkan Secara Caesar?

Dwi Indah Nurcahyani Kamis, 17 Jan 2019 17:07 WIB
Mata Minus, Haruskah Bunda Melahirkan Secara Caesar?
Jakarta - Mata minus menjadi kekhawatiran tersendiri untuk para ibu hamil. Apalagi untuk para Bunda yang sedang bersiap menyambut persalinan, ya. Ada yang bilang, kalau Bunda bermata minus nggak boleh melahirkan secara normal. Mitos atau fakta nih?

Ternyata, pada sebagian Bunda dengan kondisi mata minus tinggi tidak direkomendasikan untuk melahirkan normal. Bukan tanpa alasan ya, Bun. Dijelaskan dr elvioza, SpM(K) dari Jakarta Eye Center (JEC) bahwa orang yang memiliki minus tinggi (di atas 5), retinanya cenderung tipis.

Karena itu, diasumsikan apabila ibu hamil mengejan terlalu kuat saat persalinan normal maka tekanan yang timbul di mata dapat merobek retina, seperti dikutip dari laman detikcom.


"Retina ini kalau saya katakan seperti kelapa muda ya kan ada yang tebal atau tipis. Kalau minusnya tinggi itu retinanya tipis sehingga diasumsikan kalau ngeden akan robek,"kata dr Elvioza.


Untuk lebih jelasnya, simak yuk, Bun, pemaparan mengenai hubungan mata minus dengan proses kelahiran.

Kehamilan dan retina

selama kehamilan, retina merupakan bagian paling rentan dari sistem penglihatan. Pada mata minus, bisa berisiko komplikasi, Bun. Untuk mencegahnya, penting memeriksakan kondisi mata dan memeriksa retina secara khusus ke dokter mata.

Dokter biasanya menyarankan pemeriksaan penglihatan dilakukan pada minggu ke-10 hingga ke-14 kehamilan. Terlepas, apakah mata Bunda mengalami minus atau tidak. Bagi Bunda yang memiliki miopi atau rabun jauh, sebaiknya memeriksakan mata setiap bulan. Karena, seluruh tubuh wanita akan berubah saat hamil, termasuk penglihatan ya.

Mata Minus, Haruskah Bunda Melahirkan Secara Caesar?Melahirkan dengan mata minus/ Foto: iStock

Persalinan seperti apa yang akan dilewati si mata minus?

Bunda yang mengalami mata minus, apakah harus melahirkan secara caesar? Sebenarnya tidak ada jawaban sederhana untuk menjawab pertanyaan tersebut, karena hal itu bergantung pada sejumlah aspek seperti fundus mata dan kondisi retina, kondisi umum, usia, dan lainnya, seperti dikutip dari laman Excimerclinic.

Operasi caesar biasanya menjadi pilihan ketika kelahiran alami tidak mungkin dilakukan, atau kondisinya akan membahayakan Bunda dan bayi. Alasan yang cukup sering untuk operasi caesar yakni kasus gangguan retina mata. Risiko ablasi retina pada wanita yang memiliki miopi dan kelainan fundus mata meningkat pesat, selama kelahiran normal karena adanya fluktuasi tekanan darah yang hebat.

Pemilik mata minus tinggi, masih ada harapan untuk melahirkan normal kok, Bun. Seperti dikatakan dr Elvioza, meski asumsi retina yang tipis pada mata minus tinggi berpotensi robek ketika mengejan, tetapi kasus seperti itu belumlah ditemukan. Karenanya, sah-sah saja wanita dengan mata minus tinggi jika ingin melahirkan normal.

Meski demikian Bun, untuk alasan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan Bunda lebih jauh, tidak ada salahnya untuk mengecek terlebih dahulu secara lebih lanjut di dokter mata. Konsultasikan kondisi penglihatan Bunda lebih detail. Sehingga akan terlihat jelas apakah ada bagian yang berpotensi untuk robek atau tidak.

Keputusan untuk melahirkan normal atau caesar, ada di tangan Bunda sepenuhnya. Jadi, pikirkan secara matang sebelum memutuskan persalinan yang akan ditempuh ya, Bun. Tentunya dengan turut mempertimbangkan pandangan dari sisi medis, demi keselamatan Bunda dan buah hati.

(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi