kehamilan

Jangan Kaget Bunda, Kehamilan Dapat Mengubah Nada Suara Lho

Dwi Indah Nurcahyani Kamis, 07 Mar 2019 14:00 WIB
Jangan Kaget Bunda, Kehamilan Dapat Mengubah Nada Suara Lho
Jakarta - Kehamilan ternyata tak hanya membawa perubahan fisik semata, Bun. Jangan kaget kalau tiba-tiba, suara Bunda juga mengalami perubahan.

Melansir The Bump, sebuah studi melihat lebih dekat bagaimana kehamilan mengubah nada suara wanita. Katarzyna Pisanski dan rekan-rekannya di University of Sussex's Voice Lab mengumpulkan suara para wanita dari sebelum, selama, dan setelah kehamilan pertama mereka.

Para peneliti kemudian menemukan kalau suara wanita biasanya menjadi lebih rendah selama kehamilan, secara rata-rata dan setelah kehamilan.



"Ini adalah bukti ilmiah kalau kehamilan mempengaruhi suara wanita meskipun banyak wanita pernah mengalaminya secara pribadi,"kata Pisanski.

Perubahan suara selama kehamilan bisa dipengaruhi banyak faktor, Bun. Sebagian besar diantaranya, dikarenakan ada perubahan metabolik, fisiologis, dan anatomi dimana semuanya mulai mereda setelah Bunda melahirkan.

Adanya pembengkakan pita suara menjadi salah satu penyebab perubahan suara ibu hamil, Bun. Jadi, nggak cuma lengan, kaki, dan wajah yang terlihat membengkak tetapi juga lipatan vokal yang membengkak. Pembengkakan ini kemudian menekan kerja vokal dimana dapat mengubah kualitas suara, dikutip dari Parenting First Cry.

Jangan Kaget Bunda, Kehamilan Dapat Mengubah Nada Suara LhoPerubahan suara saat hamil/ Foto: istock

Perubahan hormon kehamilan dalam tubuh juga menjadi pemicu adanya perubahan suara ibu hamil. Adanya peningkatan hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh turut mempengaruhi tubuh ibu hamil. Ketidakseimbangan tersebut yang kemudian mempengaruhi kualitas suara Bunda.

Tidak hanya itu, karena cairan tubuh Bunda selama kehamilan yang meningkat sekitar 50 persen akan mempengaruhi perubahan suara. Peningkatan cairan ini dapat mengubah atau memperdalam suara, karena adanya kelebihan jumlah cairan yang kadang terkumpul di dekat pita suara. Sehingga dapat mengurangi tingkat getaran. Getaran yang lebih lambat itulah yang kemudian memperdalam suara Bunda.

Faktor lainnya yakni perubahan kapasitas paru yang terus tumbuh di dalam rahim. Keberadaan janin yang terus membesar akan mendorong organ dalam Bunda ke atas, termasuk diafragma. Inilah yang kemudian membuat Bunda mengalami masalah pernapasan, kelelahan vokal, penurunan kapasitas paru-paru dan suara yang berubah. Pada akhirnya, kemampuan suara pun berkurang dan sulit mempertahankan nada tinggi.



Enggak perlu kaget lagi ya, Bun, ketika Bunda merasakan suara yang terasa berbeda selama kehamilan dan setelah melahirkan. Suara akan kembali normal setelah melahirkan.

[Gambas:Video 20detik]

(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi