kehamilan

Perubahan Psikologis di Minggu-minggu Awal Kehamilan

Annisa Karnesyia Sabtu, 09 Mar 2019 18:09 WIB
Perubahan Psikologis di Minggu-minggu Awal Kehamilan
Jakarta - Banyak perubahan yang terjadi pada ibu hamil di masa awal kehamilan. Salah satunya, perubahan psikologis yang mempengaruhi emosi dan perasaan, Bun. Kalau tidak segera diatasi dapat menyebabkan stres dan berdampak buruk pada perkembangan janin.

"Kehamilan adalah perubahan besar yang melibatkan perubahan kompleks dari emosi yang positif dan negatif,"ujar Katie Hurley, psikologi anak dan penulis buku 'The Happy Kid Handbook: How to Raise Joyful Children in a Stressful World', dikutip dari Everyday Family.

Seperti kita ketahui, saat hamil, terjadi perubahan hormon-hormon kehamilan yang memengaruhi tubuh secara fisik dan emosional. Efeknya, Bunda akan merasa cepat lelah, mudah khawatir, dan sering murung. Hal itu terjadi karena pikiran ibu mulai terpecah antara urusan pribadi, pekerjaan, rumah tangga, dan kehamilan.



Dilansir Today Parents, ada dua hal yang memengaruhi pikiran wanita pada minggu-minggu awal kehamilan, terutama minggu keempat.

1. Perubahan Hidup

Mengetahui kehamilan bisa jadi berita yang mengagetkan buat Bunda dan pasangan, meski itu adalah kehamilan yang terencana. Sebagai seorang wanita, kita akan merasa kewalahan dan panik karena pikiran dan anggapan akan segera menjadi orang tua yang memiliki anak.

Saat ini terjadi, sebaiknya Bunda meluangkan waktu berbicara dengan pasangan. Ungkapkan ketakutan dan kekhwatiran tentang perubahan hidup yang akan terjadi. Berbicara pada keluarga atau teman yang berpengalaman, bisa membantu menolong Bunda untuk lebih tenang. Berikan waktu sebentar agar bisa terbiasa dengan konsep 'akan menjadi ibu'.

2. Khawatir tentang keguguran

Selama minggu-minggu awal kehamilan, rasa khawatir dan takut keguguran bisa memengaruhi psikologis dan emosi Bunda. Sekitar 25 - 40 persen wanita mengalami keguguran, sebelum mengetahui dirinya hamil. Inilah yang menyebabkan wanita hamil sering mengalami stres dan depresi di awal kehamilan. Dari pikiran-pikiran itu, muncul rasa takut dan khawatir akibatnya emosi menjadi terganggu. Jika tidak dicegah, tekanan psikologis ini justru benar-benar menyebabkan keguguran.

Selain itu, ketakutan juga muncul dari perubahan atau tanda kehamilan yang tidak diketahui wanita hamil. Itulah pentingnya mencari informasi mengenai kehamilan, dan berbicara dengan pakar atau tenaga kesehatan yang ahli setelah mengtahui kehamilan.

Psikolog klinis dewasa, Tara de Thouars BA MPSi mengatakan, banyaknya perubahan pada awal kehamilan membuat wanita kaget dan stres sehingga memengaruhi emosi dan mood.

"Sebaiknya pada periode ini, kita harus curhat ke pasangan, keluarga dan perbanyak istirahat agar kondisi tubuh selalu fit. Jangan lupa untuk relaksasi, seperti mendengarkan musik dan nonton tv," ujar Tara pada Haibunda, beberapa waktu lalu.


[Gambas:Video 20detik]

(ank/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi