kehamilan

Fakta Penting Seputar Penggunaan Sabun Kewanitaan pada Ibu Hamil

Annisa Karnesyia Sabtu, 16 Mar 2019 20:03 WIB
Fakta Penting Seputar Penggunaan Sabun Kewanitaan pada Ibu Hamil
Jakarta - Saat hamil beberapa bunda sering merasa area kewanitaan lebih lembap. Tenang, Bun, itu wajar kok.

Menurut dr.Dinda Derdameisya, Sp.OG, Aesthetic Gynaecologist, saat hamil terjadi peningkatan produksi cairan vagina dan kenaikan berat badan yang menyebabkan area kewanitaan menjadi lebih rapat. Akibatnya, area tersebut jadi lebih cepat basah dan lembap selama hamil.

"Jika kelembapan tidak dijaga, ibu hamil akan mengalami keputihan. Keputihan yang parah bisa menunjukkan gejala penyakit, menyebabkan infeksi dan akhirnya ketuban pecah. Sebelum itu terjadi, baiknya segera dicegah atau diobati," kata Dinda dalam acara Peluncuran Andalan Feminine Care Intimate Wash di KAUM, Menteng, Jakarta Pusat, baru-baru ini.



Menjaga area kewanitaan memang buka hal yang mudah, karena jika salah akan menyebabkan gangguan kehamilan dan berbagai permasalahan kesehatan reproduksi. Keputihan yang tidak segera ditangani dengan baik, juga berisiko mengakibatkan berbagai masalah kehamilan.

Nah, untuk mengatasi keputihan pada ibu hamil, kata Dinda sama seperti pada wanita yang enggak hamil kok, Bun. Menjaga kebersihan area vagina dan penggunaan sabun kewanitaan dapat membantu Bunda mencegah dan mengatasi keputihan.

"Penggunaan sabun kewanitaan atau produk feminine hygiene bisa membantu ibu hamil menjaga pH keasaman area vagina, sehingga bakteri tidak akan masuk ke dalam vagina," ujar Dinda.

Masalahnya, masih banyak ibu hamil yang takut menggunakan produk sabun kewanitaan karena berbagai alasan, misalnya takut terjadi gangguan kehamilan, iritasi atau kanker.

"Penggunaan sabun kewanitaan tidak akan menyebabkan gangguan kehamilan, iritasi atau kanker. Namun, ibu hamil harus memilih sabun kewanitaan yang rendah antiseptik dan tinggi probiotik. Seperti di usus, vagina juga memiliki bakteri baik dan jahat, jika kandungan antiseptik tinggi, dikhawatirkan akan membunuh semua bakteri baik di vagina," tutur Dinda.

Bakteri baik harus tetap ada di vagina karena berfungsi untuk melawan bakteri buruk dari luar. Sedangkan, untuk iritasi, menurut pengalaman Dinda kebanyakan terjadi karena kurangnya menjaga kebersihan dan tidak cocok menggunakan produk tertentu seperti pembalut.

Dinda menambahkan, jika diperlukan ibu hamil bisa saja menggunakan produk sabun kewanitaan.


[Gambas:Video 20detik] (ank/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi