MOM'S LIFE

Bunda, Yuk Simak 5 Tips Menjaga Kebersihan Area Kewanitaan

Radian Nyi Sukmasari Jumat, 10 Agu 2018 - 18.30 WIB
Tips menjaga kebersihan dan kesehatan area kewanitaan/ Foto: thinkstock Tips menjaga kebersihan dan kesehatan area kewanitaan/ Foto: thinkstock
Jakarta - Menjaga kebersihan area kewanitaan penting banget lho, Bun, supaya organ intim kita bersih dan sehat. Nah, dalam menjaga kebersihan area kewanitaan ada beberapa tips yang perlu banget Bunda simak.

Terlebih kadang bisa timbul berbagai pertanyaan seputar cara merawat kebersihan dan kesehatan area kewanitaan. Misalnya bolehkah melakukan douching atau apa yang mesti dilakukan saat mengalami keputihan? Nah, berikut ini penjelasan dr Bram Pradipta SpOG yang bisa Bunda terapkan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan area kewanitaan.

1. Jaga Vagina agar Tak Basah dan Lembap

Kita perlu tahu, Bun, vagina normal memiliki tingkat keasaman pH vagina saat normal 3,8-4,5. Kadar pH ini biasanya meningkat saat menstruasi. Menurut dr Bram, vagina atau alat reproduksi wanita harus dijaga kebersihannya dari basah dan lembap karena vagina rentan infeksi.

"Akibat dekatnya batas antara uretra dengan anus dapat menyebabkan kuman penyakit dapat masuk dengan mudah ke liang vagina seperti jamur, bakteri, parasit ataupun virus. Hal ini bisa terjadi karena area kewanitaan tidak bersih akibat penggunaan celana dalam yang tidak tepat, tidak diganti, atau basah," kata dr Bram dalam keterangan tertulis Sequis yang diterima HaiBunda.

Sebelum terjadi keluhan di daerah vagina, para wanita disarankan membiasakan diri menjaga kebersihan daerah organ intim seperti mengeringkan vagina setelah buang air kecil dengan tisu.

tips menjaga kebersihan dan kesehatan area kewanitaantips menjaga kebersihan dan kesehatan area kewanitaan/ Foto: thinkstock


2. Tidak Abai Jika Alami Keputihan

Menurut dr Bram, jika terjadi keputihan sebaiknya jangan diabaikan karena keputihan yang terjadi terus menerus akan mengalami perubahan seperti jumlahnya bertambah banyak, konsistensinya berubah, warna berubah lebih keruh, rasa gatal yang semakin sering dan timbul bau yang tidak sedap. Kata dr Bram, cairan vagina diproduksi tuba falopi yang berisi sel telur dan cairan secret kemudian jadi tanda memasuki masa subur.

"Namun yang jadi permasalahan cairan ini rentan terjangkit virus, kuman, dan bakteri yang berasal dari luar tubuh yang dikenal dengan keputihan. Keputihan ada dua, keputihan fisiologis dan keputihan patologis. Umumnya keputihan fisiologis terjadi menjelang atau setelah menstruasi, bisa juga muncul saat masa subur setiap bulan dan tidak dalam jangka waktu lama. Sedangkan keputihan patalogis sering terjadi karena infeksi atau bakteri yang ada di sekitar atau di dalam vagina," tutur dr Bram.

tips menjaga kebersihan dan kesehatan area kewanitaantips menjaga kebersihan dan kesehatan area kewanitaan /Foto:thinkstock


3. Hindari Douche

"Proses vaginal douching sering disarankan dengan anggapan dapat membersihkan organ kewanitaan. Douche sendiri berasal dari bahasa Prancis yang berarti to wash namun ini ternyata tidak memberikan efek yang menguntungkan," kata dr Bram.



4. Hindari Gunakan Pakaian Ketat

Sering memakai celana ketat dan bahan yang tidak menyerap keringat akan membuat area selangkang dan area intim lengket, lembap sehingga jadi area subur bagi jamur. Untuk perempuan yang menyukai kegiatan luar ruang seperti olahraga disarankan dr Bram segera berganti pakaian dalam setelah olahraga.

tips menjaga kebersihan dan kesehatan area kewanitaantips menjaga kebersihan dan kesehatan area kewanitaan /Foto: Thinkstock


"Beberapa pusat kebugaran ada di pusat perbelanjaan sehingga kadang setelah olahraga kita hanya ganti pakaian dan melanjutkan aktivitas lain. Padahal ini tidak baik jika dibiasakan karena celana olahraga atau pakaian dalam yang basah karena keringat akan mengundang bakteri dan jamur," imbuh dr Bram.

5. Teratur Ganti Pembalut

Saat haid, usahakan ganti pembalut setelah dua sampai tiga jam sekali terutama jika sudah basah. Jangan lupa, kata dr Bra, pilih pembalut yang cocok dengan kulit agar tidak terjadi iritasi dan memiliki daya serap yang baik. Karena, jika cairan sisa yang mengandung infeksi menempel di pembalut bisa kembali mengenai organ intim di area kewanitaan. Jika memakai pantyliner atau cairan pembersih kewanitaan, gunakan sesuai kebutuhan ya, Bun.

(rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi