kehamilan

Upaya Poppy Sovia Mencegah Baby Blues Usai Melahirkan

Muhayati Faridatun Minggu, 07 Apr 2019 15:07 WIB
Upaya Poppy Sovia Mencegah Baby Blues Usai Melahirkan
Jakarta - Usia kehamilan semakin tua, Poppy Sovia sudah mulai mempersiapkan semuanya, termasuk mental. Diakui Poppy, ia dan suami sudah mencari tahu apa saja yang mungkin terjadi pascamelahirkan. Salah satunya baby blues, yang jika dibiarkan bisa berakibat depresi pascamelahirkan.

"Kan aku tahu istilah baby blues dari orang-orang. Tapi begitu tahu istilah medisnya, ya InsyaAllah (enggak mengalami), siapa sih yang mau. Tapi misalnya ternyata aku menghadapi itu. Ya suamiku harus stand by," ujarnya kepada HaiBunda.

Poppy meminta suaminya, Ahmad Gussaoki untuk stand by karena pengalaman menjadi ibu kali ini adalah yang pertama untuk Poppy. Setelah mempelajari istilah medisnya, Poppy menyebutkan salah satu faktornya adalah hormonal.


"Kita selama sembilan bulan mengandung, ketika sudah melahirkan hormonnya ingin balik lagi, jadinya harus ready. Bismillah ajalah," kata Poppy.


Poppy mengaku begitu sudah menikah dan belum hamil, ia dan suami saling beradaptasi dan tak mau memperpanjang masalah jika berselisih. Jadi saling pengertian juga jadi cara Poppy mencegah baby blues, Bun.

"Aku tuh sebelum hamil tipikal orangnya ekspresif, happy ya happy, marah ya marah. Begitu menikah, ada dua kepala harus berdampingan. Aku enggak mau ada marah karena kalau diingat-ingat pola asuh di rumah aku berbeda, rumah Oki berbeda. Kalau anaknya nakal, kita berusaha untuk menyelesaikan dengan baik," tutur Poppy Sovia.
Upaya Poppy Sovia Mencegah Baby Blues Usai MelahirkanUpaya Poppy Sovia Mencegah Baby Blues Usai Melahirkan/ Foto: Instagram @popsovia
Kata Poppy, boleh ada emosi tapi dikomunikasikan dengan jelas dan enggak saling menyalahkan. Setelah melahirkan nanti, Poppy memperbolehkan keluarga dan rekannya hanya menjenguk di rumah sakit. Begitu sampai rumah, Poppy mengaku ingin memberi dirinya, suami dan si kecil quality time kurang lebih seminggu.

"Aku pengen sama Oki atau enggak Mama aja, pokoknya orang-orang terdekat. Jangan jenguk, jenguk, jenguk, maksud aku, ya ada waktunya. Karena aku belum terbiasa dengan ini, tidak ingin ada hal-hal eksternal itu tidak bikin keadaan lebih gimana gitu. Aku udah wanti-wanti sama suami," lanjut Poppy.

Poppy pun tetap memberlakukan waktu jenguk yang tepat, ia khawatir akan 'kagok' saat menyusui bila ada tamu yang datang. Ia juga mendapat saran dari rekan kerjanya, Enno Lerian untuk punya waktu luang setelah melahirkan.


Nah, me time atau waktu luang bagi ibu setelah melahirkan memang disarankan untuk mencegah baby blues. Bunda bisa membahagiakan diri sendiri dengan me time atau rehat sejenak dari rutinitas. Lalu, kapan sih waktu tepat Bunda untuk me time?

"Me time bisa dilakukan hanya dalam waktu 10 - 15 menit, yang penting ibu sudah bisa berpikir positif dan siap bertemu dengan anak kembali. Tapi, kalau setiap hari pergi dan anak ditinggal tanpa diurus siapapun, itu namanya bukan me time ya. Itu artinya ibu mengabaikan anak," tutur psikolog anak dan remaja, Monica Sulistiawati.

Saat Bunda mau me time, diskusikan dengan pasangan dan keluarga lain yang bisa kita mintai bantuan menjaga anak. Jangan lupa juga ya untuk selalu menanyakan keadaan anak meskipun Bunda sedang me time. Nah, setelah me time, semoga perasaan Bunda jadi lebih happy dan kembali bersemangat. Saat Bunda bahagia, anak juga pasti happy dan perkembangan mentalnya akan jauh lebih baik.


Bunda, simak juga cerita Poppy Sovia selengkapnya di video berikut:

[Gambas:Video 20detik]

(aci/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi