kehamilan

#dearRiver, Hari ke-14 yang Menentukan

Fauzan Mukrim Sabtu, 13 Apr 2019 16:34 WIB
#dearRiver, Hari ke-14 yang Menentukan Ilustrasi masa subur/ Foto: iStock
Jakarta - #dearRiver,

Tak ada riwayat yang jelas, kenapa bulan lebih sering diasosiasikan sebagai perempuan ketimbang laki-laki. Barangkali bermula dari mitologi. Di mitologi Palestina dan Mesir kuno, Astarte adalah Dewi Bulan yang juga dipercaya sebagai ratu surga, Ibu Pertiwi yang memberi anugerah kesuburan pada tanaman, hewan, dan manusia.

Di versi Babylonia juga begitu, dengan nama yang sedikit berbeda: Ishtar. Sedangkan di mitologi Yunani, ada Dewi Aphrodite yang secara harfiah namanya berarti 'bulan yang terang'. Baik Aphrodite, Ishtar atau Astarte, semuanya dipuja sebagai dewi sumber kesuburan, cinta, dan hasrat.

Meski di sisi lain, para dewi ini juga diyakini punya peran yang ambivalen. Ishtar, misalnya, selain sebagai dewi kesuburan, ia juga punya side job sebagai dewi perang dan kekacauan. Upaya mengasosiasi perempuan dengan bulan, diduga karena keduanya punya fenomena yang mirip. Janet Shibley Hyde di bukunya Half The Human Experience: The Psychology of Women, menyebut orang dahulu kala melihat bahwa perempuan dan bulan sama-sama memiliki siklus bulanan, sehingga dipercaya punya keterikatan.


Maka dari situ muncullah kata 'menstruation' yang berarti 'moon change'. Dalam bahasa kita, kemudian diserap jadi 'datang bulan'. Menurut Janet, mens- merujuk pada 'moon' (bulan di langit) maupun 'month' (bulan di kalender).

Ayah mau kasih tahu rahasia, Nak. Karena Ayah bersaudara semuanya laki-laki, dan ditambah sering bolos pelajaran, Ayah baru tahu kalau ada yang namanya 'datang bulan' ketika SMA kelas 1. Waktu itu bulan puasa, ada teman ayah yang makan permen karet. Terus Ayah tanya kenapa dia enggak puasa, dia bilang lagi 'datang bulan'. Dan Ayah dengan bodohnya bertanya, dari mana bulannya? Ayah diketawain. Sampai rumah Ayah bongkar lagi buku-buku biologi. Ternyata ada. Bagian itu pasti diajarkan waktu Ayah bolos.

Dengan asosiasi 'datang bulan' itu, manusia primitif pun meyakini masa subur perempuan adalah 14 hari setelah menstruasi pertama seperti halnya bulan jadi purnama sempurna di hari ke-14. Bahkan, jauh sebelum ada pengetahuan seksual yang memadai, beberapa suku kuno percaya seorang perempuan yang sedang di masa subur, ia bisa hamil bila diterpa cahaya purnama tanpa perlu berhubungan. Barangkali karena itu, sampai sekarang ada kepercayaan tertentu yang melarang anak gadis keluar rumah ketika purnama. Takut hamil, mungkin.
Ilustrasi masa subur/Foto: iStock
Ilustrasi masa subur/
Kehamilan di bawah purnama itu jelas mitos. Tapi soal hari ke-14 itu, sains membuktikan bahwa memang benar begitu. Sini Ayah jelasin, biar kamu enggak bodoh kayak Ayah. Pada fase menstruasi perempuan, ada namanya follicular phase. Itu berlangsung kira-kira di hari ke-4 sampai hari ke-14 setelah menstruasi mulai.

Pada fase ini, folikel memasuki masa matang. Oya, folikel yang dimaksud di sini bukan folikel rambut ya, melainkan kumpulan sel yang di dalamnya ada sel telur atau ovum. Follicular phase ini berakhir dengan dilepaskannya sel telur dari folikel, dan melaju menuju tuba fallopi.

Di situlah sel telur bertahta menanti kunjungan pejuang sperma. Inilah yang disebut masa subur atau ovulatory phase. Jika tidak ada sperma yang berkunjung, entah karena kehabisan tenaga atau terhalang karet BKKBN, sel telur yang terbungkus endometrium itu kelak meluruh menjadi menstruasi.

Ayah tidak pernah mengalami menstruasi atau masa subur, itu cuma baca di buku. Ini juga kayaknya lebih banyak sotoy-nya. Ibumu pun tidak pernah cerita soal itu. Selama ini kami juga tidak pernah menghitung-hitung. Alhamdulillah, dapat dua. Tapi kamu perlu tahu soal ini. Ketika berkeluarga nanti, angka 14 itu perlu diperhatikan. Apapun tujuannya, mau sekadar bersenang-senang atau memang berorientasi produk.

Fauzan Mukrim
Ayah River dan Rain. Menulis seri buku #DearRiver dan Berjalan Jauh, juga sebuah novel Mencari Tepi Langit. Jurnalis di CNN Indonesia TV, dan sedang belajar membuat kue. IG: @mukrimfauzan (som/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi