kehamilan

#dearRiver, Rahasia Puasa di Era Post-Truth

Fauzan Mukrim Sabtu, 11 May 2019 17:00 WIB
#dearRiver, Rahasia Puasa di Era Post-Truth
Jakarta - #dearRiver,

Ada sebuah hadits yang belakangan rajin dikutip oleh penceramah di mimbar khotbah Ramadhan. Bunyinya begini: "Semua amalan anak Adam (manusia) itu adalah untuk dirinya sendiri, kecuali puasa. Sebab, amalan puasa adalah untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya." Begitu kata Allah SWT dalam hadits Qudsi sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim. Hadits Qudsi itu, Nak, adalah kumpulan firman Allah yang tidak tercantum dalam Alquran.

Hadits itu menegaskan bahwa ada karakter khas ibadah puasa yang berbeda dengan ibadah lainnya. Puasa adalah rukun ke-4 dari 5 Rukun Islam yang betul-betul harus dikerjakan dengan keikhlasan paripurna. Kenapa? Karena hampir tidak ada bagiannya yang bisa dipamerkan kepada orang lain. Berbeda dengan shalat misalnya, ada gerakan fisik yang bisa dilihat.


Ibadah Haji juga begitu, ada aktivitas fisik, tak mungkin seseorang bersembunyi dan tau-tau sudah ada di Mekkah. Sedangkan puasa, bisa saja kita melakukannya tanpa ada orang lain yang tahu. Puasa adalah ibadah laten yang membawa kita mendekat (taqarrub) kepada Allah SWT. Seseorang tidak akan membatalkan puasanya meski tidak ada orang lain yang tahu, karena ia percaya pengawasannya langsung dari Allah.

Jadi kalau ada orang yang gemar pamer ketakwaan, maka ia tidak akan memilih puasa sebagai jalannya. Mungkin yang lain, misalnya menyuruh orang miskin untuk antre zakat di depan pagar rumahnya supaya semua orang tahu bahwa dia dermawan.


Begitulah kenapa puasa disebut ibadah rahasia, Nak.  Ada seorang aktris terkenal, cantik dan sejahtera, idola di zaman Ayah dulu dan sampai sekarang pun ia masih idola banyak orang. Jauh sebelum fenomena gelombang hijrah artis seperti sekarang, ia sudah duluan berhijrah. Tapi tidak banyak yang tahu, karena memang tidak ia tampakkan.

Meski ia jelas-jelas selebriti, ia menganggap pengalaman religiusnya bukanlah materi selebrasi. Pakaiannya masih seperti biasa, moderat, tidak berkibar-kibar tapi tidak mini juga. Ayah pun baru tahu ia pandai mengaji saat beberapa tahun lalu ia ikut terlibat dalam Qur'an Project, sebuah project internet di mana artis-artis membacakan ayat favoritnya dalam Alquran dan kemudian diunggah ke Soundcloud.

Tentang ia yang kita bicarakan ini, Ayah pernah dapat cerita. Suatu kali di lokasi syuting (sepertinya syuting film, karena setahuku ia cuma main di satu sinetron dan itu sudah lama sekali), ia berkali-kali ke kamar mandi setiap rehat pengambilan gambar. Ada seorang rekannya yang heran dan bertanya. Ia pun terpaksa menjelaskan.

Hari itu mungkin Senin atau Kamis, dan ia sedang berpuasa. Bibirnya pecah-pecah karena dehidrasi, sehingga ia harus berkali-kali ke wastafel untuk membasahi bibirnya. Demi agar ia tidak terlihat seperti orang yang sedang berpuasa. Di tengah jadwal syuting yang berat dan padat, ia benar-benar ingin menuntaskan puasanya sebagai ibadah rahasia, urusan antara ia dan Allah saja. Orang lain tak perlu tahu.

Sama tak perlunya untuk Ayah ceritakan siapa dia. Yang jelas, seperti yang Ayah bilang tadi, ia sudah berhijrah jauh sebelum fenomena artis hijrah gelombang kesekian ini. (Gelombang pertama hijrah artis adalah konon di tahun 80-an, bersamaan dengan fenomena Usrah dan terus berlanjut sampai sekitar awal 90-an di mana banyak artis yang tiba-tiba bergabung dalam aliran Islam Jamaah. Yang paling terkenal adalah penyanyi IR dan komedian ternama BS. Namun soal gelombang hijrah ini masih abu-abu. Ayah tidak punya data pastinya. Nanti kalau ketemu Om Ludhy kita tanya lagi. Om Ludhy ini yang pernah menulis buku tentang Islam Jamaah. Ganteng orangnya, atau dia pikir begitu.)

#dearRiver, Rahasia Puasa di Era Post-TruthIlustrasi Ibu hamil. (Foto: iStock)


Balik lagi ke soal puasa sebagai ibadah rahasia. Selain golongan bocah seperti kamu, golongan yang boleh tidak berpuasa ketika Ramadhan adalah ibu hamil dan menyusui. Puasa mereka sebaiknya di bawah supervisi dokter. Khusus ibu hamil, puasa dianjurkan hanya apabila kandungan sudah memasuki trimester kedua. Trimester pertama adalah masa perkembangan janin dan pembentukan sel syaraf yang sangat butuh nutrisi kalsium dan asam folat, dan dikhawatirkan nutrisi itu tak terpenuhi bila seorang ibu hamil berpuasa.

Tapi kalau tetap ingin berpuasa, dokter menganjurkan agar memperhatikan asupan gizi. Patokannya sekitar 2500 hingga 2700 kkal sesuai AKG (Angka Kecukupan Gizi). Lengkap karbohodrat, protein, dan mineral. Kemarin Tante Laksmi, teman Ayah, mewawancarai seorang ahli gizi mengenai makanan apa yang harus dihindari oleh ibu hamil atau menyusui yang ingin berpuasa. Katanya hindari makanan pedas, berlemak, dan berbumbu tajam. Ahai, yang enak-enak semua itu.


Sampai di sini, Ayah teringat lagi pada sebuah cerita yang rada sufistik. Ayah belum pernah baca riwayatnya, tapi konon salah satu puasa yang paling tinggi nilainya adalah puasa seorang ibu hamil atau yang sedang menyusui. Bayangkan dirimu seorang bayi di dalam perut yang terus menerima aliran zat kehidupan dari ibumu, padahal ia sendiri dalam keadaan lapar dan kamu tak tahu. Ia sembunyikan darimu segala dahaganya. Bisa jadi, Nak, itulah sebaik-baik ibadah rahasia.

Btw, judul di atas itu akal-akalanku saja. Kamu tidak akan menemukan penjelasan tentang itu. Menurut seorang redaktur media online ternama, salah satu cara agar artikel tampak keren dan kekinian, adalah dengan menambahkan kata Post-Truth di belakangnya. Bla bla di Era Post-Truth, Endesbrei endesbrei Dalam Kajian Post-Truth, dan sebagainya. Bagaimana? Sudah keren kau lihat ayahmu ini, Boi?


Fauzan Mukrim
Ayah River dan Rain. Menulis seri buku #DearRiver dan Berjalan Jauh, juga sebuah novel Mencari Tepi Langit. Jurnalis di CNN Indonesia TV, dan sedang belajar membuat kue. IG: @mukrimfauzan

(som/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi