kehamilan

Waspada Gejala Emboli Air Ketuban yang Mengancam Jiwa

Muhayati Faridatun Minggu, 14 Jul 2019 10:00 WIB
Waspada Gejala Emboli Air Ketuban yang Mengancam Jiwa
Jakarta - Terbilang langka, namun terjadinya emboli air ketuban patut Bunda waspadai. Dijelaskan dalam ulasan di Mayo Clinic, emboli cairan ketuban bahkan sulit didiagnosis.

Seperti Bunda ketahui, air ketuban merupakan cairan yang mengelilingi bayi di dalam rahim selama kehamilan. Sementara emboli cairan ketuban adalah kondisi ketika cairan ketuban, komponen janin, atau sel janin, memasuki aliran darah sang ibu.

Dipaparkan dalam ulasan berjudul Amniotic fluid embolism tersebut, emboli cairan ketuban paling mungkin terjadi selama persalinan, atau periode sesaat setelah melahirkan. Kondisi ini bisa berkembang tiba-tiba dan sangat cepat.


Bahkan, emboli cairan ketuban sulit didiagnosis. Jika mengalami kondisi ini, Bunda membutuhkan perawatan segera untuk mencegah komplikasi, yang berpotensi mengancam jiwa.

Menurut dr.Budi Iman Santoso, Sp.OG(K), beberapa faktor penyebab emboli cairan ketuban yakni usia tua ibu hamil, persalinan caesar, persalinan dengan instrumen, atau reaksi kimia pada anastesi.

Sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi adalah kelengkapan dan kesediaan laboratorium rumah sakit, serta ketersediaan dokter di Indonesia yang tidak merata. Ditegaskan Budi, emboli air ketuban bisa terjadi kapan saja saat proses persalinan, Bun.

Waspada Gejala Emboli Air Ketuban yang Mengancam JiwaIlustrasi emboli air ketuban saat melahirkan/ Foto: iStock
"Contoh kasus yang dilaporkan terbukti bahwa emboli air ketuban tidak dapat diprediksi. Ada yang terjadi saat air ketuban pecah, pada saat persalinan (pengeluaran bayi), bahkan ada yang melaporkan 48 jam setelah persalinan selesai," ungkap Budi, dikutip dari detikcom.

Lantas apa saja gejala terjadinya emboli air ketuban? Berikut seperti dilansir Mayo Clinic:

1. Napas tiba-tiba pendek
2. Kelebihan cairan di paru-paru (edema paru)
3. Tekanan darah tiba-tiba rendah
4. Tiba-tiba jantung gagal memompa darah secara efektif (kolaps kardiovaskular)
5. Pembekuan darah yang mengancam jiwa
6. Perdarahan dari rahim, sayatan caesar, atau injeksi intravena (IV)
7. Kondisi mental ibu berubah seperti cemas, atau merasa terjadi malapetaka
8. Panas dingin
9. Jantung berdenyut cepat atau gangguan irama detak jantung
10. Denyut jantung janin lambat atau kelainan detak jantung lainnya
11. Ibu kejang-kejang
12. Hilang kesadaran

Jika terjadi emboli air ketuban, Budi menjelaskan, tidak banyak yang bisa dilakukan dokter. Tapi, dokter yang praktik di RISA Bunda Menteng, Jakarta, ini menyarankan agar tim medis menjaga pantauan pada saluran tubuh ibu, baik saluran pernapasan, saluran darah, maupun saluran pencernaan.


Bunda. simak juga yuk penuturan April Jasmine yang sempat mengalami masalah rahim, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(muf/muf)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi