kehamilan

Bolehkah Ibu Hamil Lakukan Olahraga Kardio?

Melly Febrida Senin, 26 Aug 2019 17:01 WIB
Bolehkah Ibu Hamil Lakukan Olahraga Kardio?
Jakarta - Ibu hamil amat hati-hati dalam memilih jenis olahraga selama mengandung. Termasuk bila bicara latihan kardio, kerap timbul pertanyaan bolehkah ibu hamil melakukannya?

Olahraga kardio atau olahraga aerobik merupakan kegiatan olah tubuh yang bertujuan memperkuat jantung dan paru-paru Rosie Stockley, profesional kebugaran, dan pendiri Mamawell menjelaskan ibu hamil aman melakukan kardio asalkan kehamilan Bunda normal dan dokter sudah mengizinkan.

"Selalu pastikan Anda memperhatikan bagaimana rasa tubuh sebelum dan selama berolahraga, tetap terhidrasi dan istirahat teratur," kata Stockley mengutip Metro.


Stockley bilang, ketika melakukan latihan kardiovaskular, kerja jantung meningkat dan ini baik untuk kesehatan secara umum. Kemudian, tidur jadi lebih baik, risiko diabetes gestasional serta nyeri punggung atau kaki pun berkurang.

Dikutip dari Web MD, berolahraga teratur selama kehamilan justru bisa membantu Bunda tetap sehat. Olahraga teratur juga berguna memperbaiki postur tubuh dan mengurangi beberapa ketidaknyamanan, seperti sakit punggung dan kelelahan.

NHS pernah menuliskan kalau olahraga tak berbahaya untuk bayi di kandungan. Ada beberapa bukti yang menunjukkan wanita yang aktif cenderung kurang mengalami masalah dalam kehamilan dan persalinannya.

"Bahkan olahraga saat hamil bisa membantu menjaga tingkat energi. Saat hamil, lakukan olahraga dengan intensitas sedang minimal empat kali seminggu selama 30 menit Tapi, sesuaikan lagi dengan kondisi tubuh," tulis NHS.

Sementara itu, American College of Obstetrics and Gynecolog merekomendasikan ibu hamil olahraga 30 menit atau lebih dengan intensitas ringan per hari. Ibu hamil perlu konsultasi ke dokter sebelum olahraga kalau mengalami gangguan medis seperti:

ilustrasi ibu hamil olahraga kardioilustrasi ibu hamil olahraga kardio/ Foto: thinkstock
1. Muncul flek atau perdarahan
2. Plasenta rendah
3. Riwayat keguguran berulang
4. Riwayat prematur di kehamilan sebelumnya
5. Rahim yang lemah

Bunda, simak penjelasan soal membedong bayi baru lahir dalam video berikut.

[Gambas:Video Haibunda]

(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi