kehamilan

Saran dari Ahli Gizi soal Mencegah dan Menangani Ibu Hamil Anemia

Asri Ediyati Kamis, 05 Sep 2019 08:01 WIB
Saran dari Ahli Gizi soal Mencegah dan Menangani Ibu Hamil Anemia
Jakarta - Layaknya mendirikan rumah, maka kita perlu mendirikan fondasi terlebih dahulu. Itu lah yang perlu dilakukan oleh seorang wanita yang berencana hamil. Fondasi tersebut adalah tubuh kita yang cukup gizi.

Berdasarkan Riskesdas 2018, pada ibu hamil, masalah anemi masih menjadi ancaman. Prevalensinya di Indonesia mencapai 48,9 persen. Ini artinya hampir setengah dari seluruh ibu hamil di Indonesia mengalami anemia.

Oleh karena itu, Ketua Umum PERGIZI Pangan Indonesia, Prof.Dr.Hardinsyah, MS, mengimbau agar para wanita termasuk Bunda persiapkan tubuhnya jauh sebelum hamil.

"Kenapa seorang ibu harus persiapkan tubuhnya sebelum hamil? Ini dikhawatirkan ketika hamil ada ibu yang mengalami morning sickness. Bahkan ada yang sampai trimester dua. Ada yang mual-mual saja, ada juga yang muntah. Jika dalam kondisi seperti ini, sulit akan memperbaiki gizi," kata Hardinsyah di sela-sela acara Peluncuran Frisian Flag Kompleta, di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.


Misalnya ibu hamil sudah kekurangan gizi, ditambah pula dengan morning sickness, alhasil ibu stres. Jadi jika sebelum hamil seorang ibu secara fisik dalam arti cukup gizi, akan mengurangi risiko anemia.
ilustrasi ibu hamil/ ilustrasi ibu hamil/ / Foto: Ari Saputra/detikcom
Hardinsyah menambahkan, ada beberapa zat yang bisa dicadangkan oleh tubuh, contohnya kalsium, zink, vitamin D, vitamin A, vitamin B12. Namun ada beberapa vitamin yang enggak bisa dicadangkan. Untuk itu ibu hamil perlu memenuhi asupan dengan gizi yang seimbang.

"Kebanyakan wanita di Indonesia telat mengetahui kehamilan, 70-80 persen wanita enggak tahu dirinya hamil, apalagi kalau suami cuek. Jadi secepat mungkin harus diperbaiki dan dicek kesehatan," ujar Hardinsyah.

Untuk pencegahan ibu hamil alami anemia, kembali ke prinsip gizi seimbang, ada makanan pokok, lauk pauk, sayur, minuman, itu prinsip. Setelah itu Hardinsyah menyarankan, wanita harus punya healthy lifestyle untuk menghindari diare, karena meskipun makanannya sudah bagus tapi enggak cuci tangan akan sakit.

"Jika kekurangan zat besi, bisa ditemukan banyak di pangan hewani termasuk susu yang difortifikasi. Dia (calon ibu hamil) harus cukup asam folat, yang terkandung di sayur dan buah," ujarnya.

Namun, yang disayangkan Hardinsyah, masyarakat Indonesia sangat jarang makan sayur dan buah. "Dari data Kemenkes itu sebanyak 94 persen orang kurang makan sayur dan buah. Jadi itu juga harus diperkaya dengan asam folat dan vitamin C. Ini lagi-lagi sebagian untuk melengkapi kebutuhan kalori total tubuh kita. Makan sayur 150 gram, buah 300 gram sehari untuk orang dewasa," sambung Hardinsyah.

Lantas, bagaimana bila seorang ibu kekurangan gizi dan sudah hamil? Janin tadi menjadi highly priority dalam tubuh. Ketika janin juga kekurangan zat gizi, maka janin akan mengambil zat dari tubuh Bunda.

"Zat besi adanya di dalam hati, kurang kalsium maka cadangan diambil dari tulang ibu, makanya seorang ibu hamil juga rentan tulangnya keropos. Begitu pula plasenta, terdiri dari kolagen, protein, asam amino membentuk plasenta. Kalau ibu kurang gizi, plasentanya kecil, maka zat gizi yang disalurkan kecil," papar Hardinsyah.

Jadi, kalau ibu kekurangan zat gizi, maka yang diprioritaskan dalam tubuh adalah janinnya. Sementara itu, menurut Hardinsyah, untuk perbaiki anemia butuh waktu 3 bulan. Kenapa? Siklus butir darah itu usianya 3 - 4 bulan, tiga bulan mulai terjadi dan optimumnya itu terjadi di bulan keempat.

"Kalau dia (ibu hamil) mengasup zat-zat yang bisa membentuk butir darah merah. Zat yang membentuk asam amino, zat besi, asam folat, vitamin B9, B12, zink yang membantu proses enzimatik di dalamnya. Jadi jika enggak cukup gizi, empat bulan enggak akan bisa memperbaiki kondisi anemia tersebut. Ibarat kita buat kue, kalau telur enggak ada hanya tepung, kan enggak jadi, apalagi kalau telurnya enggak ada terus. Sama kayak butir darah. Zat besi ada tapi asam amino enggak ada, ya sudah," kata Hardinsyah.

Bunda juga bisa simak alasan ibu hamil tak boleh makan sushi dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(aci/som)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi