kehamilan

Kesedihan Ajun Perwira Saat Istri Gagal Jalani Bayi Tabung

Asri Ediyati Sabtu, 07 Sep 2019 13:03 WIB
Kesedihan Ajun Perwira Saat Istri Gagal Jalani Bayi Tabung
Jakarta - Kabar kurang menyenangkan datang dariĀ Ajun Perwira dan istrinya, Jennifer Jill Supit. Beberapa waktu lalu, keduanya mencoba program bayi tabung, Bun. Mengingat Ipel (panggilan istrinya) sudah berusia 48 tahun, seperti yang kita tahu bukan lagi usia produktif.

Ajun dan Ipel menyampaikan ceritanya itu melalui vlog yang diunggah di kanal YouTube milik mereka. Diceritakan Ipel, ia menjalani program bayi tabung karena ingin membuat suaminya senang.

"Kalau ngomong egonya gue, ya udahlah udah empat (anak). Ini kan masih ada dia ya, egonya dia kan masih gue cerna kembali nih," ujar Ipel.

Ajun pun menimpali perkataan Ipel dengan alasannya. Ada pun alasan Ajun karena ingin merasakan jadi ayah dari awal. Namun, Ajun juga tak mau egois, ia ingin yang terbaik dan apa pun itu memang sudah jalannya.


"Jadi intinya sih optimis aja, begitu banyaknya orang yang ngedoain. Kalau di agama gue nih Kristen, kalau ada tiga orang yang mendoakan, pasti didengar. Jadi ini nih banyak banget (yang mendoakan)" tutur Ipel.
Ajun Perwira dan Jennifer Jill SupitAjun Perwira dan Jennifer Jill Supit/ Foto: dok. Instagram Ajun Perwira
Dalam vlog, Ajun dan Ipel juga pergi ke rumah sakit untuk tes kehamilan. Tes dilakukan apakah program bayi tabungnya berhasil atau gagal. Ajun juga curhat, biaya program bayi tabungnya begitu mahal. Belum lagi obat-obatan dan makanan yang diinginkan Ipel.

"Biaya bayi tabung 50 juta, belum plus obat-obat, makanan. Benar-benar beban deh," kata Ajun.

Ipel juga memberi pengertian pada Ajun, jika tesnya menunjukkan hasil negatif, maka ia harus mengulang dari awal lagi. Diceritakan Ipel, sebelumnya ia juga menjalani program bayi tabung. Akan tetapi, telur (ovum) Ipel gugur di tengah jalan.

Tes dari rumah sakit akhirnya keluar, di akhir video Ajun dan Ipel menyertakan foto hasil pemeriksaan. Hasilnya negatif, Bun, artinya program bayi tabung Ipel gagal. Jika ingin mencoba lagi, maka prosedurnya harus dilakukan dari tahap awal. Ikut sedih, kita doakan semoga berhasil ya jika mencoba lagi.

Membahas mengenai bayi tabung, dr. Yuslam Edi Fidianto, Sp.OG, dari Mayapada Hospital Lebak Bulus mengatakan, ada tiga penyebab kegagalan kehamilan usai transfer embrio bayi tabung. Pertama proses transfer embrio tidak benar, rongga rahim luka, dan dinding rahim yang tipis (kurang dari 8 mm).Keberhasilan bayi tabung itu juga sangat dipengaruhi oleh usia, keseimbangan hormon, dan kesehatan.

"Hidup sehat, berpikiran sehat. Olahraga berat enggak boleh, harus dikurangi, kalau dia ingin bayi tabung tapi juga ingin olahraga. Pilih yang santai seperti berenang, jalan kaki," ujarnya.

Disebutkan Yuslam, jika program bayi tabung gagal dan pasien ingin mencoba lagi. Mereka dianjurkan untuk menunggu lagi dalam jeda waktu tiga bulan. Hal ini karena regulasi hormon perlu dinormalkan kembali ke basal hormon.

Simak juga video tentang fakta di balik mitos keberhasilan bayi tabung.

[Gambas:Video Haibunda]

(aci/rap)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi