kehamilan

7 Mitos Mencegah Kehamilan Tanpa Alat Kontrasepsi

Yuni Ayu Amida Jumat, 01 Nov 2019 19:30 WIB
7 Mitos Mencegah Kehamilan Tanpa Alat Kontrasepsi
Jakarta - Beberapa pasangan menikah mungkin berencana untuk menunda kehamilan. Salah satu cara terbaik menunda kehamilan adalah dengan menggunakan alat kontrasepsi.

Diungkapkan dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari Departemen Obstetri dan Ginekologi, RSUD dr.Soetomo, Surabaya, dr.Hari Nugroho, Sp.OG, setelah menikah, Bunda boleh langsung menggunakan alat kontrasepsi walaupun belum pernah melahirkan.

"Pemakaian kontrasepsi tidak terbatas usia sebetulnya. Tidak perlu takut kandungan kering seperti mitos yang tidak benar yang beredar di masyarakat. Boleh melakukan kontrasepsi segera setelah menikah," terang Hari, dilansir CNN Indonesia.


Begitu pula dengan pemilihan alat kontrasepsi. Kata Hari, metode kontrasepsi itu tergantung kecocokan. Karena belum tentu alat kontrasepsi yang satu bisa cocok pada semua perempuan.

Nah, di samping itu, ada juga lho cara mencegah kehamilan tanpa alat kontrasepsi. Meski begitu, ketahui juga mitos-mitosnya, Bunda. Berikut ini mitos terkait mencegah kehamilan tanpa alat kontrasepsi, dilansir dari berbagai sumber.

7 Mitos Mencegah Kehamilan Tanpa Alat KontrasepsiFoto: iStock


1. Tidak bisa hamil saat sedang menstruasi

Meskipun kemungkinannya lebih rendah, wanita masih bisa hamil selama menstruasi. Mungkin memang wanita kurang subur pada beberapa hari pertama menstruasi, tetapi kehamilan mungkin saja terjadi. Perlu Bunda tahu, sperma dapat hidup di dalam tubuh wanita selama beberapa hari.

2. Tidak bisa hamil jika berhubungan seks di bak mandi air panas

Hubungan seksual di kolam air panas atau kolam renang tidak mencegah kehamilan. Selain itu, tidak ada juga posisi hubungan seksual yang mencegah kehamilan.

3. Douching setelah berhubungan seks mencegah kehamilan

Ini juga mitos ya, Bunda. Douching atau mencuci vagina dengan air atau cairan lain tidak berfungsi sebagai kontrasepsi. Sperma berenang dengan cepat. Pada saat kita melakukan douche, sperma telah memasuki rahim. Faktanya, douching dapat mendorong lebih banyak sperma ke atas. Ini juga dapat meningkatkan risiko infeksi vagina dan infeksi menular seksual.

4. Tidak bisa hamil saat menyusui

Peluang wanita menyusui untuk hamil memang lebih rendah, tetapi artinya masih bisa hamil saat menyusui. Menyusui meningkatkan kadar hormon yang menekan ovulasi. Pada 3 bulan pertama menyusui kemungkinan hamil memang sangat kecil. Tapi setelah itu, kita bisa hamil bahkan jika belum menstruasi.

5. Berhubungan seks di luar masa subur bisa mencegah kehamilan

Memang benar bahwa indung telur biasanya melepaskan sel telur satu hari dalam sebulan. Tetapi Bunda juga bisa hamil di hari-hari menjelang ovulasi. Itu karena sperma dapat hidup di dalam tubuh wanita hingga 5 hari.

Masalahnya, hari ovulasi sering berubah dari bulan ke bulan. Sulit untuk diprediksi kapan masa subur dan tidak subur. Kita bisa menebak dengan melacak siklus menstruasi, suhu, lendir serviks, dan tampilan serviks kita, ini disebut metode ritme. Tetapi bentuk perlindungan ini hanya berfungsi sekitar 76 persen.

6. Posisi seks berdiri atau wanita di atas bisa mencegah kehamilan

Beberapa orang berpikir bahwa posisi tertentu, seperti berdiri, mencegah sperma memasuki vagina. Tapi bukan ini masalahnya. Sperma berenang dengan cepat melawan gravitasi. Bahkan jika sepertinya ejakulasi akan keluar dari tubuh wanita, cukup banyak sperma yang bisa masuk dan dapat menyebabkan kehamilan.

7. Mandi atau buang air kecil tepat setelah bercinta menurunkan peluang hamil

Tidak. Meskipun mandi dapat membasuh air mani di luar vagina, itu tidak akan memengaruhi sperma di dalamnya. Sperma ini berenang dengan cepat ke rahim. Kencing juga tidak akan membilas sperma. Itu karena kencing tidak keluar dari vagina. Ia meninggalkan tubuh dari uretra, sebuah lubang kecil di atas vagina.

[Gambas:Video Haibunda]



(yun/muf)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi