sign up SIGN UP search


kehamilan

Gerhana Matahari Sebabkan Cacat Lahir & Keguguran, Mitos atau Fakta?

Dwi Indah Nurcahyani Kamis, 26 Dec 2019 14:44 WIB
Hari ini ada gerhana matahari cincin. Katanya ibu hamil yang melihat gerhana bisa sebabkan janinnya jadi sumbing, tompel, hingga keguguran. Benar tidak ya? caption
Jakarta - Kehadiran gerhana matahari sering dikaitkan dengan berbagai mitos kehamilan. Termasuk diantaranya muncul cacat lahir hingga keguguran yang diakibatkan dari gerhana matahari.

Hari ini, Kamis, 26 Desember 2019 terjadi peristiwa langka di Tanah Air, Bun. Peristiwa gerhana matahari cincin yang langka muncul pada pukul 10.00 14.00 WIB. Gerhana ini terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.


Gerhana matahari cincin terjadi ketika bayangan bulan hanya menutupi bagian tengah matahari. Sehingga menyisakan cincin api di sekeliling bayangan bulan, sementara pada gerhana matahari total maka matahari total tertutup oleh bayangan.


Nah, peristiwa ini tentu saja menarik untuk diamati ya, Bun. Banyak orang berbondong-bondong berusaha menikmati kehadiran peristiwa langka ini termasuk Bunda yang sedang hamil.

Eits, ibu hamil boleh lho melihat gerhana. selama ini banyak mitos beredar kalau wanita hamil berisiko dengan kehamilannya ketika gerhana matahari terjadi. Hmm, benar enggak sih, Bun?

Ya, berkaitan dengan kehamilan dan gerhana matahari, memang muncul banyak mitos yang mengatakan bahwa gerhana akan membuat janin yang dikandung ibu mengalami cacat lahir hingga risiko keguguran.

Gerhana Matahari Sebabkan Cacat Lahir & Keguguran, Mitos atau Fakta?Gerhana matahari cincin/Foto: Agus Setyadi/detikcom

Menurut Sujata Mittal, seorang obgyn di India bahwa segala sesuatu di kosmos memiliki beberapa efek pada manusia.

"Sinar yang dipancarkan pada saat gerhana matahari memiliki energi negatif dan karenanya memiliki efek negatif pada janin, seperti janin sangat sensitif terhadap pengaruh energi ionik pada kulit ibu," ujarnya seperti dikutip dari laman Romper.

Meski demikian, Sujata mengingatkan agar ibu hamil tidak perlu panik dahulu karena sebagian besar pakar medis dan sains di negara Barat berpendapat bahwa gerhana matahari tidak berpengaruh pada kehamilan.

Jay Pasachoff, Chair of the Working Group on Solar Eclipses of the International Astronomical Union mengatakan bahwa gerhana tidak memengaruhi kehamilan. Sebab, pada saat gerhana matahari, matahari hanya ditutupi. Jadi, tidak ada sedikit cahayanya yang menyinari bumi. Sehingga, tidak ada cara yang dapat memengaruhi kehamilan atau persalinan.

Ann Mullen, selaku Health Education Director di Cycle Technologies mengatakan, belum ada bukti ilmiah yang menyebut bahwa gerhana matahari berbahaya bagi wanita hamil dan janinnya.

Bahkan, terkait mitos bahwa gerhana matahari memunculkan garis pada perut ibu hamil tidaklah benar. Selama terjadi gerhana matahari, ibu hamil harus merasa aman karena tidak ada efek khusus pada kehamilan.

Melansir Live Science, berbagai mitos tradisional memang kerap dihubungkan dengan gerhana matahari dengan bahaya kehamilan. Misalnya saja suku Aztec di Meksiko yang mengaitkan gerhana dengan bibir sumbing.

Kekhawatiran ini pun muncul karena dikait-kaitkan antara wanita dan bulan dengan siklus menstruasinya. Atau, mungkin saja wanita hamil dan bayi yang belum lahir tampak sangat berisiko ketika langit melakukan hal-hal yang mengkhawatirkan.

Kenyataannya, satu-satunya bahaya fisik dari gerhana tidak ada hubungannya dengan kehamilan, janin, ataupun rahim. Langit-langit yang sumbing disebabkan campuran faktor genetik dan lingkungan dan dapat dihasilkan dari paparan kimia atau obat-obatan tertentu.

Bahaya gerhana yang sesungguhnya justru terkait dengan mata. Karena matahari yang sebagian dikaburkan sama cerahnya dengan matahari pada hari biasa. Secara totalitas, ketika cakram matahari tertutup sepenuhnya, aman untuk melihat gerhana secara langsung tetapi hanya dalam waktu sangat singkat.


Sesudahnya, jika gerhana hanya sebagian dari area tampilannya, penggunaan kacamata gerhana merupakan suatu keharusan yang dapat digunakan untuk melihat gerhana matahari dengan aman. Sebab, melihat gerhana matahari secara langsung dapat merusak mata.

Jadi, enggak usah panik lagi ya, Bun!

Bunda, simak juga yuk penjelasan mengenai gerhana matahari yang katanya bisa bikin bibir sumbing:

[Gambas:Video Haibunda]

(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi