sign up SIGN UP search


kehamilan

8 Hal yang Perlu Bunda Perhatikan untuk Perencanaan Kehamilan Sehat

Annisa Karnesyia Rabu, 25 Dec 2019 15:10 WIB
Banyak hal harus dipersiapkan untuk perencanaan kehamilan sehat. Selain menjaga kondisi tubuh, perhatikan juga asupan nutrisi dan jadwal konsultasi ke dokter. caption
Jakarta - Perencanaan kehamilan sehat tentunya dibutuhkan agar proses dari terbentuknya janin hingga persalinan berjalan lancar. Selain persiapan mental, tentunya banyak hal lain yang harus diperhatikan, Bunda.

Ahli patologi anatomi, Melissa Conrad Stoppler, MD, mengatakan jika perencanaan kehamilan dimulai bahkan sebelum konsepsi. Namun, tak jarang yang memilih merencanakan ketika menyadari kehamilan.


"Meski tetap bisa memiliki kehamilan sehat tanpa perencanaan, sebaiknya rencana tetap dibuat untuk memastikan bayi lahir sehat," kata Stoppler, dikutip dari Medicine Net.


Beberapa perencanaan kehamilan sehat meliputi diskusi dengan pasangan dan ahli kesehatan. Termasuk soal nutrisi, vitamin, olahraga, kesehatan genetik, penambahan berat badan, dan obat-obatan yang harus dihindari.

"Perencanaan kehamilan sehat terkadang mencakup perencanaan kesuburan dan jadwal hubungan seksual pada masa subur. Pasangan yang melakukan hubungan seksual secara teratur dan belum hamil, sebaiknya konsultasi ke dokter kandungan," ujar Stoppler.

Dokter umumnya merekomendasikan wanita di bawah 35 tahun untuk berkonsultasi jika selama setahun tidak bisa hamil. Sedangkan wanita di atas 35 tahun bisa dilakukan 6 bulan setelah mencoba hamil.

Wanita yang memulai perencanaan kehamilan sehat sebelum konsepsi juga bisa mengambil langkah-langkah tertentu. Terutama menghindari paparan yang berpotensi membahayakan kandungan.

Sebelum hamil, seorang wanita bisa berkonsultasi ke dokter untuk berbicara seputar riwayat medisnya, Bunda. Beberapa hal yang harus difokuskan, yaitu:

a. Kondisi medis kronis seperti diabetes, penyakit tiroid, ginjal, atau jantung harus dikontrol dengan baik sebelum konsepsi untuk merencanakan kehamilan sehat.

b. Tes untuk infeksi virus HIV dan hepatitis B pada wanita. Hal ini dilakukan untuk mengetahui pengobatan yang tepat selama hamil dan mencegah penularan pada bayi.

c. Riwayat imunisasi dan respons imun terhadap cacat air dan rubela. Kedua infeksi ini bisa menyebabkan gangguan pada janin yang sedang berkembang.

Jika wanita tidak kebal terhadap infeksi, vaksinasi dapat diberikan sebelum mencoba hamil. Setelah itu harus menunggu 30 hari sebelum mencoba konsepsi.

d. Pasangan yang memiliki riwayat penyakit turunan, memiliki anak lain dengan penyakit genetik, atau memiliki riwayat keluarga dengan kondisi tertentu dapat memilih untuk menjalani konseling genetik sebelum konsepsi.

e. Menghentikan kebiasaan merokok bisa meningkatkan peluang untuk kehamilan sehat. Begitupun dengan seseorang yang suka minum alkohol.

Ilustrasi pasangan suami istriIlustrasi pasangan suami istri/ Foto: iStock

Selain berfokus pada itu semua, berikut 8 hal yang bisa Bunda lakukan sebagai upaya perencanaan kehamilan sehat, seperti dilansir WebMD:

1. Banyak bergerak

Jaga kondisi tubuh untuk membuat kehamilan sehat dan persalinan lebih mudah. Berolahraga selama 30 menit setiap hari bisa memompa jantung.

Cobalah olahraga seperti bersepeda, berjalan, dan berenang. Selain itu, bergabunglah dengan kelas olahraga prenatal.

2. Konsumsi makanan yang tepat

Untuk kehamilan sehat, tubuh membutuhkan banyak protein, zat besi, kalsium, dan asam folat. Sediakan buah-buahan, kacang-kacangan, sayuran, biji-bijian, dan susu rendah lemak untuk dikonsumsi.

Kurangi makanan yang dipanggang, minuman soda, atau makanan cepat saji. Bila perlu, Bunda bisa ajak suami untuk ikut menjaga makanan.

3. Konsumsi asam folat

Asam folat membantu mencegah cacat lahir sebelum kita tahu hamil. Bunda bisa temukan vitamin B dalam banyak makanan, seperti sayuran berdaun hijau, jeruk, dan kacang-kacangan.

4. Perhatikan berat badan

Terlalu kurus bisa bikin wanita sulit hamil. Sedangkan, terlalu gemuk juga bisa menyebabkan masalah.

Berat badan berlebih bisa meningkatkan peluang terkena diabetes dan hipertensi. Hal ini nantinya bisa membuat persalinan lama.

Ilustrasi kehamilanIlustrasi kehamilan/ Foto: iStock

5. Rutin melakukan pemeriksaan

Jika Bunda mau mulai perencanaan kehamilan sehat, cobalah konsultasi ke dokter. Biasanya dokter akan melakukan tes atau vaksin yang dibutuhkan, vitamin prenatal, bagaimana mengelola dan mengendalikan kondisi kesehatan, dan obat-obatan yang boleh digunakan atau tidak selama perencanaan kehamilan sehat.

6. Konseling genetik

Dokter mungkin merekomendasikan tes prakonsepsi jika ada riwayat keluarga yang berisiko tinggi pada bayi. Salah satunya dengan kelainan genetik.

Tes darah atau air liur bisa melihat apakah seseorang membawa gen tertentu, seperti cystic fibrosis, sindrom kromosom x, penyakit Tay-Sachs, atau sickle cell.

7. Pemeriksaan ke dokter gigi

Kehamilan bisa meningkatkan peluang wanita terkena penyakit gusi. Ini bisa menjadi masalah kesehatan yang membuat persalinan dini terjadi, Bun. Jadi, pastikan gigi bersih dan rutin diperiksa ke dokter.

8. Kurangi kafein

Beberapa ahli menyarankan jika wanita yang merencanakan kehamilan sehat untuk tidak minum lebih dari 200 miligram kafein sehari. Bunda bisa beralih dariĀ kopi ke susu.

Simak juga tips hamil anak laki-laki dan perempuan di video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi