kehamilan

Melahirkan di Usia Kandungan 37 Minggu, Ini Risikonya Menurut Penelitian

Maya Sofia Sabtu, 11 Jan 2020 19:38 WIB
Melahirkan di Usia Kandungan 37 Minggu, Ini Risikonya Menurut Penelitian
Jakarta - Melahirkan di usia kandungan 37 minggu aman atau tidak? Pertanyaan ini masih kerap terlontar dari para ibu hamil.  Terkait hal tersebut, sebuah penelitian pernah dilakukan Columbia University Medical Center dan New York-Presbyterian Hospital pada tahun 2012 lalu.

Penelitian itu mengungkap bahwa bayi yang dilahirkan di usia kandungan 37 minggu termasuk kategori prematur. Untuk diketahui sebelumnya hanya bayi yang lahir sebelum usia kandungan 37 minggu yang dikategorikan prematur.


Dalam penelitiannya, Columbia University Medical Center dan New York-Presbyterian Hospital melakukan tes akademik terhadap 128 ribu siswa berusia delapan tahun di sekolah-sekolah negeri atau publik di New York. Tes akademik itu kemudian dibandingkan dengan catatan kelahiran mereka.


Mengutip Telegraph, hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics tersebut memperlihatkan bahwa anak-anak yang lahir pada usia kandungan 41 minggu mendapat nilai rata-rata satu poin lebih tinggi ketimbang anak-anak yang lahir saat usia kandungan 37 minggu.

"Perbedaan tersebut tidaklah cukup mencolok di antara anak-anak. Namun bagi ibu hal ini setidaknya hal ini bisa dijadikan peringatan sebelum memilih melahirkan lebih awal," kata ketua penelitian, Kimberly Noble.

Ilustrasi usia kandunganIlustrasi usia kandungan. (Foto: iStock)

Sementara itu profesor kedokteran anak di Vanderbilt University Medical Center Judy Aschner mengatakan bahwa hasil penelitian ini tak serta-merta membuat para ibu yang melahirkan pada usia kandungan 37 minggu harus panik.

"Saya tak ingin ibu-ibu menjadi panik ketika bayinya lahir pada minggu ke- 37, namun melahirkan lebih awal benar-benar perlu dihentikan," tuturnya.

Selain penelitian oleh Columbia University Medical Center dan New York-Presbyterian Hospital, risiko bayi yang dilahirkan pada usia kandungan 37 minggu dan 38 minggu juga dilakukan oleh University of Buffalo pada tahun 2013.

Bayi yang lahir pada usia kandungan 37 minggu atau 38 minggu mungkin terlihat sama sehatnya dengan bayi yang dilahirkan pada minggu ke 39 hingga 41. Namun penelitian yang dilakukan University of Buffalo menunjukkan bahwa banyak dari bayi yang lahir di usia kandungan 37 minggu atau 38 minggu ternyata tidak sehat.


Penelitian ini awalnya dipicu pengamatan di antara para neonatologis bahwa bayi yang lahir pada usia kandungan 37 atau 38 minggu memiliki kondisi kesehatan yang lebih buruk daripada yang lahir pada usia 39 hingga 41 minggu.

"Kami melihat sejumlah besar bayi yang lahir pada usia 37 minggu yang tampak besar dan cukup sehat, tetapi dalam beberapa jam setelah kelahiran mengalami gula darah rendah, kesulitan bernapas atau membutuhkan antibiotik, harus masuk ke unit perawatan intensif neonatal," ujar penulis studi, Satyan Lakshminrusimha, MD,, dikutip dari Science Daily.

Setelah mengevaluasi pola di antara bayi baru lahir pada usia kandungan 37 dan 41 minggu di Rumah Sakit Ibu dan Anak di Buffalo, Lakshminrusimha dan koleganya menemukan bahwa bayi-bayi yang dilahirkan lebih awal lebih mungkin mengalami beberapa morbiditas dalam beberapa jam setelah kelahirannya.

Kemudian untuk melihat apakah pola-pola tersebut valid dalam populasi yang lebih luas, Lakshminrusimha melakukan penelitian yang lebih besar. Mereka menganalisis kelahiran di Women and Children's, Millard Fillmore Suburban, Sisters of Charity Hospital dan Mercy Hospital.

Ternyata data yang mereka kumpulkan menunjukkan pola yang sama. Hasil buruk dialami bayi yang dilahirkan lebih awal, termasuk hipoglikemia, yakni 4,9 persen berbanding dengan 2,5 persen bayi yang cukup bulan.


"Meski bayi-bayi yang dilahirkan lebih awal ini tampak dewasa, memberikan jaminan palsu pada penyedia klinis dan orang tua, hasil yang baik pada skor Apgar, namun secara fisiologis mereka belum matang," kata Lakshminrusimha.

Bunda bisa simak cara menghitung usia kandungan atau kehamilan dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(som/som)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi