kehamilan

Cara Menghitung Usia Kandungan dengan Pasti

Maya Sofia Kamis, 09 Jan 2020 21:00 WIB
Cara Menghitung Usia Kandungan dengan Pasti
Jakarta - Bagi pasangan baru menikah dan tengah menantikan anak pertama, menghitung usia kandungan atau usia kehamilan bisa jadi hal yang membingungkan. Namun, ada cara sederhana yang bisa digunakan Bunda dan Ayah untuk menghitung usia kandungan atau kehamilan.

Cara tersebut adalah dengan menggunakan Hari Pertama Siklus Haid Terakhir (HPHT) atau hari pertama Last Menstrual Period (LMP). Dikatakan dr. Sutan Finekri Arifin Abidin, Sp.OG(K)FM, MARS, meski usia kehamilan bisa dihitung dengan HPHT Bunda, namun ada syaratnya nih.


"Siklus haid si ibu teratur setiap bulan dia haid," ucap Finekri.


Jika siklus haid tidak teratur, ujar Finekri, maka HPHT tidak bisa dijadikan patokan untuk menghitung usia kehamilan atau kandungan. Nah dalam kondisi ini, ia menyarankan untuk menggunakan Ultrasonography (USG).

"Kalau tidak teratur, kita pegangannya USG pada saat kontrol hamil di usia kehamilan sebelum 13 minggu. Itu lebih tepat dibandingkan siklus haid," ujarnya.

Sementara itu mengutip American Pregnancy, waktu terbaik memperkirakan usia kandungan menggunakan USG adalah antara 8 - 18 minggu kehamilan. Adapun cara akurat menentukan usia kandungan adalah dengan menggabungkan antara HPHT dan pemeriksaan USG.

Bagi Bunda dengan siklus haid normal atau reguler, konsepsi biasanya terjadi 11 - 21 hari setelah HPHT. Namun sebagian besar perempuan tak tahu tanggal pasti pembuahan karena sulit mengetahui dengan pasti kapan ovulasi terjadi. Namun perempuan yang menjalani prosedur kehamilan khusus, seperti inseminasi buatan atau In vitro fertilization (IVF) biasanya mengetahui tanggal pembuahan yang tepat.

Menurut anggota American College of Obstetricians and Gynecologists' Committee on Obstetric Practice, Christian M. Pettker, MD, menghitung usia kandungan seakurat mungkin penting agar si kecil bisa lahir dengan kondisi sebaik mungkin.

Ilustrasi cara menghitung usia kandungan atau kehamilanIlustrasi cara menghitung usia kandungan atau kehamilan. (Foto: iStock)

"Setelah usia kehamilan ditentukan, dokter harus membicarakan hari perkiraan lahir dengan pasien dan mencatatnya di rekam medis pasien," ujar Pettker, dikutip dari American College of Obstetricians and Gynecologists.

Sementara itu dilansir Very Well Family, dengan mengetahui usia kandungan, tenaga medis bisa memberi panduan bagi perawatan ibu hamil. Selain itu, tenaga medis juga bisa menggunakan usia kandungan untuk memprediksi Hari Perkiraan Lahir (HPL). Umumnya kehamilan berlangsung rata-rata 280 hari atau 40 minggu dari HPHT atau hari pertama LMP.

Doula Christine Strain, CD (DONA) juga mengemukakan bahwa cara untuk menebak tanggal jatuh tempo atau tanggal perkiraan kelahiran adalah dengan menebak tanggal konsepsi. "Jika orang tersebut mengetahui tanggal seks yang mengarah pada konsepsi, itu akan menjadi cara lain untuk memperkirakannya, meskipun tidak setepat ultrasound, masih menjadi cara yang berguna untuk diingat," kata Strain.

Selain USG dan perkiraan tanggal konsepsi, yaitu dengan memerhatikan perkembangan bayi. Misalnya, doppler dapat mendeteksi detak jantung bayi di usia sekitar 10 hingga 12 minggu.

Yang terpenting, jika sudah bisa memperkirakan HPL, Bunda fokus dengan kesehatan. Bunda perlu fokus dengan bulan perkiraan lahir bukan HPL. Hal ini disampaikan oleh doula Liza Maltz, karena hanya sekitar 5 persen ibu benar-benar melahirkan pada HPL.


Sebab, menghitung tanggal perkiraan kelahiran bukan ilmu yang pasti, Bunda. Sangat sedikit perempuan yang benar-benar melahirkan pada tanggal HPL.

Bunda juga bisa simak penjelasan dr. Sutan Finekri Arifin Abidin, Sp.OG(K)FM, MARS, tentang cara menghitung usia kehamilan yang tepat selengkapnya dalam video berikut ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(som/muf)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi