kehamilan

Usia Kandungan 4 Minggu, Ini yang Terjadi pada Bunda dan Bayi

Asri Ediyati Jumat, 10 Jan 2020 20:50 WIB
Usia Kandungan 4 Minggu, Ini yang Terjadi pada Bunda dan Bayi
Jakarta - Keajaiban dimulai ketika minggu-minggu pertama kehamilan. Kehidupan dan kondisi Bunda akan berubah drastis. Saat usia kehamilan empat minggu, sel kecil di rahim telah tumbuh menjadi embrio. Meski hanya seukuran biji poppy, banyak yang terjadi.

Ada dua lapisan sel yang berkembang dalam embrio yaitu Epiblas, yang akan membentuk seluruh bayi. Hipoblas, yang merupakan lapisan sel sementara yang mendukung pertumbuhan embrio.


Di usia empat minggu, embrio sudah dikelilingi kantung ketuban, yang diisi dengan cairan untuk melindunginya. Perkembangan plasenta di usia ini berada pada tahap awal dan juga memiliki dua lapisan seperti embrio.


Beberapa sel menyediakan pasokan oksigen dari sistem peredaran, sementara itu sel-sel lain dari plasenta memproduksi hormon human chorionic gonadotrophin (hCG). Itu lho, Bunda, hormon yang mengirimkan pesan untuk menghentikan menstruasi dan menandai positif pada tes kehamilan. Demikian dikutip dari Baby Center.

Terlepas dari pertumbuhan dan perkembangan sel yang membentuk embrio, di usia empat minggu masih banyak ibu yang tak sadar hamil. Lantas, apa ciri-ciri hamil usia kandungan empat minggu?

Gejalanya selain menstruasi adalah nyeri payudara, sakit kepala, nyeri punggung bawah, dan mual (morning sickness). Bunda juga bisa memiliki flek darah karena implantasi embrio.

"Sekitar 6 hingga 12 hari setelah embrio dikandung, beberapa orang mengalami bercak vagina ringan dengan atau tanpa kram ringan. Ini dikenal sebagai pendarahan implantasi dan mungkin keliru untuk periode menstruasi," tulis Medical News Today.

Perdarahan ini umumnya akan sembuh dengan sendirinya, dan itu bisa menjadi tanda awal kehamilan. Perdarahan selama kehamilan dapat disebabkan oleh faktor-faktor selain implantasi dan mungkin merupakan akibat dari aktivitas seksual, kehamilan ektopik, atau keguguran.

Beberapa jenis aktivitas seksual dapat menyebabkan perdarahan kapan saja selama kehamilan. Perubahan hormon meningkatkan aliran darah ke serviks, membuatnya lebih mungkin berdarah jika aktivitas seksual mengiritasi area tersebut.

Nah, apa nih yang perlu Bunda lakukan di usi kehamilan empat minggu? Pertama, kita hitung tanggal jatuh tempo Bunda. Meskipun enggak ada yang tahu persis kapan bayi akan lahir, tetapi jika Bunda tahu tanggal hari pertama periode menstruasi terakhir Bunda, Bunda dapat menggunakan kalkulator online untuk mengetahui kira-kira kapan tanggal jatuh tempo.
ilustrasi hamililustrasi hamil/ Foto: iStock


Kedua, jangan lupa untuk temui dokter kandungan. Bunda harus menghubungi penyedia layanan kesehatan dan mengatur kunjungan prenatal pertama. Nanti begitu ke dokter, jangan kaget jika bertanya tentang:

- kesehatan mental dan fisik
- tinggi, berat badan, dan tekanan darah
- obat apa pun yang diminum, termasuk metode kontrasepsi yang digunakan
- riwayat medis pribadi dan keluarga, termasuk alergi
- kehamilan sebelumnya, termasuk keguguran

Penting untuk menghadiri semua pertemuan dengan dokter, walaupun ini bukan kehamilan pertama, karena masing-masing berbeda.

Lalu ketiga, ada perubahan gaya hidup. Mengikuti gaya hidup sehat selama kehamilan baik untuk Bunda dan bayi yang sedang tumbuh.
ilustrasi hamililustrasi hamil/ Foto: iStock

Berikut adalah beberapa tips untuk menjaga kesehatan:

1. Hindari merokok, jika Bunda merokok, berhentilah sekarang. Hindari tempat-tempat orang lain merokok, karena perokok pasif juga dapat membahayakan bayi.

2. Hindari alkohol dan obat-obatan, tidak ada minuman beralkohol atau obat rekreasi yang aman selama kehamilan. Anak-anak yang lahir dari ibu yang minum selama kehamilan dapat mengalami masalah perkembangan dan perilaku.

Perubahan ini harus dimulai segera setelah Bunda tahu atau mencurigai Bunda hamil. Tiga bulan pertama kehamilan adalah waktu yang paling rentan untuk rusak akibat rokok atau alkohol.

3. Makan makanan sehat, ikan itu baik, tetapi tidak untuk sejumlah spesies lain, karena bisa mengandung merkuri tingkat tinggi. Makan banyak buah, sayuran, dan makanan utuh untuk mendapatkan pasokan vitamin dan nutrisi lainnya.

4. Vitamin, tanyakan kepada dokter suplemen mana yang harus dikonsumsi. Bunda biasanya harus mengambil satu yang mengandung asam folat.

5. Obat-obatan dan suplemen, jika Bunda mengonsumsi suplemen atau obat rutin, baik yang diresepkan atau dijual bebas, tanyakan kepada dokter apakah aman digunakan.

6. Olahraga, jika Bunda sudah terbiasa olahraga, tanyakan kepada penyedia layanan kesehatan apakah olahraga aman untuk dilanjutkan atau tidak. Jika tidak, mulailah melakukan olahraga ringan, seperti berjalan setengah jam sehari atau berenang.

7. Temui dokter tentang masalah yang mungkin Bunda miliki saat hamil.


Simak juga video tentang tips mencegah kehamilan ektopik:

[Gambas:Video Haibunda]

(aci/som)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi