sign up SIGN UP search


kehamilan

Setelah Kehamilan Ektopik, Bisakah Bunda Kembali Mengandung?

AFN Kamis, 20 Feb 2020 20:01 WIB
Setelah Kehamilan Ektopik, Bisakah Bunda Kembali Mengandung? caption
Jakarta -
Bunda, ada beragam kehamilan yang terjadi. Selain kehamilan normal yang menjadi harapan, ada juga kehamilan tidak normal yang selalu menjadi mimpi buruk bagi setiap ibu yang mengidamkan kehadiran si kecil.

Salah satu kehamilan tidak normal yang dapat terjadi pada setiap ibu adalah kehamilan ektopik. Ektopik merupakan gangguan kehamilan di mana sel telur yang telah dibuahi tertanam atau menetap di luar rahim. Sebagian besar pada kasus ini, kehamilan akan terjadi di tuba falopi.


Selanjutnya, kehamilan ektopik tidak memiliki kemungkinan untuk berhasil hingga melahirkan atau bahkan untuk bertahan sedikit lama. Hal ini akan berakibat negatif dan dapat mengancam keselamatan ibu yang mengandung.

Gejala yang timbul pada kehamilan ektopik sedikit sulit didiagnosis, Bun. Sebagian gejala yang dirasakan tidak jauh berbeda, bahkan ada yang mencerminkan tanda-tanda hamil normal seperti mual, dan morning sickness.


Terdapat beberapa perawatan yang dapat diberikan kepada ibu dengan kehamilan ektopik. Pilihan perawatan tersebut tergantung dengan bagaimana kondisi ibu saat di periksa oleh dokter.

Jika didiagnosis lebih awal, kehamilan ini dapat ditangani menggunakan obat atau suntikan metotreksat. Metotreksat bekerja untuk menghentikan pertumbuhan sel, tentunya dapat menghentikan perkembangan embrio pada hamil ektopik. Jika tindakan tersebut memungkinkan, maka operasi laparoskopi tidak lagi diperlukan.

Operasi laparoskopi ini dilakukan jika telah masuk dalam kasus yang darurat. Prosedur yang dilakukan biasanya dengan membuat satu sayatan kecil di perut bagian bawah untuk mengambil embrio tersebut dengan menggunakan satu alat.

Untuk bekas jahitan di perut ada baiknya dipastikan kepada tim medis yang menangani. Apa ada keharusan untuk dilepaskan, atau dibiarkan saja. Seperti yang dikatakan pembawa acara Scihow, Olivia Gorgon, bahwa bekas jahitan akan berdampak buruk jika dibiarkan terlalu lama.

"Sejauh ini ada metode yang digunakan untuk menutup luka yang dikembangkan. Contohnya menggunakan jahitan dengan benang yang mudah diserap oleh tubuh seiring berjalannya waktu," tambahnya, dikutip dari detikcom.


Pasca kehamilan ektopik, tentunya ibu hamil tidak hanya akan sedih karena kehilangan calon bayi. Kekhawatiran lain yang muncul adalah tentang komplikasi reproduksi dan kemungkinan hamil setelahnya.

Dilansir Medicinenet, selain komplikasi reproduksi, seharusnya tidak ada konsekuensi lainnya. Dengan begitu, meski ada masalah emosional, dalam beberapa minggu ibu akan kembali merasa normal kembali secara fisik. Dan tentang kehamilan selanjutnya, setiap ibu tetap memiliki kemungkinan untuk kembali mengandung.

Bunda juga bisa nonton ciri hamil dilihat dari perubahan kulit, pada video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi