Sign Up search


kehamilan

Benarkah Pijat Bisa Picu Keguguran Seperti Dialami Nagita Slavina?

Siti Hafadzoh Minggu, 01 Mar 2020 10:17 WIB
Benarkah Pijat Bisa Picu Keguguran Seperti Dialami Nagita Slavina? caption
Jakarta - Setelah berlibur selama empat bulan di luar negeri, Nagita Slavina hamil anak kedua. Tapi, kemarin (28/2/2020), Nagita Slavina dan Raffi Ahmad mengumumkan bahwa anak anak kedua mereka tidak bisa diselamatkan.

Nagita Slavina atau yang akrab disapa Gigi ini, keguguran di usia kehamilannya yang baru satu bulan. Gigi mengalami keguguran setelah pulang ke Indonesia.


Sesampainya di Indonesia, Gigi malah langsung dipijat. Raffi mengaku, ia lupa mengatakan bahwa Nagita sedang hamil.


"Nyampe Indonesia jam 5 subuh. Nyampe Jakarta jam 7 pagi. Langsung dipijat dia," ujar Raffi di YouTube Rans Entertainment.

Namun, Gigi tidak mau langsung menarik kesimpulan bahwa pijat adalah faktor penyebab ia mengalami keguguran. Ia mengatakan, ada banyak faktor penyebabnya.

"Ya banyak lah faktor, kata dokternya sih yang pasti kecapekan," kata Gigi.

Keguguran yang dialami Nagita Slavina terjadi setelah ia dipijat. Tapi, apakah benar pijat dapat menyebabkan keguguran?

Dikutip dari American Pregnancy, pada 12 minggu pertama hamil memang rentan terhadap keguguran. Makanya, beberapa tempat yang menyediakan layanan pijat menolak untuk melayani ibu hamil trimester pertama.

Sebenarnya, pijat aman dilakukan untuk ibu hamil lho, Bun. Tapi, perlu diperhatikan, jenis pijat yang dilakukan adalah yang khusus ibu hamil. Terapis harus memiliki sertifikat pijat hamil.

Terapis bersertifikat telah menerima pelatihan bagaimana mengatasi ibu hamil. Mereka juga akan mengatur posisi agar Bunda merasa nyaman dan mencegah ketegangan pada rahim.


Pijat ketika hamil justru dapat mengurangi kecemasan, gejala, depresi, dan melenturkan otot. Pijat juga dapat mengurangi pembengkakan sendi yang umumnya dialami ibu hamil.

Namun, sebelum melakukan pijat hamil, Bunda perlu memeriksakan kesehatan kandungan dulu ya. Bunda yang mengalami hipertensi, kehamilan berisiko tinggi, riwayat persalinan prematur, dan preeklampsia lebih baik memeriksakan kesehatan dulu ke dokter.

Simak juga cerita dr Reisa Brotoasmoro yang pernah mengalami keguguran anak pertamanya berikut ini:

[Gambas:Video Haibunda]

(sih/rap)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi