sign up SIGN UP search


kehamilan

Sering Tak Disadari, Berapa Lama Hamil Kosong Dapat Bertahan?

Annisa Afani Rabu, 10 Jun 2020 13:28 WIB
Asian young woman patient receiving bad news, Woman patient is desperate and crying. Her Mother support and comforting her patient with sympathy. caption
Jakarta -

Bagi setiap calon ibu, sudah pasti berharap dapat menjalani kehamilan dengan normal ya Bunda. Namun sayangnya, ada beberapa gangguan kehamilan yang bisa dialami oleh setiap wanita tanpa dapat dihindari.

Salah satu jenis kehamilan yang tidak normal ini adalah blighted ovum atau hamil kosong. Kehamilan ini juga dikenal sebagai anembryonic, yang terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi sperma berjalan ke rahim, namun tidak berkembang menjadi embrio.

Pada fase tersebut, sel seharusnya tumbuh dan berkembang menjadi embrio sebelum akhirnya membentuk janin. Akan tetapi, yang tumbuh justru hanya plasenta dengan ketuban yang kosong, Bunda.


Kejadian ini seringkali terjadi pada trimester pertama kehamilan. Bahkan ibu yang mengandung sering tidak menyadarinya karena terlanjur gugur secara alami akibat abnormalitas kromosom yang terlalu tinggi.

Dilansir dari American Pregnancy, 50 persen penyebab keguguran pada kehamilan trimester pertama memang diakibatkan oleh hamil kosong yang terjadi karena masalah kromosom, atau cacat sperma dan sel telur. Saat hal tersebut terjadi, tubuh ibu biasanya secara otomatis dapat mengenali kromosom abnormal, yang pada akhirnya akan menghentikan kehamilan tersebut secara alami.

Berapa lama Hamil kosong dapat bertahan?

Kehamilan ini hanya mengembangkan plasenta serta ketuban yang tidak berisi embrio, meski terjadi pembuahan di dalam rahim. Selain itu, tubuh ibu yang mengandung pun tidak akan mempertahankan keabnormalan tersebut, sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk mengeluarkannya dari dalam tubuh.

First Pregnancy Check Up by Doctor. Pregnant lady Suffers Miscarriage While Performing C-Section.Ilustrasi prosedur D&C/ Foto: instagram

Kehamilan kosong memang sudah pasti diakhiri dengan keguguran. Baik secara alami, atau dengan bantuan dokter berdasarkan prosedur medis. Dalam hitungannya, kehamilan ini hanya bertahan 8-13 minggu usia kandungan, atau paling lama 3-4 bulan saja, Bunda.

Kondisi keguguran pada hamil kosong ini tidak memiliki dampak hingga menyebabkan seseorang sulit hamil kembali, Bunda. Namun, tetap perlu menunggu beberapa waktu sambil menjalani perawatan untuk mencegah efek samping dari kehamilan kosong.

Perawatan yang bisa dilakukan, seperti dilatasi dan kuretase (D&C) atau kuret untuk mengangkat seluruh jaringan yang tersisa dalam rahim setelah melewati masa keguguran, sehingga dapat mencegah dari adanya infeksi. Atau menggunakan obat-obatan seperti misoprostol untuk membantu tubuh mengeluarkan seluruh jaringan yang tersisa.

Namun perawatan mana yang sebaiknya dilakukan, Bunda harus berkonsultasi lebih dahulu ke dokter. Setelah melakukan perawatan, Bunda pun harus lebih menjaga supaya kehamilan kosong tidak kembali terjadi, sehingga kehamilan berikutnya bisa berjalan normal.

Bunda, simak juga penjelasan mengenai antibiotik yang dikatakan dapat mengganggu kehamilan dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi